September 22 2016

Belajar Arti Kegagalan dari Ignition Kedua Gerakan 1000 Startup Digital di Jogjakarta

Minggu 18 September 2016 kemarin, bertempat di Graha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta, saya diberi kesempatan untuk memoderatori salah satu sesi di program Ignation yang kedua yang diinisiasi oleh teman-teman dari Gerakan 1000 Startup Digital Indonesia.

Dalam sesi yang bertemakan “Fasil Fast, Fail Forward” ini, saya berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan dua orang panelis sekaligus, yakni Frida Dwi Iswantoro, Co-Founder dari Agate Studio dan juga Hiro Whardana yang merupakan CEO dari Code Inc.

Continue Reading →

September 13 2016

Contoh Essay LPDP – Sukses Terbesar dalam Hidupku

Ketika kita masih di usia sekolah dasar, kita pasti pernah mendengar sebuah peribahasa yang mengatakan:

“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan nama.”

Secara pribadi, saya sebenarnya kurang setuju pada penggalan kalimat terakhir dari peribahasa di atas, tepatnya pada kalimat“manusia mati meninggalkan nama”. Bukannya saya ingin mencela nenek moyang kita yang telah susah payah membuat pribahasa ini, tapi mari kita pikirkan, bagaimana seseorang mati dan hanya meninggalkan sebuah nama di dunia ini? Apa saja kiranya yang mereka lakukan ketika hidup?

 

Mereka yang mati dan hanya meninggalkan nama pastilah “tidak berbuat sesuatu yang berarti” ketika mereka masih hidup. Karena mereka yang hidup dan “berbuat sesuatu yang berarti” pasti akan meninggalkan sebuah legacy yang membuat mereka selalu dikenang karena karya mereka mampu menyentuh hidup orang banyak. Itulah mengapa kita mengenal seorang bernama Steve Jobs dengan Apple Computer-nya, Albert Einstein dengan teori relativitasnya, Mahatma Gandhi dengan gerakan perlawanan nirkekerasannya hingga presiden Soekarno yang berhasil memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Mereka inilah sebagian kecil dari contoh-contoh mereka yang sukses “membuat sesuatu yang berarti” dan menyentuh hidup orang banyak lewat legacy atau karyanya. Legacy ini juga yang pada akhirnya membuat mereka tetap “hidup”, walau raga mereka telah mati. Dan dari sinilah saya terinspirasi untuk mendefinisikan arti sukses terbesar dalam hidup saya.

Continue Reading →

September 13 2016

Contoh Essay LPDP – Kontribusiku untuk Indonesia

Saya selalu merasa bangga dan senang menjadi katalisator perubahan positif bagi lingkungan sekitar. Karena dengan begitu, saya memiliki kontribusi aktif dalam memajukan lingkungan saya dengan berbagai macam karya yang telah saya wujudkan. Dan dalam hal ini, saya awali dengan mewujudkan sebuah organisasi bernama TEDxTuguPahlawan (www.tedxtugupahlawan.org).

 

Didirikan pada awal Februari 2012, TEDxTuguPahlawan adalah sebuah organisasi non-profit di bawah lisensi dari organisasi internasional bernama TED (www.ted.com), yang bertujuan untuk menjadi katalisator ide-ide kreatif dalam upaya mengajak talenta lokal untuk berkarya demi kemajuan dunia, utamanya di bidang Technology, Entrepreneurship dan Design.

 

Dalam perjalanannya, saya berhasil mengajak berbagai macam pihak untuk mendukung visi TEDxTuguPahlawan. Bank Indonesia di Surabaya, Konsulat Jenderal Amerika di Surabaya serta Institut Francais d’Indonesie, adalah sebagian nama besar yang secara aktif mendukung kegiatan-kegiatan kami.

