TechCamp 2017, Bangkok, Thailand

May 15, 2017, i had a chance to fly to Bangkok to get involved in the event that is sponsored by US Government and The Asia Foundation called TechCamp. TechCamp is a U.S. Department of State initiative aimed to connect community and youth leaders from across the YSEALI Network and civil society organizations with local and international technology experts and trainers to help youths and their organizations communicate most effectively with networks and other communities.

TechCamp Thailand is a hands-on, highly interactive two-day event where participants interact with world-class trainers through a series of training and brainstorming sessions.

This post is actually a description of the whole TechCamp Thailand 2017 and i hope you enjoy it!

Berterima Kasih Karena Banyaknya Orang Baik di Sekeliling Saya

Di suatu siang pada hari Minggu tanggal 9 April 2017, saya berinisiatif untuk menggalang dana melalui Kitabisa.com yang ditujukan untuk dosen saya di Universitas Ciputra dulu, yakni Pak Hadi Purnomo yang saat ini sedang menjalani perawatan Pneumonianya di Rumah Sakit RKZ Surabaya.

Secara pribadi, Pak Hadi adalah salah satu pengajar yang paling mengenang di dalam kehidupan saya. Beliau sangat bersemangat sekali dalam mengajar Ilmu Sosial dan Budaya Dasar bagi kami yang mahasiswa bisnis ini. Kata beliau dalam salah satu momen yang saya ingat, “Kalian ini perlu banget belajar antropologi dan budaya, biar kalau kalian berbisnis masih punya hati.” Begitulah ucapan beliau yang masih saya kenang sejak lima tahun lalu itu.

(more…)

Surprises Pertama di Tahun 2017 – Memenej StartSurabaya

Sejak awal bulan ini, saya memiliki project baru, yakni memimpin sebuah program startup incubator di Surabaya yang bernama StartSurabaya. StartSurabaya sendiri adalah sebuah program yang diperuntukkan bagi talenta muda Surabaya yang ingin meluncurkan startup businessnya di bidang teknologi dengan tujuan untuk turut serta menyelesaikan permasalahan yang ada di Indonesia. Beberapa startup yang telah lahir dari program ini antara lain adalah sebuah platform konseling online bernama Riliv, aplikasi booking bengkel bernama Olride, hingga aplikasi donor darah bernama Reblood yang membuat sang foundernya – Leonika Sari – mendapat predikat Forbes 30 under 30 Asia dibidang Health Care & Science.

Awal kali diberi amanat untuk memimpin tim dengan banyak talenta keren ini, saya benar-benar sangat excited apalagi StartSurabaya ini memiliki visi untuk menjadikan Surabaya sebagai Kota Startup yang cukup di segani di negeri ini, tentu hal ini sejalan dengan visi yang telah lama saya pupuk dengan teman-teman TEDxTuguPahlawan.

Namun setelah empat hari ngantor di Forward Factory – markas StartSurabaya – saya melihat bahwa tantangan terbesar saya adalah bagaimana mengumpulkan para talent ini untuk berkomitmen dan menyatukan satu suara dengan saya pribadi dan tim StartSurabaya yang lain untuk membicarakan masa depan project Startup mereka. FYI, beberapa dari founder Startup ini adalah mahasiswa bahkan ada yang kuliah jauh dari luar kota Surabaya sehingga mereka tidak bisa setiap hari ketemu saya di kantor. Dari sini saya jadi sadar bahwa memenej sebuah startup tidaklah semudah memenej sebuah perusahaan yang sudah well-established, karena passion adalah hal utama yang melatarbelakangi mengapa para founder itu mau bersusah payah mengerjakan proyek mereka.

(more…)

Paradoks Seorang Jenius

The Genius itself: Robert Oppenheimer

Sudahkah Anda Mendengar Cerita Christopher Langan?

Jika anda diminta menyebutkan siapa nama orang paling jenius di dunia dalam sejarah hingga hari ini? Mungkin jawaban anda adalah Albert Einstein. Tapi jika pertanyaannya sedikit saya rubah seperti, siapakah orang dengan nilai kecerdasan intelektual atau IQ paling tinggi dalam sejarah hingga hari ini, apakah anda akan menjawab Albert Eintein sekali lagi? Kebanyakan mungkin masih akan menjawab Iya. Tapi ketauhilah bahwa pemilik nilai IQ tertinggi dalam sejarah bukanlah Albert Einstein, meskipun dengan teori relativitasnya dapat merubah persepsi kita akan gravitasi yang merupakan konsekuensi dari ruang dan waktu, tapi perlu diketahui bahwa nilai IQ Albert Einstein “hanya” berkisar pada angka 150an saja. Lantas siapa pemilik nilai IQ tertinggi dalam sejarah hingga hari ini? Perkenalkan namanya adalah Christopher Langan.

Menurut beberapa media di Amerika Serikat, Christopher Langan dilabeli sebagai “The Smartest Man in America”, hal ini sebenarnya tidak berlebihan mengingat nilai IQ dari Christopher Langan mencapai angka 195 sampai dengan 210. Bandingan dengan Einstein yang “hanya” pada kisaran 150an saja, cukup jauh bukan?

(more…)