Ang Lee – Dia yang Terus Berjuang untuk Mimpinya

Hari ini saya tanpa sengaja melihat iklan film “Life of Pi” yang akan tayang premier di FOX Movie Premium.  Seketika itu juga film dengan soundtrack “Paradise”-nya Cold Play ini mengiring saya untuk menuliskan kisah yang pernah saya dengar tentang perjuangan hidup Sutradaranya yang tak lain adalah Ang Lee.

Pada tahun 2006, sesaat setelah memenangkan Oskar pertamanya melalui film “Crouching Tiger, Hidden Dragon”.  Ang Lee yang didapuk untuk memberikan sambutan di hadapan kalangan banyak, berhasil membuat banyak orang yang hadir hanyut dalam ceritanya. Beginilah cerianya….

(more…)

Ayah, Anak dan Seekor Keledai

Di jaman dahulu kala, di sebuah jalanberbukit menuju kota tua Petra, dikisahkan ada seorang ayah dan anak yang berjalan menaiki bukit sambil menarik keledainya. Orang-orang di sekitarnya punheran, kenapa mereka tidak menaiki saja keledainya? Bukankah jalan berbukit inicukup melelahkan untuk didaki?

Mendengar kasak-kusuk orang di sekitarnya,mereka pun berinisiatif untuk menaiki keledainya untuk menaiki jalan berbukititu.

Tidak lama kemudian mereka bertemu beberapaorang di jalan dan mereka pun ditegur “Gila yah kalian ini!?!? keledai sekecilitu kalian naiki berdua? Kalian tidak berperikehewanan yah?”

Sang Ayah yang pertama kali mendengar halitu pun akhirnya turun dan mulai menuntun keledainya, sedangkan sang anak masihtetap dibiarkan duduk di atas keledai yang digeretnya.

Sambil terus berjalan menaiki bukit, merekapun bertemu beberapa orang lagi yang menegur anaknya.

“Anak macam apa kamu ini? Membiarkan Ayahmumenarik keledai menaiki bukit! Sedangkan kau hanya duduk santai di ataskeledai!” Mendengar hal itu anaknya pun turun dan meminta Ayahnya saja yangmenaiki keledai itu, sedangkan dia yang akan menuntun keledai itu menaikibukit.

Beberapa waktu berselang dan mereka punbertemu dengan orang yang kebetulan lewat di jalan. Dan seperti sebelumnya,orang yang kali ini mereka temui pun juga mengomel.

“Ayah macam apa kau ini? Membiarkan anakmuterlihat seperti budak dengan menarik keledai yang kau tunggangi sendirian!”

(more…)

Kisah Sebatang Pensil

Suatu hari, di sebelah timur Sao Paolo, hiduplah seorang cucu dengan neneknya. Nenek itu sangat baik sekali kepada cucunya. Kebiasaanya adalah membacakan sebuah cerita untuk sang cucu di sela-sela waktu senggang mereka.

Suatu hari, Pablo – sang cucu tadi –  melihat neneknya sedang menulis sesuatu di meja kerjanya. Ia pun menghampiri neneknya dan bertanya,

“Nenek, apakah nenek sedang membuatkan sebuah cerita lagi untukku?” Ujar Pablo kepada Nenek Dolores.

“Betul sekali cucuku, aku sedang menuliskan cerita untukmu” Ujar Nenek Dolores.

“Cerita apakah itu nek? Sepertinya seru sekali.” Tanya Pablo dengan penuh antusias.

“Ini tentang pensil yang sedang nenek pegang ini.” Jawab Nenek Dolores.

“Bukankah itu hanya pensil biasa?” Tanya Pablo heran.

“Itu tergantung bagaimana kau memandangnya. Ada lima keistimewaan dari pensil ini yang apabila kau terapkan, kau akan senantiasa merasa damai dalam menjalani hidupmu.”

(more…)

Eagle Flies, Chicken Stays

Diceritakan dahulu kala terdapat seekor elang dan seekor ayam yang bersahabat bersama. Meskipun sang elang dapat menerkam ayam, tapi hal itu tidak dilakukannya, dan mereka pun memilih bersahabat bersama.

Setiap kali sang elang terbang, si ayam selalu lari pontang-panting. Terkadang si ayam baru terbang sedikit, tapi sudah ngos-ngosan dan elang pun merasa kasihan.

Suatu ketika si ayam meminta sang elang untuk mengajaknya terbang tinggi sampai ke ujung langit dan sang elang pun menyetujuinya. Tapi sayangnya, belum sampai diujung langit si ayam sudah mulai takut akan ketinggian, perutnya mual dan ia mendesak sang elang untuk menurunkannya.

Begitu turun, sampailah mereka di sebuah peternakan dan bertemu dengan paman sapi. Paman sapi ini sangat baik sekali dan rela berbagi makanan dengan si ayam. Si ayam pun heran, kok ada yah tempat yang begitu enaknya seperti ini? Tidak perlu berburu untuk mencari makan, semuanya sudah tersedia dengan melimpah di sini.

Begitu sang elang mengajak ayam untuk terbang lagi, si ayam pun menolak. Pikirnya buat apa bersusah payah melawan ketinggian demi mencari makan, toh di peternakan ini semuanya sudah tersedia dengan melimpah. Sejak saat itu persahabatan mereka pun berakhir, sang elang memutuskan untuk terbang lebih tinggi lagi dan si ayam pun memutuskan untuk tinggal dengan jaminan makanan yang ada di peternakan itu.

(more…)