June 18 2015

Persamaan antara Bill Gates dengan The Beatles

Penulis Buku Outliers – Malcolm Gladwell. Photo by Mashable.

Dalam buku karya Malcolm Gladwell yang brilliant berjudul Outliers memuat sebuah pemikiran bahwa keberhasilan dalam melakukan sebuah tugas yang kompleks mensyaratkan adanya jumlah minimum waktu latihan secara berulang-ulang untuk memperoleh keahlian dalam sebuah bidang tertentu. Pemikiran ini bernama teori sepuluh ribu jam – sebuah angka ajaib agar seseorang dapat mencapai peak performance-nya.

Seorang ahli saraf bernama Daniel Levitin menjelaskan dalam tulisannya, “Dalam berbagai penelitian terhadap para seniman, penulis novel fiksi, musisi, olahragawan hingga penjahat kelas kakap, angka sepuluh ribu jam selalu muncul berulang kali. Belum ada seorang pun yang pernah menemuan bahwa seseorang dapat menjadi ahli kelas dunia dengan waktu latihan yang lebih sedikit. Sepertinya otak kita memang membutuhkan waktu sepanjang itu untuk menyerap semua yang dibutuhkan untuk menjadi seorang yang ahli di bidangnya.”

Tetapi bagi Anders Ericsson dan mereka yang memperdebatkan pentingnya bakat, hal ini tidak mengejutkan sama sekali. Tanpa latihan sepuluh ribu jam, tidak mungkin seseorang menguasai keahlian yang dibutuhkan untuk bisa bermain di tingkatan tertinggi. Bahkan Mozart sekalipun – musisi yang dianggap paling jenius sepanjang masa – tidak dapat menciptakan karya-karya original terbaiknya sebelum berlatih keras selama sepuluh ribu jam. Di awal karirnya sebagai musisi, beberapa karya awal Mozart tidaklah luar biasa. Sejumlah karya awalnya mungkin ditulis oleh ayahnya dan mungkin dikembangkan sendiri seiring berjalannya waktu. Bahkan beberapa karyanya ketika masih kecil merupakan aransemen ulang karya komponis lainnya. Dari beberapa concerto yang diciptakan sendiri oleh Mozart, karya paling awal yang kini dinilai sebagai karya bersarnya baru diciptakannya pada saat berusia dua puluh tahun: pada saat itu Mozart sudah berlatih menciptakan berbagai macam concerto selama sepuluh tahun lamanya.

Latihan bukanlah hal yang dilakukan setelah kita menjadi hebat. Latihan adalah hal yang membuat kita hebat. Bakat diawal saja tidak cukup tanpa adanya latihan yang cukup. Itulah yang pada akhirnya membedakan mengapa ada anak berbakat yang sukses dengan yang gagal.

Continue Reading →

June 5 2015

Kebiasaan yang Melekat pada Mereka yang Memiliki Kecerdasan Emosional yang Tinggi

Di artikel sebelumnya, kita telah membicarakan beberapa ciri mereka yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi dan bagaimana hal ini berguna menjadi penunjang kesuksesan kita di masa yang akan datang. Jika kecerdasan intelejensia lebih mengarah pada seberapa dalam potensi isi kepala anda, maka kecerdasan emosional lebih ke arah bagaimana kita memenej kompleksitas kehidupan sosial, mengatur kebiasaan sehari-hari hingga mengambil keputusan yang tepat untuk hasil terbaik di masa yang akan datang. Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang melekat pada mereka yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.

1. Mereka Mengetahui Apa Kelebihan dan Kelemahan Mereka

Mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi mempunyai kebiasaan untuk mengoreksi diri sendiri, sehingga mereka paham bidang apa yang benar-benar mereka kuasai dan di bidang apa biasanya titik lemah mereka. Memiliki kecerdasan emosional tinggi berarti anda harusnya tahu bagaimana fokus menggunakan kelebihan anda semaksimal mungkin untuk meraih pencapaian maksimal anda.

2. Mereka Sering Kali Penasaran dengan Orang di Sekeliling Mereka

Mereka yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, seringkali penasaran dengan berbagaimacam karakter yang dimiliki orang-orang di sekitar mereka. Sebenarnya rasa penasaran ini adalah bentuk dari empati besar yang biasa dimiliki oleh mereka yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Semakin mereka penasaran terhadap seseorang, semakin mereka menaruh perhatian lebih terhadap orang tersebut.

3. Mereka Sangat Pintar Menilai Karakter Seseorang

Kecerdasan emosional sebenarnya dapat dibentuk dari kesadaran sosial akan sekeliling kita, seperti kemampuan membaca pikiran orang lain, memahami perasaan lawan bicaranya, mengerti potensi yang dimiliki oleh rekan kerjanya hingga melihat apakah lawan bicaranya ini sedang bohong atau tidak. Kemampuan seperti inilah yang pada akhirnya membuat mereka yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dinilai sebagai pembaca karakter yang baik.

Continue Reading →

May 26 2015

Pelajaran Penting untuk Mereka yang Mulai Menjadi Pemimpin

9 Mei lalu TEDxTuguPahlawan Conference kembali di selenggarakan di Auditorium Universitas Ciputra Surabaya, tidak terasa bahwa saya telah memimpin organisasi ini selama kurang-lebih empat tahun. Awal kali didirikan pada awal 2012 lalu, saya tidak pernah berpikir bahwa organisasi ini akan mampu berkolaborasi dengan The US Consulate General of Surabaya, Bank Indonesia dan berbagai macam organisasi berpengaruh lainnya. Tapi seiring berjalannya waktu dan masuknya para talenta yang ikut mengembangkan organisasi ini, kami toh akhirnya bisa dipandang sebagai sebuah organisasi yang cukup punya nama di kota Surabaya ini, bahkan mungkin Indonesia.

