Setinggi Apa Kita Harus Menggantungkan Mimpi?

Ketika kita masih kecil jika ditanya apa cita-cita kita ketika besar nanti, sebagian besar dari kita akan menjawab menjadi seorang dokter, polisi, tentara, pegawai negeri hingga menjadi bupati.

Ketika ada salah seorang dari teman kita yang nyeletuk ingin menjadi musisi kelas dunia atau bermain sepak bola di eropa. Serempak teman sekelas kita akan berkata “mimpi ya…”, “mimpi loo….”, atau bisa juga “mana mungkin…”.

Cita-cita menjadi musisi kelas dunia, bermain sepak bola di eropa atau membangun perusahaan yang masuk dalam jajaran Fortune Global 500 seakan-akan masih mimpi belaka bagi sebagian besar bagi anak muda Indonesia.

Pekerjaan seperti dokter, pegawai pemerintahan hingga polisi masih mendominasi mimpi kita sejak kecil. Memang hal ini tidak dapat di salahkan sepenuhnya karena toh guru-guru kita yang mengajari kita di sekolah dulu adalah mereka yang dibesarkan di era Industri, dimana di era ini pekerjaan yang nyaman adalah pekerjaan yang menghasilkan income tetap bulanan. Sehingga kita bisa hidup tenang setiap harinya.

(more…)

George Melies – A Trip to The Moon (Voyage Dans La Lune)

Diluncurkan pada tahun 1902, film ini adalah film berwarna pertama di dunia. Tapi satu hal yang perlu ditanyakan, bagaimana di tahun itu orang sudah bisa menciptakan sebuah film berwarna? padahal teknologinya pada saat itu belum ada. Disinilah letak kejeniusan sineasnya George Melies. Warna-warna yang dihasilkan di film tersebut berasal dari tangannya. Yah betul! Ia mengecat filmnya satu per satu.

Selain itu, menurut saya film ini sangat visioner bagi sejarah kehidupan manusia. Kita sendiri tahu bahwa Apollo 11 baru di luncurkan ke bulan pada 20 Juli 1969, tapi visi untuk mendaratkan manusia ke bulan dengan roket telah diawali oleh George Melies pada tahun 1902.

Logic will get you from A to B. Imagination will take you everywhere – Albert Einstein

Sebelum Merubah Dunia

Saya pernah membaca quotes yang berbunyi “Yesterday I was clever, so i wanted to change the world. Today I am wise, I want to change my self”. Quotes yang pertama kali dicetuskan oleh Rumi ini sedikit memberikan refleksi pribadi pada diri saya, betapa banyak diantara kita yang selalu mendambakan sebuah perubahan dan tentu perubahan kearah yang lebih baik.

Tapi satu hal yang perlu dipertanyakan, mengapa diantara kita ini sangat sulit untuk memimpin sebuah perubahan kearah yang lebih baik? Bukankah sudah sering diantara kita berdemo di gedung pemerintahan menuntut ini itu? Bukankah sudah sering juga diantara kita membuat program sosial tertentu? Lantas mengapa perubahan yang diidam-idamkan itu belum terwujud juga?

(more…)

[ Motivasi ] Panduan Mendaki Gunung

Pilihlah Gunung yang Hendak Didaki

Jangan mudah terpengaruh oleh omongan orang sekitar. “Gunung yang ini lebih indah” atau “Gunung yang itu lebih mudah.” Satu hal yang paling penting. Bersiaplah! Akan banyak daya dan upaya yang musti dikerahkan untuk mencapai tujuan dan andalah satu-satunya yang harus bertanggung jawab atas pilihan anda.  Jadi hendaknya anda betul-betul yakin dengan apa yang akan anda lakukan.

Pelajari Cara Mencapai Gunung Tersebut

Seringkali anda bisa melihat gunung itu dari kejauhan – Indah, menarik dan penuh dengan tantangan. Tetapi ketika anda berusaha mencapainya, apa yang terjadi? Ternyata gunung itu dikelilingi banyak jalan. Jalur yang kelihatannya gampang di peta, pada kenyataannya jauh lebih rumit. Maka anda harus mencoba semua jalan setapak dan rute-rutenya, hingga suatu hari anda berdiri di puncak yang anda impikan.

(more…)

10 Orang Sukses yang Membuktikan Prestasi Akademis Bukanlah Segalanya

Pendidikan di Indonesia selalu mengajarkan pada kita bahwa untuk menjadi orang sukses di kemudian hari, kita harus “menurut” dengan sistem yang ada di sekolah dengan banyak matapelajarannya, belajar setekun mungkin dan mendapatkan A untuk semua matapelajaran (itu pun kalau bisa :p).

Alih-alih menemukan sendiri bidang apa yang para siswa cintai dan memperjuangkannya, para siswa seolah selalu didekte dari semenjak kecil tentang gambaran sebuah kesuksesan. Seperti sukses adalah mendapat IPK 4.0, menjadi dokter atau pegawai negeri.

Berikut ini adalah beberapa contoh orang sukses – mulai dari para pemikir dunia, entrepreneur hingga film director –  yang diterinspirasi oleh EliteDaily, yang pernah memiliki masalah dengan nilai akademisnya dan berhasil membuktikan bahwa nilai yang kita dapat disekolah bukanlah penjamin kesuksesan di masa yang akan datang.

 

Winston Churcill

Salah satu pemimpin Inggris paling terkenal sepanjang masa ini adalah peraih skor terburuk dari jajaran anak-anak yang saat itu masuk di SMA-nya. Walaupun ia sangat pandai dalam pelajaran bahasa inggris dan sejarah, ia sangat buruk untuk urusan matapelajaran lainnya, seperti matematika.

“Mereka – para guru di SMA – tidak pernah memintaku untuk melakukan hal-hal yang aku sukai dan berguna. Periode ini adalah salah satu masa paling tidak bahagia dalam hidup saya.”

 

Thomas Alva Edison

Pria dengan julukan Penyihir dari Menlo Park ini adalah salah satu dari pemikir paling inovatif dalam sejarah yang bertanggung jawab atas banyak penemuan yang merubah dunia. Seperti yang banyak diceritakan, saat sekolah dulu, banyak guru yang menganggapnya bodoh karena banyak bertanya dan tidak bisa diam. Demi menghidari rasa frustasinya ini, akhirnya orang tuanya memutuskan untuk mengajarinya sendiri di rumah.

(more…)