7 Alasan Mengapa Kita Mengorganisir Konferensi TEDx di Indonesia

DJ Mocha – TEDxTuguPahlawan Conference 2013 : Generation Flux

TED adalah sebuah organisasi non-profit yang bertujuan untuk menjadi katalisator ide-ide brilian yang memiliki dampak signifikan untuk membuat sebuah perubahan. TED sendiri dimulai pada tahun 1984 sebagai sebuah konferensi yang bertujuan untuk menyatukan ide-ide inspiratif dari dunia Teknologi, Entertainment dan juga Desain. Namun seiring perkembangan dari konferensi ini, topi yang dibahas pun tidak hanya mencakup tiga hal itu saja, tetapi isu-isu seputar bisnis, psikologi hingga sosial pun tak luput dari pembahasan TED.

Sementara itu, sejak tahun 2008, TED membuka kesempatan bagi semua orang di seluruh dunia untuk dapat mengorganisir event seperti TED yang kemudian di berinama TEDx. Di Indonesia sendiri kita mengenal beberapa organisasi TEDx, seperti : TEDxJakarta, TEDxJakSel, TEDxBandung, TEDxITT, TEDxTuguPahlawan, TEDxITS, TEDxUbud hingga TEDxMakassar.

Berikut ini adalah poin opini saya, mengapa anak muda seperti kita ini harus mengirganisir konferensi TEDx di Indonesia :

1. Magnet Sesama Anak Muda yang Peduli akan Perubahan

Ketika awal kali memiliki ide untuk mengorganisir TEDxTuguPahlawan di Surabaya tahun 2011 lalu, saya masih sedikit ragu, apakah nantinya antusiasme di kota ini akan seramai di Jakarta, Bandung dan Ubud. Ketika saya mulai mem-posting ide ini di sosial media, mulailah beberapa anak muda yang sevisi tertarik untuk mendukung mewujudkan hal ini. Rata-rata mereka yang tertarik adalah mereka yang peduli terhadap perubahan dan berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif untuk kota Surabaya. Dan hal ini pun sepertinya juga terjadi di Jakarta, Bandung dan Ubud. Sepertinya nama TED sendiri telah menjadi magnet bagi anak muda yang peduli akan perubahan dan ide-ide brilian untuk berkumpul bersama dan membuat sebuah karya.

2. Bertemu dengan Narasumber yang Memiliki Ide Brilian

Anies Baswedan – TEDxJakarta Conference 2011 : Somethink Different

Brand TED sendiri sebenarnya telah memiliki kredibilitas yang sangat baik di mata publik. Meskipun calon narasumber yang akan anda ajak untuk hadir dalam acara TEDx anda belum mengerti konsep dari TED, ketika anda mulai menjelaskan dan menampilkan beberapa video dari TED, banyak orang akan tertarik untuk berkontribusi dalam acara ini. Dari sinilah anda nantinya akan mengenal para narasumber yang memiliki ide brilian tadi. Syukur-syukur anda dapat berteman baik dan belajar banyak dari mereka.

3. Menjembatani Talenta Lokal agar Lebih Dikenal Luas oleh Publik

Ainun Najib : Konseptor KawalPemilu.org – TEDxUbud 2014

Ketika kawalpemilu.org pertama kali diluncurkan pada pertengahan tahun 2014, siapa yang sangka bahwa situs ini telah menjadi sebuah platform yang ampuh untuk mengawal sebuah transparansi pada proses pemilu Indonesia beberapa waktu yang lalu. Melihat hal ini, masyarakat Indonesia, bahkan dunia mulai bertanya-tanya, siapa the man behind this great job? Adalah seorang insinyur yang saat itu berdomisili di Singapura bernama Ainun Najib-lah yang menjadi pentolan dari proyek ini.

Pada tahun 2014 kemarin, TEDxUbud berhasil mengundang Ainun Najib untuk mensharingkan idenya tentang KawalPemilu.org ini kepada publik dan mendapatkan sambutan yang begitu antusias.

Ketika anda mulai mengorganisir TEDx conference dan mulai mengkurasi siapa saja narasumber yang layak anda tampilkan dalam acara anda, dalam prosesnya, anda akan tahu bahwa banyak di luaran sana orang-orang Indonesia yang memiliki ide, pengetahuan dan karya yang luar biasa yang sebenarnya sangat layak diapresiasi oleh publik.

Mungkin orang itu bukanlah public figure dan sangat sedikit sekali yang mengenal mereka. Siapa yang sebelumnya kenal dengan sosok Ainun Najib, padahal karya beliau ini sangat berjasa bagi transparansi pemilu Indonesia di tahun 2014 kemarin. Setelah – salah satunya – hadirnya sosok Ainun Najib di TEDxUbud, publik akhirnya tahu bahwa beliaulah orang yang berada di balik KawalPemilu.org. Bisa saja setelah hadirnya Ainun Najib di TEDxUbud conference kemarin akan semakin banyak lagi ide yang lahir untuk mengawal transparansi pemilu di negeri ini.

Jadi cobalah posisikan konferensi TEDx anda sebagai sebuah jembatan ataupun katalisator bagi orang-orang dengan ide brilian ini agar mendapat apresiasi lebih dari publik dan biarkan publik terinspirasi lebih jauh, sehingga dikemudian hari akan lahir ide, pemikiran atau karya yang lebih hebat lagi di sekitar anda.