Selama kurang lebih empat tahun memimpin, banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik, mulai dari menumbuhkan chemistry antar anggota sampai dengan menyatukan visi bersama. Sebagai refleksi atas perjalanan yang sejauh ini, berikut adalah pelajaran yang saya ambil ketika mulai memimpin sebuah organisasi dan semoga berguna juga bagi anda yang mulai menjadi seorang pemimpin.

Jangan pernah malu berbuat salah

Ketika anda pertama kali menjadi seorang leader dan belum pernah memiliki referensi model kepemimpinan apa yang paling pas dengan organisasi maupun kolega anda, jangan pernah ragu untuk bertanyaa pada leader-leader yang telah anda percaya ataupun membaca berbagai macam buku tentang leadership. Karena referensi yang tepat akan membantu anda dalam membuat keputusan yang bijak.

Tapi perlu diketahui juga, mengambil referensi dari orang lain mampun buku belum tentu menggaransi anda dari kesalahan dalam membuat perencanaan maupun keputusan. Jika sampai pada titik ini mulai anda alami, jangan pernah sungkan untuk meminta masukan dari kolega anda. Karena keputusan seorang leader haruslah bermanfaat bagi setiap kolega yang ada di sebuah organisasi.

Creating the Future is about collaboration

Ketika seseorang baru bergabung dalam sebuah organisasi, umumnya mereka penasaran kemana anda akan membawa sekumpulan manusia dalam tim ini kedepannya. Jadilah pribadi yang terbuka dan transparan. Ceritakan apa visi dan rencana anda dalam beberapa waktu kedepan dan bersiaplah selalu untuk menerima feedback dari rekan-rekan untuk masa depan bersama organisasi anda. Remember! The Speed of the leader is the speed of the gang.

Continue Reading →

April 15 2015

5 Hal yang Menandakan Sudah Saatnya Anda Keluar dari Pekerjaan Anda

Terlepas dari berapa usia anda saat ini, apa latar belakang anda hingga berbagai macam pencapaian selama anda berkarir, terkadang ada saatnya bagi kita untuk merenung dan berpikir, akan dibawa kemana karir kita di masa yang akan datang. Renungan ini sering kali bermuara pada proses pencarian kita untuk mendapatkan peluang baru yang menurut kita akan jauh lebih prospektif dan menantang.

Tapi sebelum melangkah lebih jauh untuk keluar kerja atau resign dan mendaki tangga karir yang lain, ada baiknya anda memperhatikan hasil sebuah riset psikologis dari Harvard Business Review tentang tanda-tanda yang menunjukkan sudah saatnya anda keluar dari pekerjaan anda saat ini.

1. Tidak Belajar Apa-apa dari Pekerjaan Saat Ini

Jika dalam pekerjaan anda saat ini anda belajar banyak hal, baik itu hard skill, soft skill atau bahkan value-value perusahaan yang akhirnya ikut membentuk karakter anda, maka beruntunglah! Anda berada di tempat yang tepat. Namun jika anda merasa tidak mendapatkan apa-apa selain hanya gaji bulanan saja, maka ini saatnya anda mencari pekerjaan lain. Ingat! Your job is not your career. Untuk mendaki tanda karir yang lebih tinggi lagi dibutukan proses pembelajaran yang berkelanjutan, bukan hanya sekedar gaji bulanan.

Continue Reading →

April 4 2015

Global Youth Startup ASEAN 2015 – The Melting Spot for Youth Leaders, Hustlers, Designers and also Coders

Sebenarnya sudah lama saya ingin sharing pengelamanan saya mengikuti acara Global Youth Startup ASEAN 2015 pada pertengahan Maret kemarin. Tapi apa mau dikata, karena kesibukan sana-sini, akhirnya baru kali inilah saya berkesempatan membagikan pengalamanan ini kepada anda.

Awalnya saya mendapat info tentang Global Youth Startup ASEAN dari seorang teman yang saya kenal dari acara YSEALI di Myanmar – Zakwan Buang. Awalnya ia memposting info ini di group YSEALI Myanmar, lalu ia mulai meminta saya untuk menyebarkan info ini ke beberapa rekan melalui facebook chat. Ketika iseng-iseng share info ini, kenapa ngga apply aja sekalian?

Continue Reading →

March 27 2015

5 Quotes tentang Leadership dari Para Pemimpin yang Saya Kagumi

Tentang definisi seorang leader

Presiden ke 6 negeri adidaya Amerika Serikat – John Quincy Adams – sangat terkenal akan kutipannya tentang definisi seorang leader. Seperti apa yang ia katakan, saya pribadi sangat setuju bahwa seorang leader adalah mereka yang mampu membuat mereka yang dipimpinnya untuk dapat bermimpi lebih, belajar lebih dan menjadi lebih daripada apa yang mereka bayangkan sebelum anda memimpin mereka.

“If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader.” – John Quincy Adams

Tentang tugas seorang leader

Setiap pemimpin pasti memiliki sebuah visi, lihatlah bagaimana pemilu berlangsung di negeri ini beberapa bulan yang lalu, semua calon pemimpin datang dengan visinya yang kebanyakan terdengar begitu bombastis. Masalahnya, sebuah visi yang diutarakan tanpa usaha untuk merealisasikan bisa dikatakan hanya jargon belaka. Merupakan tugas seorang leader untuk mentransformasukan sebuah visi menjadi aksi nyata.

“Leadership is the capacity to translate vision into reality” – Warren Bennis

Continue Reading →