Apa Saja yang Dilakukan Para Pemimpin Dunia Ketika Mereka Masih 20 Tahunan?

Setelah beberapa waktu yang lalu saya menuliskan tentang “7 Kesalahan yang Harusnya Tidak Dilakukan di Usia 20 Tahunan”, kali ini saya menemukan fakta menarik dari para pemimpin dunia dan apa saja yang mereka lakukan di Usia 20 tahunan. Faktanya yang pertama kali diangkat oleh Policymic ini, menampilkan fakta yang beberapa diantaranya cukup mencengangkan. Berikut kita simak, apa saja yang dilakukan oleh para pemimpin dunia ketika mereka masih berusia 20 Tahunan.

David Cameron – Perdana Menteri Inggris

Setelah lulus dari Brasenose Collage, Oxford dengan gelar kehormatan kelas satu, Cameron menghabiskan lima tahun berikutnya dengan bekerja di departemen penelitian untuk Partai Konservatif. Meskipun ia terkenal sebagai peneliti yang berbakat dan pekerja keras, ketika mahasiswa ia pernah bergabung dengan sebuah klub ekskusif mahasiswa yang terkenal akan pestapora dan hura-hura yang bernama The Bullingdon Club.

Fakta Menarik : The Bullingdon Club terkenal akan perilaku buruk anggotanya. Mereka sering kali berbuat onar dan meruka restoran hingga mengencingi kamar mahasiswa. David Cameron seringkali menolak ketika wartawan mewawancarainya tentang The Bullingdon Club.

Angela Merkel – Kanselir Perempuan Pertama di Jerman

Merkel bertemu dengan Ulrich, suami pertamanya, semasa menjadi mahasiswa fisika di Universitas Leipzig pada tahun 1974, ketika ia baru menginjak usia 20 tahun. 3 tahun kemudian mereka menikah dan memutuskan untuk hidup bersama. Pernikahan pertama Merkel berakhir pada tahun 1982, sebelum akhirnya ia menikah lagi pada 1998.

Fakta Menarik : Sambil terus berusia untuk lulus dan mendaptkan gelar, Merkel pernah bekerja sebagai pelayan bar dan tinggal bersama suami pertamanya di kamar apartmen yang sempit seluas 100 meter persegi dengan kamar mandi dan toilet yang menjadi satu.

Bashar Al-Assad – Presiden Syria

Bashar Al-Assad menghabiskan sebagian besar usia 20 tahunannya dengan belajar kedokteran di Universitas Damaskus dan akhirnya lulus pada tahun 1988. Awal karirnya dihabiskan sebagai dokter militer di Damaskus sebelum kemudian pindah ke London.

Fakta Menarik : Bashar Al-Assad sama sekali tidak memiliki ketertarikan di bidang politik awal mulanya. Ketika kakaknya, Bassel, yang digadang-gadang sebagai suksesor ayah mereka – mantan Presiden Suriah Hafez al-Assad –  meninggal secara tragis dalam kecelakaan mobil, Bashar pun mau tak mau harus turun ke dunia politik.

Benjamin Netanyehu – Perdana Mentri Israel

Netanyahu bergabung dengan militer Israel bahkan sebelum ia menginjak usia 20 tahun. Ia melayani unit elit pasukan Israel dan berpartisipasi dalam beberapa operasi penting, termasuk operasi isotop tahun 1072 yang berhasil menyelamatkan penumpang pesawat yang dibajak. Selanjutnya ia menghabiskan awal usia 20 tahunannya di Amerika Serikat dengan belajar arsitektur dan bisnis di MIT.

Fakta Menarik : Diakhir usia 20 tahunannya, Benjamin Natanyehu bergabung dengan pasukan khusus Israel dan telah berpartisipasi dalam berbagai operasi komando, termasuk memimpin salah satu serangan ke Syria saat itu.

Kim Jong-Un – Pemimpin Tertinggi Korea Utara

Kehidupan muda Kim Jong-Un sangat sedikit sekali yang terekspos. Bahkan banyak yang menyangsikan ia lahir di tahun 1982. Masa kuliah, ia habiskan di Kim Il-Sung Millitary University dan mulai menemani Ayahnya (Kim Jong-Il) saat inspeksi militer di lapangan. Ketika kesehatan ayahnya mulai menurun, ia dipromosikan sebagai jendral bintang 4, bahkan sebelum ia berusia 30 tahun.

