5 Hal yang Menandakan Sudah Saatnya Anda Keluar dari Pekerjaan Anda

Terlepas dari berapa usia anda saat ini, apa latar belakang anda hingga berbagai macam pencapaian selama anda berkarir, terkadang ada saatnya bagi kita untuk merenung dan berpikir, akan dibawa kemana karir kita di masa yang akan datang. Renungan ini sering kali bermuara pada proses pencarian kita untuk mendapatkan peluang baru yang menurut kita akan jauh lebih prospektif dan menantang.

Tapi sebelum melangkah lebih jauh untuk keluar kerja atau resign dan mendaki tangga karir yang lain, ada baiknya anda memperhatikan hasil sebuah riset psikologis dari Harvard Business Review tentang tanda-tanda yang menunjukkan sudah saatnya anda keluar dari pekerjaan anda saat ini.

1. Tidak Belajar Apa-apa dari Pekerjaan Saat Ini

Jika dalam pekerjaan anda saat ini anda belajar banyak hal, baik itu hard skill, soft skill atau bahkan value-value perusahaan yang akhirnya ikut membentuk karakter anda, maka beruntunglah! Anda berada di tempat yang tepat. Namun jika anda merasa tidak mendapatkan apa-apa selain hanya gaji bulanan saja, maka ini saatnya anda mencari pekerjaan lain. Ingat! Your job is not your career. Untuk mendaki tanda karir yang lebih tinggi lagi dibutukan proses pembelajaran yang berkelanjutan, bukan hanya sekedar gaji bulanan.

2. Performa Anda Menurun

Jika anda mengalamai stagnasi kerja atau ter-default melakukan pekerjaan yang menurut anda sudah tidak ada artinya lagi – padahal sebelumnya anda adalah pribadi yang penuh kreativitas dan kepercayaan diri – bisa disimpulkan bahwa performa anda telah menurun. Cepat atau lambat, hal ini akan berpengaruh buruk terhadap resume anda. Jika anda ingin mengembalikan performa anda dan bergelut dengan hal-hal baru yang lebih menantang dan membuat anda tumbuh, maka keluar dari pekerjaan saat ini adalah sebuah keharusan.

3. Anda Merasa Diremehkan

Walaupun dalam pekerjaan saat ini anda puas dengan gaji dan prospek jenjang karir kedepannya, tetapi jika pihak atasan selalu meremehkan anda, merasa anda tidak memiliki kontribusi yang berarti hingga memberi anda tugas yang remeh-remeh saja, inilah saat yang tepat untuk meninggalkan korporasi itu. Selain itu mereka yang merasa diremehkan di tempat kerja memiliki kecenderungan untuk terlibat pada aktivitas yang kontraproduktif. Sangat disayangkan sekali bukan?

4. Anda Hanya Melakukannya Karena Uang

Meskipun banyak alasan orang bekerja adalah untuk mendapatkan uang, tetapi jika anda mengingat kembali hierarchy’s maslow, anda akan paham bahwa kebutuhan manusia untuk terus berkembang bukan hanya soal psikologis dan safety. Tetapi juga ada kebutuhan untuk dihargai, self-esteem dan juga self-actualization. Jika anda ingin terus berkembang dan mencapai puncak karir anda, maka uang harusnya bukan menjadi satu-satunya alasan anda untuk bekerja.

5. Anda Mulai Membenci Bos Anda

Seperti kata pepatah, people join companies but they quit their bosses. Hal ini berarti ada perbedaan antara karyawan yang tidak menyukai pekerjaan mereka dengan yang tidak menyukai atasan mereka. Dalam penelitian yang tercantum dalam sebuah artikel di Harvard Business Review, sekitar 75% para pekerja dewasa mengungkapkan alasan stress mereka adalah bos mereka sendiri. Hal ini menerangkan bahwa atasan anda memiliki peran vital untuk membuat anda stay atau resign. Jika dalam pekerjaan, bos anda sudah mulai menemui ketidak nyaman dengan bos anda, utamanya dalam hal pekerjaan. Mungkin ini adalah tanda-tanda bahwa anda harus mencari bos baru yang lebih bisa menginspirasi untuk mencapai peak performance atau sudah saatnya anda menjadi bos dari diri anda sendiri.

Semoga poin-poin di atas dapat menjadi pertimbangan bagi anda yang ingin resign atau keluar dari pekerjaan. Karena dengan pertimbangan yang matang, hal ini dapat meminimalisir resiko anda agar tidak salah jalan dalam mendaki tangga karir.

 

“the best way to predict the future is to create it” – Abraham Lincoln

Artikel ini juga dipublish di TEDxTuguPahlawan

Comments

comments