December 8 2014

Apakah Memang Benar Ada yang Disebut Sebagai Bakat Bawaan?

Hampir satu generasi lamanya, para psikolog paling disegani di dunia terlibat dalam perdebatan hangat atas sebuah pertanyaan yang seringkali juga menjadi pertanyaan pribadi kita. Pertanyaan itu adalah : apakah memang benar ada yang disebut sebagai bakat bawaan?

Pertanyaan ini membuat berbagai macam psikolog mulai melakukan penelitian tentang apa yang disebut sebagai bakat. Contoh pertama di sini adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh psikolog bernama Anders Ericsson bersama dua orang rekannya di Academy of Music di Berlin yang terkenal sangat elit. Dengan bantuan para pengajar dan professor di sekolah itu, mereka mengelompokkan para pemain biola ke dalam tiga kelompok yang berbeda.

Kelompok pertama adalah sekumpulan bintang sekolah, mereka adalah para siswa yang digadang-gadang akan menjadi pemain biola solo kelas dunia. Di kelompok kedua berisi pemain yang dinilai “bagus”, mereka bukanlah bintang sekolah, namun memiliki permainan yang cukup indah untuk bisa dinikmati. Sedangkan kelompok ketiga adalah para pemain yang kemungkinan besar tidak akan bermain secara professional dan hanya berkeinginan untuk menjadi guru musik di sebuah sekolah negeri.

Continue Reading →

November 28 2014

Mereka yang Serius Mengejar Mimpinya, Pasti Melakukan Hal Ini…

Impian di masa kecil akan bisa berdampak pada masa depan, jika anda memiliki kemampuan untuk untuk menemukan “pintu-pintunya” atau dalam bahasa yang sering dipopulerkan oleh Steve Jobs sebagai “connecting the dots”.

Jika anda adalah orang yang serius mengejar impian anda, anda pasti memiliki kebiasaan-kebiasaan tersendiri yang membedakan anda dari kebanyakan orang lainnya. Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan dari mereka yang serius untuk merealisasikan impiannya, yang diambil dari beberapa studi kasus para pemimpi yang berhasil di dunia ini.

1. Menjadikan Kritikan sebagai Sarana untuk Terus Maju

Sebuah penelitian dari Professor Ayelet Fishbach menjelaskan bawa feedback negatif dapat menjadi motivasi terbaik bagi mereka yang berkomitmen tinggi untuk merealisasikan impiannya.

Ketika The Beatles ditolak oleh Decca Record Company pada tahun 1962 setelah musiknya dinilai tidak harmonis oleh jajaran eksekutif. The Beatles merasa terlecut untuk membuktikan bahwa mereka telah menilai The Beatles secara salah. The Beatles pun pergi dan memutuskan untuk memulai rekaman di Abbey Road Studio untuk single-nya yang berjudul “Love Me Do”. Itulah awal mula dunia mengenal The Beatles.Sekalai lagi, mereka yang berkomitmen untuk merealisasikan mimpinya akan menemukan jalan untuk terus maju.

2. Selalu Menemukan Dukungan dari Orang Lain

Sebelum terkenal lewat filmnya yang berjudul “Crouching Tiger, Hidden Dragon” dan juga “Life of Pi”, Ang Lee hanyalah imigran pengangguran yang menggantungkan hidupnya dari sang istri. Sebagai seorang lulusan sekolah perfilman dari University of Illinois, ia dihadapkan kemalangan setelah lebih dari 3o naskahnya di tolak oleh berbagai macam produser yang berbeda.

Di tengah keputusasaannya, ia akhirnya berpikiran bahwa mimpinya membuat film tidak akan pernah terwujud dan memutuskan untuk mendaftarkan diri pada sebuah kursus komputer. Mengetahui hal ini, istrinya menolak keras dan mencoba meyakinkan kembali bahwa bakat dari seorang Ang Lee adalah membuat film, bukan mengotak-atik komputer.

