Long Road to Mecca

Kututup pintu taksi yang telah mengantarku dari Mekkah menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Kini tinggal aku sendiri kembali ke rumah, di kawasan Belville Paris. Aku masih tidak percaya akan keadaan ini. Tetapi bagaimanapun juga aku harus ikhlas akan kepergiannya.

Pesawat yang kutumpangi mulai mengudara dan aku duduk disamping jendela. Melihat keadaan diluar sana aku merasa benar-benar kehilangan sesuatu yang seharusnya dapat menjadi contoh teladan hidupku. Aku terpaku, dan pikiranku pun melayang.

(more…)