July 19 2014

Hubungan antara Kecerdasan Intelektual (IQ) dengan Kesuksesan Seseorang

Tepat setelah perang dunia pertama. Lewis Terman, seorang professor muda di Fakultas Psikologi Stanford University, bertemu dengan seorang anak laki-laki yang luar biasa bernama Henry Cowell. Cowell dibesarkan dalam kemiskinan dan kekacauan hidup. Karena tidak bisa menyesuaikan diri dengan teman-temannya, ia berhenti bersekolah sejak usia tujuh tahun. Ia bekerja sebagai seorang cleaning service di sebuah sekolah yang hanya memiliki satu ruang kelas tidak jauh dari kampus Stanford dan sepanjang hari Cowell akan menyelinap pergi meninggalkan pekerjaannya dan memainkan piano sekolah. Satu hal yang patut semua orang ketahui, musik yang dimainkan oleh Henry Cowell sangatlah indah.

Bidang yang ditekuni Terman adalah pengujian kecerdasan; tes IQ standar yang digunakan jutaan orang di seluruh dunia selama lima puluh tahun berikutnya, Stanford Binet, adalah ciptaannya. Jadi Lewis Terman memutuskan untuk menguji IQ cowell. Anak ini pastilah cerdas, pikirnya, dan memang ternyata seperti yang ia duga, Henry Cowell memiliki IQ sebesar 140 yang berarti jenius. Lewis Terman benar-benar terkesan. Seberapa banyak lagi permata yang tidak terasah yang berserakan di luar sana? Pikirnya.

Ia mulai mencari-cari. Ia menemukan seorang anak perempuan yang mengenal alphabet sejak berusia Sembilan belas bulan dan seorang anak perempuan lain yang sudah membaca Dickens dan Shakespeare pada saat berusia empat tahun. Dia menemukan seorang pria muda yang dikeluarkan dari sekolah hukum hanya karena para professornya tidak percaya ada seorang yang mampu menghafalkan kalimat-kalimat panjang dari sebuah keputusan hukum.

Continue Reading →

July 6 2014

Tentang Merantau – Imam Syafii

Merantaulah, agar kamu tau bagaimana rasanya dan kemana kau harus pulang.

Merantaulah, engkau akan mengerti alasan mengapa kau harus kembali.

Merantaulah, akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya,

pada kampung halamanmu, pada mereka yang kau tinggalkan.

- Imam Syafii -

July 6 2014

Tentang Mereka yang Ditinggal Orang Tuanya Sejak Usia Dini

Sebelum artikel ini di tulis, sebelumnya saya pernah menuliskan artikel tentang teori krisis yang berguna. Di situ diceritakan bahwa pada keadaan tertentu – utamanya dalam keadaan terdesak – sering kali manusia akan mengeluarkan segala daya dan upaya yang ia punya yang bahkan sebelumnya belum pernah ia sadari.

Kali ini saya akan menulis lagi tentang keterbatasan seseorang dalam sisi yang lain. Tentang mereka yang ditinggal oleh salah seorang tuanya atau bahkan kedua orang tuanya ketika masih berusia dini dan harus berjuang untuk tetap survive.

Penelitian Marvin Eisenstandt

Pada awal 1960-an, seorang psikolog bernama Marvin Eisenstandt memulai sebuah proyek wawancara terhadap orang-orang yang dinilainya memiliki prestasi luar biasa. Mereka terdiri dari para innovator, seniman hingga pengusaha. Tujuan dari proyek wawancara ini adalah untuk mencari pola dan kecenderungan yang dimiliki oleh orang-orang dengan prestasi luar biasa tadi menurut Eisenstandt.

Selama menganalisis hasil wawancaranya, ia mendapati satu fakta yang dirasanya cukup ganjil atau bisa jadi menarik. Tahukah anda bahwa banyak diantara mereka yang menjadi sampel dalam penelitian Marvin Eisenstandt ini adalah anak yatim – ditinggal oleh salah satu orang tuanya atau bahkan ada yang keduanya?

Continue Reading →

June 30 2014

[INFOGRAPHIC] Apasaja yang Biasanya Ada Di Dalam Diri Seorang Entrepreneur?

Ketika saya berkuliah dulu di Universitas Ciputra, dalam sebuah sesi, pendiri kampus kami Bapak Ir. Ciputra pernah mengatakan bahwa “Entrepreneur are not born, but they are made.” Apakah sepenuhnya ini benar?

Banyak sekali diantara kita yang berpikir bahwa seorang entrepreneur telah terlahir begitu adanya, seolah-olah – melalui titah tuhan – mereka ditakdirkan untuk mendirikan sebuah usaha atau organisasi yang kelak akan memiliki impek yang besar di dalam pembangunan dunia ini. Tapi tahukah anda, dalam sebuah infographics yang diluncurkan oleh schools.com dijelaskan bahwa untuk menjadi seorang entrepreneur diperlukan skill yang mumpuni, tidak hanya sekedar bawaan lahir saja.

Berikut ini adalah infographic yang menjelaskan bagaimana menjadi seorang entrepreneur :

 

June 21 2014

Membandingkan Isi Otak Mereka yang Sukses dengan Mereka yang Gagal

Ada cerita menarik tentang seseorang yang dianggap sebagai simbol dari kecerdasan di millenium ini. Suatu ketika di sebuah sekolah menengah, seorang guru memarahi muridnya karena tidak memperhatikan pelajaran matematika dengan baik dan tidak bisa menyelesaikan soal-soal yang mudah. Guru ini sangat marah dan mengatakan bahwa kelak muridnya ini tidak akan menjadi apa-apa di dunia ini. Tahukah anda siapa yang saya maksud? yap, tak lain adalah Albert Einstein.

Atau tahukah anda bahwa Elvis Presley di tahun 1954 pernah dipecat oleh Manager Grand Ole Opry – Jimmy Denny – setelah sekali tampil? sambil mengusirnya keluar, Jimmy Denny menyarankan agar Elvis berhenti bernyanyi dan kembali mengemudikan truk.

Dan tahukah anda bahwa sewaktu SMA, ideks prestasi komulatif Steve Jobs hanyalah 2,65? Jika anda mengetahui hal ini jauh sebelum Steve Jobs terkenal, mungkin anda akan menyangka bahwa orang ini tidak cerdas. Tapi hei! Bukankah saat ini dia adalah salah satu entrepreneur paling dikagumi abad ini?

Continue Reading →