November 18 2014

YSEALI – Tempat Dimana Pemimpin Muda ASEAN Berkolaborasi

Minggu lalu, tepatnya tanggal 11 November 2014, saya diundang pergi ke Yangon, Myanmar oleh sebuah lembaga yang bernama YSEALI (singkatan dari Young South East Asia Leadership Initiative). Acara yang bertajuk “The Power of Collaboration” ini mengundangan 20 perwakilan dari 10 negara ASEAN, jadi setiap negara setidaknya mengirimkan dua perwakilan, hanya Brunai Darussalam saja yang mengirimkan satu perwakilan dikarenakan ada halangan.

Perlu diketahui, program YSEALI sendiri adalah hasil inisiatif dari Presiden Barack Obama yang diluncurkan pada tahun 2013. Tujuan dari diluncurkannya program ini sendiri adalah untuk memperkuat pengembangan dan jaringan kepemimpinan anak muda antar negara di seluruh kawasan ASEAN. Program dari YSEALI ini sendiri fokus pada beberapa hal utama seperti lingkungan hidup, kewirausahaan dan pembangunan ekonomi di seluruh kawasan ASEAN. Untuk lebih kelasnya, bisa check di sini.

Saya menghabiskan waktu selama 5 hari di kota Yangon dengan rincian 3 hari efektif dan 2 hari di awal dan di akhir untuk persiapan. Selama 3 hari efektif ini, seluruh delegasi dari YSEALI diberi sebuah contoh studi kasus yakni bagaimana mengembangkan Myanmar di masa yang akan datang.

Hari efektif pertama kami bertemu dengan beberapa aktivis pro demokrasi di Myanmar. Dari sini kami baru tahu bahwa sebenarnya demokrasi yang digembar gemborkan oleh media di Myanmar hanyalah palsu belaka. Kebanyakan yang duduk di pemerintahan Myanmar sampai saat ini adalah para militer yang hanya “ganti baju saja”. Merenungkan hal ini, saya jadi ingat jaman Soeharto di Indonesia yang kabinetnya banyak diisi oleh orang dengan latar belakang militer.

Setelah berdiskusi banyak dengan para aktivis pro demokrasi di Myanmar, kami mengunjungi sebuah Monastic School di pusat Kota Yangon. Monastic School di sini konsepnya sangat mirip dengan Pesantren di Indonesia. Cuma kalau di Indonesia para muridnya adalah santri, kalau di Myanmar para muridnya adalah biksu-biksu kecil. Pelajaran yang diajarkan pun beragam, mulai dari ilmu sosial, kewarganegaraan hingga Bahasa Inggris. Tak heran, walau pun usia mereka masih awal belasan tahun, tapi bahasa Inggris mereka sudah bisa dibilang ok.

Malamnya di hari pertama, kami mengunjungi Swedagon Pagoda. Sebenarnya letaknya tidak jauh dari hotel kami di Summit Park View, jadi ketika olah raga pagi di taman depan hotel, kami sering memandangi keindahan kubah emasnya. Tapi kali ini kita diajak masuk langsung kedalam tempat pagodanya. Satu kata yang bisa mendiskripsikan Pagoda ini : AMAZING! Ternyata kubah pagoda itu terbuat dari emas asli. Dan emas itu didapat dari sumbangan seluruh warga Yangon di masa silam. Besar pagoda ini mungkin sebesar sedikit lebih kecil dari Borobudur, tapi karena masih aktifnya pagoda ini untuk sembahyang para penganut budha, jadi kesan relijiusnya masih sangat terasa.

Continue Reading →

November 2 2014

Youthnited – Menyatukan Aspirasi Anak Muda Surabaya

Tepat hari Sabtu, 1 November 2014 kemarin, sekumpulan anak muda Surabaya gabungan dari dua komunitas yakni TEDxTuguPahlawan dan juga Akademi Berbagi Surabaya, mengadakan sebuah event yang bertajuk Youthnited. Konsep dari Youthnited sendiri menggabungkan antara konsep TEDx yang hanya berisi sesi presentasi 18 menit dengan konsep Akademi Berbagi yang seperti class room teaching. Visi dari acara ini sendiri adalah untuk menyatukan aspirasi, ide bahkan gagasan yang dimiliki oleh anak-anak muda Surabaya untuk membangun indonesia ini lebih baik kedepannya.

Acara Youthnited ini sendiri dihadiri oleh 5 pembicara, yakni Bupati Banyuwangi – Abdullah Azwar Anas, Pakar Ekonomi Makro dari Unair – Joko Susanto, Deputy Director Bank Indonesia – Junanto Herdiawan, Founder Good News From Indonesia – Akhyari Hananto dan juga Senior Consultant dbrand – Imam Subchan.