 

TEDxTuguPahlawan secara aktif mengadakan berbagai macam kegiatan dalam bentuk diskusi bulanan dan juga konferensi tahunan dengan mengundang berbagai macam pakar untuk berbagi ide briliannya pada sebuah forum yang inklusif dan inspiratif. Konjen Amerika Serikat untuk Surabaya – Joaquin Monserrate, Pakar Tata Kota ITS – Professor Johan Silas, Bupati Banyuwangi – Abdullah Azwar Anas hingga dokter Gamal Albinsaid penemu asuransi sampah, adalah sebagian nama besar yang pernah berbagi inspirasi di forum ini. Dalam setiap sesi sharing-nya, para pakar yang berbagi ide ini akan direkam dalam video berdurasi kurang dari 20 menit dan untuk selanjutnya video ini dikontribusikan kepada pihak TED dan di-upload di www.ted.com agar pada akhirnya masyarakat dunia dapat menikmati hasil pemikiran talenta lokal Surabaya.

Continue Reading →

September 13 2016

Hi! I am back to blog again :)

This picture was taken a week ago when i travelled to Karimunjawa island with some of my TEDxTuguPahlawan mates

After one year vacuum from blogging, now i would like to state to all readers that i am back to write again in this blog. Some people may wonder the reason why i have been stopping from blogging such a long time but in the other hand, i still love to hear questions from some of my readers about the reason behind my vacuum to blog again (Obviously they chatted me on my facebook and emailed me. Btw i also thanks for those who adoring the articles on this blog. It makes me passionate again to blog).

That is actually one reason behind why this blog has never been updated in a year, and the reason is PREPARATION FOR MY MASTER DEGREE.

Since May 2015, i decided to dedicate myself to improve my english skills especially in grammar and pronunciation. Previously, i learned english by autodidact. I boldly practiced my english by directly having conversation with some of my english speaking friends that i found by the time i organise TEDx here in Surabaya and i also when i got a chance to get involve on some fellowship programs. After all this time, i started to realise that this skill would never make my english qualified for applying a scholarship for continuing my master degree.

Continue Reading →

September 13 2015

The single biggest reason why startups succeed

Today i found a great TEDTalk about startups spoken by Bill Gross. FYI, Bill Gross has founded a lot of startups and incubating many others. By time he had been working in startups, he got curious about why some succeeded and others failed. So he did some research and collected data from hundreds of companies – his own and others – and started to rank each company on five factors:

  1. Ideas
  2. Team
  3. Business Model
  4. Funding
  5. Timing

Based on those factors, which one do you thing is the most important factor for creating the great startup company? So people may say it’s about ideas and the others may say is about funding. But after you watch the whole six minutes video, you’ll get the answer which factor that take crucial role for succeeding your startup company.

What do you think about that talks? Now you have a great reference for succeeding your startup, than i wish you all – who read this post – best luck!

September 11 2015

Paradoks Seorang Jenius

The Genius itself: Robert Oppenheimer

Sudahkah Anda Mendengar Cerita Christopher Langan?

Jika anda diminta menyebutkan siapa nama orang paling jenius di dunia dalam sejarah hingga hari ini? Mungkin jawaban anda adalah Albert Einstein. Tapi jika pertanyaannya sedikit saya rubah seperti, siapakah orang dengan nilai kecerdasan intelektual atau IQ paling tinggi dalam sejarah hingga hari ini, apakah anda akan menjawab Albert Eintein sekali lagi? Kebanyakan mungkin masih akan menjawab Iya. Tapi ketauhilah bahwa pemilik nilai IQ tertinggi dalam sejarah bukanlah Albert Einstein, meskipun dengan teori relativitasnya dapat merubah persepsi kita akan gravitasi yang merupakan konsekuensi dari ruang dan waktu, tapi perlu diketahui bahwa nilai IQ Albert Einstein “hanya” berkisar pada angka 150an saja. Lantas siapa pemilik nilai IQ tertinggi dalam sejarah hingga hari ini? Perkenalkan namanya adalah Christopher Langan.

