May 26 2015

Pelajaran Penting untuk Mereka yang Mulai Menjadi Pemimpin

9 Mei lalu TEDxTuguPahlawan Conference kembali di selenggarakan di Auditorium Universitas Ciputra Surabaya, tidak terasa bahwa saya telah memimpin organisasi ini selama kurang-lebih empat tahun. Awal kali didirikan pada awal 2012 lalu, saya tidak pernah berpikir bahwa organisasi ini akan mampu berkolaborasi dengan The US Consulate General of Surabaya, Bank Indonesia dan berbagai macam organisasi berpengaruh lainnya. Tapi seiring berjalannya waktu dan masuknya para talenta yang ikut mengembangkan organisasi ini, kami toh akhirnya bisa dipandang sebagai sebuah organisasi yang cukup punya nama di kota Surabaya ini, bahkan mungkin Indonesia.

Selama kurang lebih empat tahun memimpin, banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik, mulai dari menumbuhkan chemistry antar anggota sampai dengan menyatukan visi bersama. Sebagai refleksi atas perjalanan yang sejauh ini, berikut adalah pelajaran yang saya ambil ketika mulai memimpin sebuah organisasi dan semoga berguna juga bagi anda yang mulai menjadi seorang pemimpin.

Jangan pernah malu berbuat salah

Ketika anda pertama kali menjadi seorang leader dan belum pernah memiliki referensi model kepemimpinan apa yang paling pas dengan organisasi maupun kolega anda, jangan pernah ragu untuk bertanyaa pada leader-leader yang telah anda percaya ataupun membaca berbagai macam buku tentang leadership. Karena referensi yang tepat akan membantu anda dalam membuat keputusan yang bijak.

Tapi perlu diketahui juga, mengambil referensi dari orang lain mampun buku belum tentu menggaransi anda dari kesalahan dalam membuat perencanaan maupun keputusan. Jika sampai pada titik ini mulai anda alami, jangan pernah sungkan untuk meminta masukan dari kolega anda. Karena keputusan seorang leader haruslah bermanfaat bagi setiap kolega yang ada di sebuah organisasi.

Creating the Future is about collaboration

Ketika seseorang baru bergabung dalam sebuah organisasi, umumnya mereka penasaran kemana anda akan membawa sekumpulan manusia dalam tim ini kedepannya. Jadilah pribadi yang terbuka dan transparan. Ceritakan apa visi dan rencana anda dalam beberapa waktu kedepan dan bersiaplah selalu untuk menerima feedback dari rekan-rekan untuk masa depan bersama organisasi anda. Remember! The Speed of the leader is the speed of the gang.

Continue Reading →

April 15 2015

5 Hal yang Menandakan Sudah Saatnya Anda Keluar dari Pekerjaan Anda

Terlepas dari berapa usia anda saat ini, apa latar belakang anda hingga berbagai macam pencapaian selama anda berkarir, terkadang ada saatnya bagi kita untuk merenung dan berpikir, akan dibawa kemana karir kita di masa yang akan datang. Renungan ini sering kali bermuara pada proses pencarian kita untuk mendapatkan peluang baru yang menurut kita akan jauh lebih prospektif dan menantang.

Tapi sebelum melangkah lebih jauh untuk keluar kerja atau resign dan mendaki tangga karir yang lain, ada baiknya anda memperhatikan hasil sebuah riset psikologis dari Harvard Business Review tentang tanda-tanda yang menunjukkan sudah saatnya anda keluar dari pekerjaan anda saat ini.

1. Tidak Belajar Apa-apa dari Pekerjaan Saat Ini

Jika dalam pekerjaan anda saat ini anda belajar banyak hal, baik itu hard skill, soft skill atau bahkan value-value perusahaan yang akhirnya ikut membentuk karakter anda, maka beruntunglah! Anda berada di tempat yang tepat. Namun jika anda merasa tidak mendapatkan apa-apa selain hanya gaji bulanan saja, maka ini saatnya anda mencari pekerjaan lain. Ingat! Your job is not your career. Untuk mendaki tanda karir yang lebih tinggi lagi dibutukan proses pembelajaran yang berkelanjutan, bukan hanya sekedar gaji bulanan.