Berkat dukungan dari istrinya inilah akhirnya Ang Lee kembali tergerak untuk menulis naskah dan tidak lama kemudian ia berhasil mendapatkan pendanaan untuk film pertamanya. Tanpa dukungan dari sang istri, Ang Lee tidak mungkin akan memenangkan oscar sebanyak dua kali dari filmnya “Crouching Tiger Hidden Dragon” dan juga “Life of Pi”.

Continue Reading →

November 18 2014

YSEALI – Tempat Dimana Pemimpin Muda ASEAN Berkolaborasi

Minggu lalu, tepatnya tanggal 11 November 2014, saya diundang pergi ke Yangon, Myanmar oleh sebuah lembaga yang bernama YSEALI (singkatan dari Young South East Asia Leadership Initiative). Acara yang bertajuk “The Power of Collaboration” ini mengundangan 20 perwakilan dari 10 negara ASEAN, jadi setiap negara setidaknya mengirimkan dua perwakilan, hanya Brunai Darussalam saja yang mengirimkan satu perwakilan dikarenakan ada halangan.

Perlu diketahui, program YSEALI sendiri adalah hasil inisiatif dari Presiden Barack Obama yang diluncurkan pada tahun 2013. Tujuan dari diluncurkannya program ini sendiri adalah untuk memperkuat pengembangan dan jaringan kepemimpinan anak muda antar negara di seluruh kawasan ASEAN. Program dari YSEALI ini sendiri fokus pada beberapa hal utama seperti lingkungan hidup, kewirausahaan dan pembangunan ekonomi di seluruh kawasan ASEAN. Untuk lebih kelasnya, bisa check di sini.

Saya menghabiskan waktu selama 5 hari di kota Yangon dengan rincian 3 hari efektif dan 2 hari di awal dan di akhir untuk persiapan. Selama 3 hari efektif ini, seluruh delegasi dari YSEALI diberi sebuah contoh studi kasus yakni bagaimana mengembangkan Myanmar di masa yang akan datang.

Hari efektif pertama kami bertemu dengan beberapa aktivis pro demokrasi di Myanmar. Dari sini kami baru tahu bahwa sebenarnya demokrasi yang digembar gemborkan oleh media di Myanmar hanyalah palsu belaka. Kebanyakan yang duduk di pemerintahan Myanmar sampai saat ini adalah para militer yang hanya “ganti baju saja”. Merenungkan hal ini, saya jadi ingat jaman Soeharto di Indonesia yang kabinetnya banyak diisi oleh orang dengan latar belakang militer.

Setelah berdiskusi banyak dengan para aktivis pro demokrasi di Myanmar, kami mengunjungi sebuah Monastic School di pusat Kota Yangon. Monastic School di sini konsepnya sangat mirip dengan Pesantren di Indonesia. Cuma kalau di Indonesia para muridnya adalah santri, kalau di Myanmar para muridnya adalah biksu-biksu kecil. Pelajaran yang diajarkan pun beragam, mulai dari ilmu sosial, kewarganegaraan hingga Bahasa Inggris. Tak heran, walau pun usia mereka masih awal belasan tahun, tapi bahasa Inggris mereka sudah bisa dibilang ok.

Malamnya di hari pertama, kami mengunjungi Swedagon Pagoda. Sebenarnya letaknya tidak jauh dari hotel kami di Summit Park View, jadi ketika olah raga pagi di taman depan hotel, kami sering memandangi keindahan kubah emasnya. Tapi kali ini kita diajak masuk langsung kedalam tempat pagodanya. Satu kata yang bisa mendiskripsikan Pagoda ini : AMAZING! Ternyata kubah pagoda itu terbuat dari emas asli. Dan emas itu didapat dari sumbangan seluruh warga Yangon di masa silam. Besar pagoda ini mungkin sebesar sedikit lebih kecil dari Borobudur, tapi karena masih aktifnya pagoda ini untuk sembahyang para penganut budha, jadi kesan relijiusnya masih sangat terasa.

