September 28 2014

Anda Ingin Mengatur Sebuah Perusahaan/Organisasi? Mulailah dari Mengatur Diri Anda Sendiri

Dalam salah satu tulisannya yang paling terkenal berjudul “Managing Oneself” yang selanjutnya dimuat di Harvard Business Review pada bulan Maret 1999, bapak manajemen modern – almarhum Peter Drucker, pernah menjelaskan bahwa semua orang hebat di dunia ini – seperti Napoleon Bonaparte, Da vinci, Mozart, John F Kennedy hingga Steve Jobs – mampu mencapai titik puncak kesuksesannya karena kemampuan mereka dalam mengatur dirinya sendiri. Tulisan yang selanjutnya terpilih masuk kedalam “10 Must-Read Articles of HBR”, terbutan khusus On-Point Winter 2009 ini memuat 5 poin penting agar kita dapat mengatur diri kita sebaik mungkin. Berikut ini adalah 5 poin yang akan membuat anda lebih pandai mengatur diri anda sendiri :

1. What Are My Strength?

Sadar atau tidak, sering kali kita salah dalam menganalisa diri kita sendiri. Menurut Peter Drucker, satu-satunya cara yang benar adalah saat kita mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu yang besar, kita musti mencatat dengan betul apa harapan dari tindakan tersebut, lalu bandingkan dengan hasil dari kejadian yang sebenarnya pada nantinya. Selama proses anda musti berani untuk menganalisa setiap tindakan yang anda lakukan dari mintalah feedback dari beberapa kolega terdekat anda. Pengulangan demikian secara berturut-turut dalam waktu 2 atau 3 tahun, akan membuat kita paham apa saja yang menjadi kelebihan kita dan dimana kekuatan kita sebenarnya. Peter Drucker sendiri mengakui terkadang ia pribadi sering salah dalam menganalisis dan hanya “feedback analysis” sajalah yang mempu membantunya untuk melihat kelebihannya dengan tepat.

Dari proses ini, anda nantinya akan paham apa saja skill set terbaik yang terdapat pada diri anda. Apakah itu kemampuan teknis? persuasi? mengatur anak buah? mempengaruhi orang lain? negosiasi? networking? dan lain sebagainya. Konsentrasikan diri anda pada kelebihan anda, lebih pertajam kekuatan anda dan berhati-hatilah dalam mengambil keputusan atau tindakan pada keputusan-keputusan dimana anda kurang mampu.

2. How Do I Work?

Anda harus sadar bahwa tiap-tiap dari anda memiliki cara bekerja yang berbeda. Ada yang lebih mudah belajar melalui membaca, anda yang lebih memilih jadi pendengar saja atau bahkan ada yang lebih nyaman kita ia diberi contoh terlebih dahulu. Semua itu tidak salah, yang perlu anda sadari adalah bagaimana cara anda bekerja dan metode mana yang paling efektif.

Tiap orang berbeda dalam keadaan lingkungan yang berbeda. Kita harus memaksimalkan lingkungan kita agar mampu menunjang pencapaian terbaik yang cocok dengan cara kita bekerja. Sebagai contoh ada yang sangat senang ketika bekerja dalam kelompok, tetapi ada yang lebih nyaman untuk bekerja sendiri. Ada yang mejanya kacau dan suka bekerja hingga larut malam, ada yang hanya bisa bekerja nine to five dan harus duduk rapi di kantor. Tidak ada yang salah dari setiap metode atau cara yang anda gunakan. Satu yang pasti, setiap orang memiliki cara yang berbeda dan anda harus tahu dengan pasti mana cara kerja anda yang paling efektif.

Continue Reading →

September 25 2014

Bagaimana Caranya Agar Kita Terbiasa Bangun Pagi? [INFOGRAPHIC]

Saya sendiri adalah pribadi yang terkadang punya masalah dengan bangun pagi. Jika harus dikejar flight pagi, biasanya saya putuskan untuk tidak tidur saja dan menggantinya dengan tidur selama perjalanan di Taksi ataupun di Pesawat. Kondisi ini terkadang menggangu saya, apalagi setelah selesai menempuh perjalanan saya langsung dihadapkan dengan serangkaian meeting dan kerjaan yang menguras pikiran. Bisa-bisa energi saya habis sebelum semua kerjaan saya tuntas.

Berikut ini infographic menarik yang baru saja saya temukan dari website majalah Entrepreneur yang memberikan tips tentang bagaimana agar kita bisa menjadi pribadi yang terbiasa bangun pagi. Check it out!

September 22 2014

7 Alasan Mengapa Anda Harus Bersyukur Telah Memasuki Usia 20 Tahunan

Anda sudah memasuki usia 20 tahunan sekarang? Artinya anda sudah tidak muda lagi sekarang. Masa-masa kenakalan jaman SMA dan petualangan jaman kuliah telah lewat. Berganti masa adaptasi terhadap tanggung jawab yang lebih besar lagi, seperti pekerjaan kantor atau mungkin keluarga – bagi anda yang sudah mulai membangun kehidupan rumah tangga. Tapi bagaimanapun juga, usia 20 tahunan usia transisi yang patut disyukuri. Karena pada rentan waktu inilah momentum untuk membangun masa depan anda jauh kedepan telah dimulai.

