5 Pelajaran yang Harusnya Diketahui oleh Pendiri Startup Bisnis

1. Mungkin Saja Idemu Ini Bukanlah Ide yang Baru

Tahukah anda, bahwa ide untuk mendaratkan orang ke bulan sudah dimulai sejak tahun 1902? sejak George Meilies pertama kali membuat film berwarna dengan tangannya sendiri yang berjudul Voyage Dans La Lune. Jika anda bertanya daripada ide Printer 3D berasal, anda pasti tidak percaya bahwa ide ini berasal dari film Doraemon. Jadi ide yang muncul di kepala manusia hari ini, sebenarnya telah dipikirkan oleh manusia di masa sebelumnya. Teknologi terbaru di masa kini sebenarnya telah dipikirkan oleh banyak seniman di masa sebelumnya.

Sebagai pendiri sebuah startup bisnis, sering kali kita berpikir bahwa ide kita ini sangat original dan pasti akan sukses di masa yang akan datang. Tapi apakah demikian?

Coba anda bayangkan mengapa Hendy Setiono pendiri Kebab Baba Rafi bisa sukses di Indonesia? Dia pertama kali membuka bisnisnya di Surabaya dan komunitas Arab di Surabaya dengan kedai Kebabnya tidaklah sedikit, hal ini bisa kita lihat di sekitar kawasan Ampel. Namun mengapa dia bisa sukses? Satu hal yang mungkin bisa kita lihat bersama, ia mendekatkan produknya ke masyarakat dengan lebih intim. Dengan gerobak yang pertama kali ia buka di dekat kawasan Untag, tidak hanya kalangan keturunan Arab saja yang bisa menikmati Kebab, tapi juga masyarakat Indonesia pada umumnya.

Ide kita mungkin juga ada di pikiran orang lain, tapi eksekusi dan visi akan ide itulah yang nantinya akan membedakan kita dari orang lain yang memiliki ide sama dengan kita.

2. Setiap Hewlett Butuh Packard

Cerita ini adalah salah satu legenda Silicon Valley yang paling terkenal. Tentang chemistry yang tumbuh satu sama lain diantara para co-founder. William Hewlett dan Davis Packard adalah pendiri salah satu perusahaan teknologi terkemuka Hewlett-Packard atau yang biasa disingkat HP. Ketika pertama kali mereka memutuskan untuk mendirikan perusahaannya pada tahun 1939, mereka berdua bingung untuk memutuskan namanya. Satu hal yang pasti, mereka ingin kedua nama mereka disematkan pada nama perusahaan. Akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan toss koin untuk menentukan nama siapa yang dipakai lebih dahulu.

David Packrad pun menang, lalu William Hewlett berkata bahwa nama perusahaan ini Packrad-Hewlett. Namun dengan kebesaran hati David Packard, dia memutuskan bahwa namanya adalah Hewlett-Packard.

Banyak perusahaan dunia belakangan ini yang pendirinya lebih dari satu orang, mulai dari Microsoft dengan Bill Gates dan Paul Allen, Apple dengan Steve Jobs dan Steve Wozniak hingga Google dengan Larry Page dan Sergey Brin. Pepatah lama mengatakan “If you want to go fast, go alone.If you want to go far, go together.”

3. Begulat di Status Quo

Jika anda lihat tren bisnis anak muda di Indonesia, anda bisa lihat pada masa tertentu idenya akan sama semua. Di awal tahun 2000-an, ketika satu anak muda muncul dengan label Black-ID, semua mencoba peruntungan dengan ide yang sama yakni membuka distro. Ketika Kabab Baba Rafi pertama kali mencuat, di dekat kampus saya berdiri Kebab Omar dan di dekat rumah saya malah ada Kebab Dean. Hingga yang terbaru mungkin keripik pedas, satu orang bikin, semuanya pada ingin bikin. Jika tren seperti ini terus berlanjut, bukannya idustri anak muda Indonesia akan semakin maju. Tapi hal ini akan menciptakan sebuah bubble yang siap menjatuhkan bisnis anak muda satu sama lain.

4. Jangan Dulu Bermimpi Mempunyai Kantor Seperti Google

Mempunyai kantor seperti Google dengan banyak fasilitas yang memanjakan dan permainan kreatif adalah impian banyak orang, tak terkecuali kita. Ketika anda bermimpi mempunyai perusahaan sebesar Google, anda boleh mengadopsi semangat kreatifnya, tapi jangan dulu dengan fasilitas permainannya. Jangan biarkan karyawan anda bermain game di saat jam kantor, walaupun ia mengatasnamakannya sebagai salah satu cara berpikir kreatif.

Ingat! dulu pertama kali Sergey Brin dan Larry Page mendirikan perusahaan ini dengan susah payah. Mereka bahkan merakit servernya dengan menggunakan lego. Jadi jangan pernah berpikir enak dulu ketika memulai bisnis. Bayarlah dimuka dulu kerja kerasnya.

5. Tidak Semua Karyawan Mempunyai Komitmen Seperti Anda

Jangan kaget ketika pertama kali anda menambahkan orang baru di perusahaan anda di luar tim pendiri. Sering kali mereka datang dengan tujuan yang berbeda dengan anda. Tujuan anda mungkin untuk menaklukkan dunia dengan startup bisnis anda, tapi tujuan karyawan baru itu mungkin tidak lebih dari sekedar uang. Jangan pernah kaget dengan hal ini. Yang perlu anda usahakan adalah bagaimana anda sebagai seorang pendiri startup bisnis mampu memenuhi tujuan masing-masing, baik itu tujuan karyawan berupa uang bulanan, atau tujuan anda pribadi dan tim pendiri untuk membesarkan perusahaan anda.

 

Artikel ini juga diterbitkan di Yahoo! Indonesia dan Studentpreneur

Comments

comments