Continue Reading →

November 2 2014

Youthnited – Menyatukan Aspirasi Anak Muda Surabaya

Tepat hari Sabtu, 1 November 2014 kemarin, sekumpulan anak muda Surabaya gabungan dari dua komunitas yakni TEDxTuguPahlawan dan juga Akademi Berbagi Surabaya, mengadakan sebuah event yang bertajuk Youthnited. Konsep dari Youthnited sendiri menggabungkan antara konsep TEDx yang hanya berisi sesi presentasi 18 menit dengan konsep Akademi Berbagi yang seperti class room teaching. Visi dari acara ini sendiri adalah untuk menyatukan aspirasi, ide bahkan gagasan yang dimiliki oleh anak-anak muda Surabaya untuk membangun indonesia ini lebih baik kedepannya.

Acara Youthnited ini sendiri dihadiri oleh 5 pembicara, yakni Bupati Banyuwangi – Abdullah Azwar Anas, Pakar Ekonomi Makro dari Unair – Joko Susanto, Deputy Director Bank Indonesia – Junanto Herdiawan, Founder Good News From Indonesia – Akhyari Hananto dan juga Senior Consultant dbrand – Imam Subchan.

Lokasi Acara – De Javasche Bank Surabaya

Bupati Banyuwangi – Abdullah Azwar Anas menjadi speaker pertama

Foto Beberapa orang panitia bersama Bupati Banyuwangi – Abdullah Azwar Anas

Continue Reading →

October 28 2014

Makna Tentang Leadership yang Harusnya Kita Ketahui

Apakah anda mengerti makna dari seorang leader atau pemimpin? Jika anda menganggap pemimpin adalah orang semacam atasan anda, anda sepertinya kurang memahami makna dari seorang leader. Nyatanya, leader bukan hanya soal jabatan atau posisi. Jauh lebih dari itu, leadership adalah soal pengaruh. Banyak orang yang memiliki jabatan jauh di atas kita, tapi berapa banyak diantara mereka yang mampu benar-benar mempengaruhi hidup kita?

Pastikan anda memahami beberapa hal berikut ini, untuk membangun potensi leadership anda dengan lebih bermakna.

Continue Reading →

October 25 2014

Bagaimana Caranya Menjadi CEO Sebelum Usia Anda Genap Berumur 30 Tahun?

Secara umum, setidaknya manusia perlu waktu lebih dari 20 tahun untuk mendaki tangga karir agar anda bisa berada di dalam jajaran top level management dalam suatu perusahaan, termasuk salah satunya menjadi seorang CEO. Namun di jaman sekarang ini, anak muda dengan daya kreativitas dan inovasinya berhasil menjadi seorang pemimpin perusahaan atau organisasi besar pada usia mereka yang belum genap 30 tahun. Tengok saja Mark Zuckerberg, dia bahkan sudah menjadi seorang CEO ketika usianya masih beranjak 30 tahun.

Mereka yang telah menjadi pemimpin di usia yang belum genap 30 tahun kebanyakan adalah seorang entrepreneur yang tidak hanya ingin mendaki tangga karir tradisional yang terlalu panjang dan lama. Alih-alih mereka mendaki tangga karir, mereka yang menjadi CEO di usia yang belum genap 30 tahun seakan membangun eskalator mereka sendiri hingga mereka mampu melaju lebih cepat daripada mereka yang mendaki tangga karir tradisional.

Tetapi mendapat titel CEO saja tidak cukup, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan agar organisasi atau perusahaan yang anda pimpin menjadi sebuah organisasi yang punya kredibilitas dan anda pun dikagumi sebagai seorang pemimpin. Berikut ini adalah 3 hal yang harus anda perhatikan agar anda dapat menjadi CEO bahkan sebelum usia anda genap berumur 30 tahun.

Continue Reading →