Berikut ini adalah alasan mengapa anda musti bersyukur sudah memasuki usia 20 tahunan :

1. Mulai memikirkan cita-cita dengan lebih realistis

Sebelum lulus dari bangku kuliah, atau tepatnya di usia sekolahan, sering kali impian masih terlihat abstrak. Mulai dari berkeliling dunia, sukses di usia muda, membuat perusahaan semacam Google hingga menjadi seniman yang paling dikagumi abad ini. Tidak ada salahnya bercita-cita tinggi, yang salah adalah ketidak tahuan kita akan jalan mana yang musti ditempuh untuk mewujudkannya.

Pernah membaca tulisan saya tentang “panduan mendaki gunung” ? Dari situ anda akan tahu bahwa untuk mencapai puncak dari cita-cita yang anda impikan, terdapat beberapa tahap yang harus anda lewati. Tidak ada yang namanya sukses instan. The Beatles saja butuh waktu lebih dari 8 tahun sebelum menginvasi musik industri musik di Amerika, masa anda tidak mau berproses untuk mencapai puncak yang anda impikan?

Di usia 20 tahunan ini, baik emosi ataupun pikiran anda akan menjadi lebih dewasa dalam memandang kehidupan ini. Sehingga anda akan mulai sadar bahwa tidak ada sesuatu yang bisa didapat secara instan.

Ingat! tidak ada jalan pintas menuju surga. Bahkan mereka yang ingin pergi melihat surga sekali pun harus mati terlebih dahulu.

2. Orang lain akan memperhatikan anda dengan lebih serius

Periode usia 20 tahunan akan membawa anda pada tahap kedewasaan, baik secara sikap, emosi, pikiran maupun postur tubuh. Hal inilah yang membuat orang lain memperhatikan anda lebih serius ketika berinteraksi.

Saja jadi ingat akan kisah salah seorang teman saya. Ketika masih berusia 18 tahun dulu, ia pernah berjualan korma ketika bulan puasa dari satu swalayan ke swalayan lainnya. Ia berjualan bukan dalam bentuk satuan atau kardusan, tapi sudah dalam bentuk satuan ton. Beberapa swalayan percaya padanya, beberapa lainnya tidak dan alasannya pun bisa dibilang lucu. Karena ia masih terlihat terlalu muda, pihak swalayan yang mau diajak kerjasama pun ragu. Sekarang, ketika ia sudah menginjak pertengahan 20 tahunan dan terlihat lebih matang, ia pun dapat dengan mudah berinteraksi dan menjalin kerjasama bisnis dengan mereka yang jauh lebih tua dan lebih besar.

Continue Reading →

September 14 2014

7 Ciri-ciri Mereka yang Mempunyai Kecerdasan Emosional yang Tinggi

Akhir-akhir ini, kita semakin sadar bahwa kecerdasan emosional ini sangat penting bagi tiap individu dalam menunjang kesuksesan dan kebahagiaan mereka, baik di tempat kerja, pergaulan hingga kehidupan keluarga. Memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan membantu anda dalam bersikap praktis ketika di hadapkan pada suatu permasalahan. Untuk itu, kali ini saya akan sharingkan apa saja ciri-ciri mereka yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi. Harapannya, hal ini akan menjadi referensi kita bersama untuk kehidupan kita yang lebih bermanfaat dan bahagia kedepannya.

1. Fokus pada Hal-hal yang Positif

Mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi sadar bahwa percuma saja berlarut-larut dengan masalah. Fokus pada masalah tidak akan pernah membawa solusi, sebaliknya bersikap positif dalam menyikapi masalah akan membawa anda pada solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan anda.

2. Mereka yang Berpikiran Positif akan Berkumpul dengan Mereka yang Berpikir Positif Pula

Orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak akan menghabiskan banyak waktu dengan berkumpul bersama mereka yang suka mengeluh dan mengumpat. Mendengarkan keluh kesah dari mereka yang suka berpikir negatif hanya akan membawa menghabiskan energi kita pada hal yang percuma. Sebaliknya, berkumpul dengan orang yang memiliki pikiran positif dan penuh semangat akan membuat kita tertular juga. Dan inilah yang pada akhirnya akan meningkatkan kecerdasan emosional anda juga.

3. Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi selalu Assertive

Assertive adalah sebuah sikap tegas dalam mengemukakan suatu pendapat, tanpa harus melukai perasaan lawan bicaranya. Orang yang assertive sangat tahu betul kapan mereka harus bicara, kapan mereka harus mengemukakan suatu pendapat dan bagaimana cara yang tepat untuk memberikan sebuah solusi tanpa harus menggurui. Dan yang pasti mereka yang memiliki sikap assertive selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bicara.

Continue Reading →

September 13 2014

Inspirational Movie about Dyslexia

Inspirational movie, recommended by a friend. Tells alot about kid with dyslexia.

In their school era, dyslexic kids usually looks like dumb, rebel and lazy. No matter how hard they study, it really hard to understand all of those subjects. In early years of their primary school, they cannot read even a single word.

For example :
The word “Ani”
Dyslexic kid maybe know about the letter of “A” but how about “ni”? Normal kid will be know that “ni” is a combination of “N” and “I” but dyslexic kid didn’t know about that.

But after watching this film, you’ll be know that dyslexic kid is not that dumb, rebel and lazy. They juat like any others with a special needed. They just need to know what is their passion and you’ll know that they are extraordinary.

~ Don’t worry dyslexic kids. We still have our own future. And the most important thing, we are not that stupid! ~