Bagaimana Penggalangan Dana untuk Pak Hadi Bisa Tembus sampai Rp 150 Juta Hanya Dalam Waktu Dua Hari Saja?

Sekitar sebulanan yang lalu saya membuat kampanye penggalangan dana untuk dosen saya di Kitabisa.com. Satu hal yang menarik dari kampanye ini adalah, dalam waktu dua hari saja dana yang terkumpul bisa mencapai lebih dari Rp 150.000.000,- (Baca: Seratus Lima Puluh Juta). Beberapa orang menganggap hal ini karena kehebatan saya dalam membuat kampanye sehingga dana yang terkumpul dapat sebegitu cepatnya. Tapi dibalik itu semua, ada beberapa hal yang melatar belakangi mengapa dana bantuan untuk Pak Hadi cepat sekali terkumpul. Beberapa hal itu antara lain:

Karena kampanye ini disebarkan melalui platform digital

Di era yang serba terkoneksi ke dalam teknologi digital ini, akan sangat disayangkan sekali jika kita tidak dapat memanfaatkan teknologi digital dalam melakukan banyak kegiatan kita, tanpa terkecuali penggalangan dana seperti yang saya lakukan untuk Pak Hadi. Sejak didirikan pada 6 Juni 2013, kitabisa telah menjadi platform penggalangan dana (khususnya untuk proyek sosial) yang paling dapat dipercaya dan diandalkan di Indonesia. Beberapa fitur dalam kitabisa yang sangat social media shareable ini menjadikan kampanye yang kita buat di kitabisa dapat menjangkau siapapun yang terkoneksi di social media seperti facebook maupun path.

Konten kampanye

Bagaimana pun juga, kitabisa adalah sebuah media, dan dalam media, konten adalah segalanya. Untuk membuat konten yang menarik, duo penulis kondang dari Amerika Serikat – Chip dan Dan Heath – dalam bukunya yang sangat insightful berjudul “Made to Stick” menjabarkan beberapa faktor yang dapat membuat ide kita melekat di benak para pembaca. Beberapa faktor itu antara lain: Simple, Unexpected, Credible, Concrete, Emotional dan juga story.

Sebagai contoh, lihat paragraph pertama kampanye Pak Hadi pada artikel di bawah ini:

“Dosen saya yang inspiratif bernama Pak Hadi Purnomo saat ini sedang menderita pneumonia. Beliau adalah salah seorang dosen Ilmu Sosial & Budaya Dasar di Univeristas Ciputra Surabaya. Beliau juga seorang koreografer, jurnalis, peneliti antropologi, sempat mengajar antropologi di Amerika dan merupakan teman dekat ibunda mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama yakni Ann Dunham (Tepatnya beliau adalah salah satu pembimbing desertasinya). Karena kepakaran beliau juga, beliau dapat bersahabat dekat dengan Sidney Jones, seorang pakar dan peneliti terorisme di Asia Tenggara dan penasihat senior dari International Crisis Group (ICG)”

Kalimat yang saya tebali di atas merupakan suatu cara bagi saya untuk membangun kredibilitas Pak Hadi bahwa Pak Hadi bukanlah orang sembarangan. Ia pernah membimbing desertasi Ibunda mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama hingga dekat dengan pakar terorisme Asia Tenggara. Kredibilitas seperti ini perlu dibuat dalam sebuah kampanye untuk menampilkan kesan bahwa orang yang akan anda bantu ini bukanlah orang sembarangan.

Setelah membangun sisi kredibilitas beliau, kita bisa menyajikan aspek tak terduga atau unexpected yang dapat membuat para pembaca tercengang sehingga kampanye ini dapat semakin melekat dibenak para pembaca.

“Saat ini beliau hidup sebatang kara dan mencoba untuk tidak ingin merepotkan orang terdekatnya dalam urusan berobat dengan mengandalkan uang tabungannya yang sangat terbatas. Selain itu, dengan dibantu beberapa rekan dosen di Universitas Ciputra, beliau juga telah berupaya untuk melelang banyak benda berharganya untuk mendapat tambahan uang karena ternyata biaya pengobatan beliau tidaklah murah.”