Menurut beberapa media di Amerika Serikat, Christopher Langan dilabeli sebagai “The Smartest Man in America”, hal ini sebenarnya tidak berlebihan mengingat nilai IQ dari Christopher Langan mencapai angka 195 sampai dengan 210. Bandingan dengan Einstein yang “hanya” pada kisaran 150an saja, cukup jauh bukan?

Continue Reading →

August 14 2015

School Kills Creativity by Sir Ken Robinson

I knew Sir Ken Robinson for the first time from his video at TED.com which described about “How the school kills our creativity”. That video really open my eyes that our school actually not only have a role to develop our knowledge, but it might be also kills our creativity and critical thinking. Because when we were at the school, the hierarchy that been developed seems like insist us to study the subject that only useful for the job. Art, music and dance will be at the bottom of the hierarchy because of educator didn’t believe that it’s really useful for our future. Our educator believed that those who expert in academic subject must be the smart one. Conversely with those who expert in non-academic subject, our educator still believe that they will go nowhere.

This short insightful video will explain us the opinion of Sir Ken Robinson about the school and creativity, and how we should see our education system from another perspective. For all educators (including me), it’s a must to watch it!

“Imagination is the source of every form of human achievement. And it’s the one thing that I believe we are systematically jeopardizing in the way we educate our children and ourselves.”- Sir Ken Robinson

June 18 2015

Persamaan antara Bill Gates dengan The Beatles

Penulis Buku Outliers – Malcolm Gladwell. Photo by Mashable.

Dalam buku karya Malcolm Gladwell yang brilliant berjudul Outliers memuat sebuah pemikiran bahwa keberhasilan dalam melakukan sebuah tugas yang kompleks mensyaratkan adanya jumlah minimum waktu latihan secara berulang-ulang untuk memperoleh keahlian dalam sebuah bidang tertentu. Pemikiran ini bernama teori sepuluh ribu jam – sebuah angka ajaib agar seseorang dapat mencapai peak performance-nya.

Seorang ahli saraf bernama Daniel Levitin menjelaskan dalam tulisannya, “Dalam berbagai penelitian terhadap para seniman, penulis novel fiksi, musisi, olahragawan hingga penjahat kelas kakap, angka sepuluh ribu jam selalu muncul berulang kali. Belum ada seorang pun yang pernah menemuan bahwa seseorang dapat menjadi ahli kelas dunia dengan waktu latihan yang lebih sedikit. Sepertinya otak kita memang membutuhkan waktu sepanjang itu untuk menyerap semua yang dibutuhkan untuk menjadi seorang yang ahli di bidangnya.”

Tetapi bagi Anders Ericsson dan mereka yang memperdebatkan pentingnya bakat, hal ini tidak mengejutkan sama sekali. Tanpa latihan sepuluh ribu jam, tidak mungkin seseorang menguasai keahlian yang dibutuhkan untuk bisa bermain di tingkatan tertinggi. Bahkan Mozart sekalipun – musisi yang dianggap paling jenius sepanjang masa – tidak dapat menciptakan karya-karya original terbaiknya sebelum berlatih keras selama sepuluh ribu jam. Di awal karirnya sebagai musisi, beberapa karya awal Mozart tidaklah luar biasa. Sejumlah karya awalnya mungkin ditulis oleh ayahnya dan mungkin dikembangkan sendiri seiring berjalannya waktu. Bahkan beberapa karyanya ketika masih kecil merupakan aransemen ulang karya komponis lainnya. Dari beberapa concerto yang diciptakan sendiri oleh Mozart, karya paling awal yang kini dinilai sebagai karya bersarnya baru diciptakannya pada saat berusia dua puluh tahun: pada saat itu Mozart sudah berlatih menciptakan berbagai macam concerto selama sepuluh tahun lamanya.

Latihan bukanlah hal yang dilakukan setelah kita menjadi hebat. Latihan adalah hal yang membuat kita hebat. Bakat diawal saja tidak cukup tanpa adanya latihan yang cukup. Itulah yang pada akhirnya membedakan mengapa ada anak berbakat yang sukses dengan yang gagal.

Continue Reading →