Lokasi Acara – De Javasche Bank Surabaya

Bupati Banyuwangi – Abdullah Azwar Anas menjadi speaker pertama

Foto Beberapa orang panitia bersama Bupati Banyuwangi – Abdullah Azwar Anas

Continue Reading →

October 28 2014

Makna Tentang Leadership yang Harusnya Kita Ketahui

Apakah anda mengerti makna dari seorang leader atau pemimpin? Jika anda menganggap pemimpin adalah orang semacam atasan anda, anda sepertinya kurang memahami makna dari seorang leader. Nyatanya, leader bukan hanya soal jabatan atau posisi. Jauh lebih dari itu, leadership adalah soal pengaruh. Banyak orang yang memiliki jabatan jauh di atas kita, tapi berapa banyak diantara mereka yang mampu benar-benar mempengaruhi hidup kita?

Pastikan anda memahami beberapa hal berikut ini, untuk membangun potensi leadership anda dengan lebih bermakna.

Continue Reading →

October 25 2014

Bagaimana Caranya Menjadi CEO Sebelum Usia Anda Genap Berumur 30 Tahun?

Secara umum, setidaknya manusia perlu waktu lebih dari 20 tahun untuk mendaki tangga karir agar anda bisa berada di dalam jajaran top level management dalam suatu perusahaan, termasuk salah satunya menjadi seorang CEO. Namun di jaman sekarang ini, anak muda dengan daya kreativitas dan inovasinya berhasil menjadi seorang pemimpin perusahaan atau organisasi besar pada usia mereka yang belum genap 30 tahun. Tengok saja Mark Zuckerberg, dia bahkan sudah menjadi seorang CEO ketika usianya masih beranjak 30 tahun.

Mereka yang telah menjadi pemimpin di usia yang belum genap 30 tahun kebanyakan adalah seorang entrepreneur yang tidak hanya ingin mendaki tangga karir tradisional yang terlalu panjang dan lama. Alih-alih mereka mendaki tangga karir, mereka yang menjadi CEO di usia yang belum genap 30 tahun seakan membangun eskalator mereka sendiri hingga mereka mampu melaju lebih cepat daripada mereka yang mendaki tangga karir tradisional.

Tetapi mendapat titel CEO saja tidak cukup, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan agar organisasi atau perusahaan yang anda pimpin menjadi sebuah organisasi yang punya kredibilitas dan anda pun dikagumi sebagai seorang pemimpin. Berikut ini adalah 3 hal yang harus anda perhatikan agar anda dapat menjadi CEO bahkan sebelum usia anda genap berumur 30 tahun.

Continue Reading →

October 22 2014

[EVENT] Youthnited! Event Kolaborasi antara TEDxTuguPahlawan dengan Akademi Berbagi Surabaya

Youthnited adalah acara kolaborasi antara TEDxTuguPahlawan dengan Akademi Berbagi Surabaya. Berangkat dari semangat sumpah pemuda, acara ini bertujuan untuk menyatukan semangat berbagi antara kedua organisasi dan mengajak pemuda-pemuda di Surabaya untuk bersatu dan berbagi inspirasi.

 


Acara ini gratis alias tidak dipungut biaya.

Untuk lebih detailnya tentang acara ini bisa klik : http://youthnited.org/

Untuk mendaftar bisa melalui laman berikut : http://youthnited.org/register/

 

Gathering, Sharing, Spreading ! – Youthnited !

October 19 2014

Loss is Loss. Pain Has No Nation. Gallery Korban Perang di Wilayah Gaza.

Artikel ini adalah reblog dari blog-nya TED dengan judul yang sama tulisan dari Thu-Huong Ha. Saya tertarik untuk me-reblog artikel ini karena artikel ini memuat foto-foto yang sangat menarik. Anda akan diajak untuk turut serta merasakan sakitnya kehilangan kerabat terdekat atau bahkan organ tubuh anda sendiri akibat perang yang tiada hentinya berkecamuk di dilayah Gaza, Palestina.

“Tidak ada yang menggantikan hilangnya anak, bahkan tidak anak lain.” Itulah kata-kata yang keluar dari Safia Abo Zour (Wanita pada foto di atas) dan yang selalu menghantuinya hingga saat ini. Foto di atas diambil oleh salah seorang jurnalis bernama Eman Mohammed. Dalam foto ini Safia Abo Zaur menggendong anaknya yang baru berusia lima bulan di tangan kirinya, sedangkan di tangan kanannya ia memegang sweter yang biasa dipakai anaknya yang lebih tua untuk pergi kesekolah di sebuah taman kanak-kanak di wilayah Gaza. Dan taukah anda bahwa sweter itu adalah sweter terakhir yang dipakai anak tertuanya ketika sekolahnya dibom oleh tentara Israel?

Foto Safia Abo Zour bukanlah satu-satunya, masih ada beberapa foto karya Eman Mohammed yang akan mengajak anda untuk turut serta merasakan mirisnya kehilangan salah seorang anggota keluarga kita – bahkan anggota organ tubuh kita – di wilayah penuh konflik bernama Gaza.

“Pain has no nation. That should be enough to stop future manmade disasters. It’s not nature. It’s not global warming. It’s us.” – Eman Mohammed

Continue Reading →