Fakta Menarik : Meski banyak hal yang berbau Amerika dilarang di Korea Utara, Kim Jong-Un adalah penggemar berat Chicago Bulls dan berhasil mengundang Dennis Rodman mengunjungi negaranya pada tahun 2012.

Hassan Rouhani – Presiden Iran

Setelah mendapatkan gelar sarjana di bidang hukum peradilan di Universitas Teheran, Rouhani berkeliling Iran hanya untuk memberikan pidato Pro Ayatolla Khomeini. Hal ini pada akhirnya menyebabkannya harus melarikan diri dan bergabung dengan Khomeini di pengasingannya di Paris.  Meskipun ia memiliki gelar Hojatoleslam (gelar menengah dalam hirarki Islam Syiah), Rouhani berkali-kali ditangkap karena kesetiaannya kepada Khomeini.

Fakta Menarik : Hassan Rouhani menbayar uang kuliah sarjanya dengan hasil jerih payahnya sendiri tanpa meminta uang dari orang tua. Selanjutnya ia belajar di Skotlandia dan fasih berbicara beberapa bahasa termasuk Persia, Inggris, Arab, Russia, Prancis dan Jerman.

Xi Jinping – Sekretaris Jendral Partai Komunis Cina

Xi Jinping adalah putra dari Xi Zhongxun, salah satu pendiri partai komunis. Ia menghabiskan awal usia 20 tahunannya bekerja di desa terpencil Liangjiahe. Dimasa itu, ia diduga tinggal di sebuah gua galian dan belajar filosofi hidup para petani. Kemudian ia melanjutkan studi teknik kimia di Universitas Tsinghua di Beijing. disini ia juga meraih gelar dalam bidang teori Marxis dan pendidikan Ideologi.

Fakta Menarik : Xi Jinping bekerja sebagai petani sampai usia 22 tahun. Ia diduga tinggal di gua galian dan belajar filosofi hidup para petani kala itu.

Vladimir Putin – Presiden Russia

Pikiran untuk menjadi intelijen bagi negaranya telah ia cita-citakan bahkan sebelum ia selesai kuliah. Setelah mendapatkan gelar hukum dari Leningrad State University, ia memulai karirnya dengan bekerja di badan-badan keamanan negara. Di sana ia bekerja pertama kali sebagai sekretariat direktorat, sealanjutnya di divisi kontra intelijen dan kemudian sebagai personel di sebuah program pelatihan. Begitu ia bekerja di divisi kontra intelijen, petugas intelijen dari negara-negara asing mulai memperhatikannya. Putin menghabiskan lebih dari satu dekade bekerja sebagai petugas intelijen setelah ia menamatkan kuliah.

Fakta Menarik : Sejarah awal kehidupan Putin banyak dirahasiakan, tapi satu yang mungkin banyak diketahui orang. Ketika ia kuliah di awal umur 20 tahunan, ia banyak menghabiskan waktu untuk mengasah kemampuan Judo-nya. Hal inilah yang menjadi filosofi hidupnya hingga kini. Sepertinya bakat kepemimpinnnya telah terlihat sejak ia muda.

Barrack Obama – Presiden Amerika Serikat

Setelah lulus dari Columbia University pada tahun 1983 dengan gelar ilmu politik, Obama pindak ke Chicago dan bekerja sebagai sukarelawan dengan membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk tetap mampu bertahan hidup setelah pabrik baja lokal yang biasa jadi temat bergantung mereka mencari nafkah terpaksa ditutup. Selanjutnya, sebelum melanjutkan studi di Harvard Law School pada tahun 1988, Obama melakukan perjalanan panjang untuk mencari asal-usulnya dan menemui beberapa kerabat dari ayah kandungnya di Kenya.

Fakta Menarik : Obama menghabiskan 2 tahun di Los Angeles dengan belajar di Occidental Collage, sebelum pindah ke Columbia University di New York. Ketika di New York ini ia dilaporkan sering mengkonsumsi alkohol, ganja dan kokain yang ternyata sudah ia mulai sejak masa remaja, hanya untuk menuntaskan hasrat “siapa sebenarnya dirinya” yang selalu keluar dari pikirannya kala itu.

Comments

comments