4. Memperkenalkan Kota, Landmark atau Kampus Anda di Peta TED Internasional

Ketika anda mengorganisir konferensi TEDx, pihak TED pusat mewajibkan anda untuk memberi nama tertentu setelah TEDx sebagai brand dari konferensi anda. Nama tersebut bisa berupa kota, landmark atau bahkan kampus tempat anda kuliah. Gunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan Kota, landmark atau bahkan kampus anda kepada organizer TEDx di luaran sana.

Sebagai contoh, sering kali ketika saya browsing acara-acara TEDx di seluruh dunia seperti ini. Saya mendapati banyak nama-nama menarik yang asing disini. Sebagai contoh barusan ini saya menemukan nama TEDxAklavik. Mendengar nama yang begitu asing ini membuat saya penasaran dimana letak dari Aklavik ini. Ternyata Aklavik adalah nama sebuah kota di Canada yang letaknya sangat dekat dengan kutub utara. Bukan tak mungkin orang dengan rasa penasaran ini begitu banyak di luar sana. Bayangkan mereka yang penasaran dengan TuguPahlawan, mereka yang ingin tahu seperti apa Ubud, hingga dimana letak kampus seperti ITS dan ITT.

Selain itu, dengan adanya video promosi hingga website, akan sangat membantu untuk memperkenalkan apa saja yang ada di sekitar venue tempat menyelenggarakan konferensi TEDx anda. Salah satunya, silahkan check video trailer dari TEDxUbud berikut ini yang – menurut saya – dapat merepresentasikan salah satu sudur keindahan Ubud, Bali.

5. Terhubung dengan Komunitas TED dari Seluruh Dunia

Ghulam TEDxITT Bandung (Berkacamata 5 dari kiri) & Radix Hidayat TEDxBandung (Paling kanan depan) menghadiri TEDxSummit di Doha, Qatar tahun 2012

TED sendiri seringkali memberikan program semacam sponsorship (Dishare lewat email dan wajib di-apply terlebih dahulu) yang memungkinkan anda untuk menghadiri beberapa acara TED internasional, seperti TEDGlobal ataupun TEDxSummit secara gratis. Seperti contoh rekan kita Ghulam dari TEDxITT Bandung dan juga Radix Hidayat dari TEDxBandung yang menghadiri TEDxSummit di Doha, Qatar pada tahun 2012 lalu. Dengan adanya acara-acara semacam ini, anda akan berkesempatan untuk membangun koneksi dengan beberapa organizer TEDx Event dari berbagai macam belahan dunia.

Selain itu, beberapa TEDx organizer biasanya juga tertarik untuk mengadakan sesi online sharing bersama via Google Hangout yang memungkinkan anda untuk tetap terkoneksi satu sama lain.

6. Berkontribusi pada Perpustakaan Ide Terbesar di Seluruh Dunia

Saya pribadi melihat website TED seperti sebuah perpustakaan raksasa namun isinya bukan berbagai macam jenis buku, tapi berbagai macam ide yang terangkum dalam sebuah video dengan durasi rata-rata 18 menit. Anda ingin mencari ide tentang dunia pendidikan? anda akan temui video dari Sir Ken Robinson yang membahas mengapa Sekolah dapat Membunuh Kreativitas kita, anda ingin membuat sebuah pergerakan? anda akan temui video singkat Derek Sivers yang inspiratif atau anda seorang pemimpin sebuah organisasi? belajarlah dari apa yang dipaparkan oleh Simon Sinek.

Sekali lagi yang harus kita sadari disini adalah bahwa mereka yang memiliki ide brilian seperti ini juga hidup di Indonesia. Ajaklah mereka untuk berbagi di konferensi TEDx anda, rekamlah, lalu sharingkan pada TED. Sehingga publik dunia pun tahu bahwa di negera yang bernama Indonesia ini juga terdapat orang-orang dengan ide dan karya yang luar biasa.

7. TED is The New Harvard

 Dalam sebuah headline dari Majalah Fast Company yang saya baca sekitar tahun 2011, terdapat satu segmen khusus yang membahas tentang organisasi TED ini. Selain itu, judul dari segmen ini pun tak kalah mengesankannya : How TED Became the New Harvard (lihat foto di sebelah ini).

Dari membaca artikel ini, saya akhirnya paham maksud dari judul segmen yang sepertinya bombastis tersebut. Majalah Fast Company sendiri sebenarnya tidak mengklaim bahwa TED sendiri akan berdiri sebagai sebuah institusi yang akan menyaingi Harvard University, tapi dari sini akhirnya kita tahu, bahwa saking banyaknya ide, pengetahuan hingga karya dari narasumber yang mengisi konferensi TED ataupun TEDx (direkam dan videonya disebarkan lewat internet) menjadikan organisasi ini sebagai sebuah platform yang memuat banyak pengetahuan baru, terbaik dan dari sumbernya langsung. Hal inilah yang akhirnya melatar belakangi Fast Company untuk menobatkan TED sebagai The New Harvard.

Setelah beberapa poin opini saya di atas telah dijabarkan, tidakkah anda tertarik untuk mengorganisir konferensi TEDx di tempat anda?

“Trust me! People with Ideas will change the future” – BagusBerlian.com

Comments

comments