Continue Reading →

April 4 2015

Global Youth Startup ASEAN 2015 – The Melting Spot for Youth Leaders, Hustlers, Designers and also Coders

Sebenarnya sudah lama saya ingin sharing pengelamanan saya mengikuti acara Global Youth Startup ASEAN 2015 pada pertengahan Maret kemarin. Tapi apa mau dikata, karena kesibukan sana-sini, akhirnya baru kali inilah saya berkesempatan membagikan pengalamanan ini kepada anda.

Awalnya saya mendapat info tentang Global Youth Startup ASEAN dari seorang teman yang saya kenal dari acara YSEALI di Myanmar – Zakwan Buang. Awalnya ia memposting info ini di group YSEALI Myanmar, lalu ia mulai meminta saya untuk menyebarkan info ini ke beberapa rekan melalui facebook chat. Ketika iseng-iseng share info ini, kenapa ngga apply aja sekalian?

Continue Reading →

March 27 2015

5 Quotes tentang Leadership dari Para Pemimpin yang Saya Kagumi

Tentang definisi seorang leader

Presiden ke 6 negeri adidaya Amerika Serikat – John Quincy Adams – sangat terkenal akan kutipannya tentang definisi seorang leader. Seperti apa yang ia katakan, saya pribadi sangat setuju bahwa seorang leader adalah mereka yang mampu membuat mereka yang dipimpinnya untuk dapat bermimpi lebih, belajar lebih dan menjadi lebih daripada apa yang mereka bayangkan sebelum anda memimpin mereka.

“If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader.” – John Quincy Adams

Tentang tugas seorang leader

Setiap pemimpin pasti memiliki sebuah visi, lihatlah bagaimana pemilu berlangsung di negeri ini beberapa bulan yang lalu, semua calon pemimpin datang dengan visinya yang kebanyakan terdengar begitu bombastis. Masalahnya, sebuah visi yang diutarakan tanpa usaha untuk merealisasikan bisa dikatakan hanya jargon belaka. Merupakan tugas seorang leader untuk mentransformasukan sebuah visi menjadi aksi nyata.

“Leadership is the capacity to translate vision into reality” – Warren Bennis

Continue Reading →

March 13 2015

Tentang Para Extrovert dan Introvert, serta bagaimana cara otak mereka bekerja

Weekend kemarin saya membaca artikel yang sangat menarik di FastCoExist tentang kecenderungan jawaban para extrovert dan introvert apabila mereka dilontarkan pertanyaan “Mana yang lebih anda pilih, antara gunung atau pantai?”

Sebenarnya pertanyaan semacam ini sudah pernah saya temui sebelumnya, namun saya memahaminya hanya sebagai sebuah pertanyaan pancingan untuk mendapatkan alasan yang akhirnya bisa mulai kita analisa.

Sebagai contoh, jika saya tanya “anda lebih suka bertamasya ke gunung atau ke pantai?” saya hanya menganggap pertanyaan ini sebagai pancingan saja dulunya. Lalu ketika anda menjawab “pantai” selanjutnya saya akan bertanya”mengapa?” yang akhirnya akan membawa pada sebuah analisa kepribadian anda.

Misal anda memilih pantai karena “view-nya yang indah dan banyak betebaran cewek cantik berbikini”, dapat saya simpulkan bahwa anda adalah tipikal orang visual. Cara pandang anda, cara bagaimana anda berpikir hingga bagaimana anda tertarik akan suatu permasalahan, banyak dipengaruhi oleh rangsangan visual. Anda selalu ingin tampil sempurna baik dari cara berpakaian maupun berjalan. Dan anda pun lebih tertarik dengan mereka yang memiliki “tampilan visual” yang bagus, ex: cantik, ganteng, keren dan semacamnya.

Continue Reading →