Coba teman-teman baca kalian yang saya tebali di atas. Setelah membaca paragraph pertama yang berisi kredibilitas beliau, membaca paragraph kedua yang lebih banyak berisi kesengsaraan beliau akan membuat kita tercengang bahwa orang yang telah banyak berjasa sebagai pengajar ini, di hari tuanya mengalami kesulitan. Menampilkan sisi yang unexpected ini juga diperlukan guna menarik sisi emosional para pembaca sehingga para pembaca tergerak untuk menyumbangkan sebagian dananya untuk membantu kampanye kita.

Dan yang terakhir yang paling penting dalam sebuah konten kampanye di kitabisa adalah, kembalikan case ini kepada para pembaca sehingga pembaca merasa harus terlibat dan mengambil aksi untuk mendukung kampanye ini.

“Kami yakin di kehidupan anda semua pasti pernah memiliki dosen yang sangat inspiratif seperti Pak Hadi, untuk itu kami ingin orang baik di luaran sana juga turut serta membantu Pak Hadi agar kembali sehat seperti sedia kala. Dengan begitu kami dapat melihat Pak Hadi kembali berbagi inspirasi di kelas dan membuat banyak mahasiswa menjadi mengerti arti penting mengapa kita harus mencintai negeri ini.”

Dalam buku Made to Stick yang saya sebutkan sebelumnya hal ini disebut sebagai concreteness factor, faktor yang membuat para pembaya percaya bahwa kampanye kita ini layak untuk diperjuangkan karena memang dekat dengan kehidupan mereka (Hal ini dapat dilihat dari kalimat yang saya tebali di atas)

The Power of Pak Hadi’s Circle

Pak Hadi adalah pria ramah yang sangat mudah sekali bergaul sehingga ia memiliki banyak teman dari berbagai macam kalangan tanpa terkecuali para mahasiswanya di Universitas Ciputra. Perlu diketahui, Universitas Ciputra di Surabaya adalah kampus yang banyak dipenuhi oleh mahasiswa kalangan menengah sehingga untuk menyumbang sekian juta rupiah untuk donasi seorang dosen bukanlah suatu yang memberatkan. Ketika kampanye ini banyak tersebar di group dan social media para alumni, serentak sumbangan yang masuk pun dalam hitungan jam dapat melonjak hingga puluhan juta rupiah. Di sinilah circle Pak Hadi sebagai dosen legendaris di Universitas Ciputra berkontribusi.

Pak Hadi telah menyentuh hidup banyak orang sebelumnya

Faktor terakhir ini adalah faktor paling penting di antara semuanya. Coba bayangkan kalau Pak Hadi adalah dosen paling menjengkelkan yang dibenci oleh banyak mahasiswa, akankah dana yang terkumpul bisa begitu cepatnya? alih-alih terkumpul, mungkin para mahasiswa bakal banyak yang tetap tak acuh akan kondisi beliau.

Pak Hadi adalah salah satu dosen favorit di Universitas Ciputra. Beliau baik, semangat dalam mengajar dan sangat perhatian dengan mahasiswanya. Lebih dari itu, beliau tidak pernah pelit dalam membangikan ilmu kepada anak didiknya. Saya pribadi adalah mahasiswa yang merasa berterima kasih atas ilmu yang beliau ajarkan. Saya yang sebenarnya telah mengambil matakuliah beliau pada semester tiga sampai rela kembali mengambil matakuliahnya pada semester lima dan tujuh hanya karena materi yang beliau ajarkan pada mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar memang sangatlah seru dan bermanfaat untuk mencintai negeri ini lebih jauh.

Singkat kata, alasan mengapa kampanye yang saya buat untuk Pak Hadi dapat menyentuh target donasi dengan sangat cepat, hal ini tidak lain karena sosok Pak Hadi itu sendiri yang memang inspiratif dan dicintai banyak orang, sehingga untuk mendapatkan donasi sejumlah itu bukanlah suatu yang susah.

 

You educate as well as encourage

You inform as well as inspire

You open our minds as well as our eyes

You’ve touch our lives

Tetap semangat Pak Hadi!

Comments

comments