Bagaimana Membedakan Jenius dengan Pengekor

Dari pengalamannya menulis biografi beberapa jenius dunia seperti Steve Jobs, Benjamin Franklin  hingga Albert Einstein, Walter Isaacson mendapatkan insert bahwa mereka yang jenius memiliki setidaknya 5 ciri-ciri yang membedakan mereka dengan orang pada umumnya :

1. Mereka memiliki passion untuk sebuah kesempurnaan

Menurut Walter Isaacson, seorang jenius cenderung memiliki sikap yang perfeksionis, ambillah contoh Steve Jobs. Untuk menjelaskan ini, Walter Isaacson mengutip kisah Steve Jobs di masa muda yang ia tulis dalam bukunya. ‘Ketika Steve Jobs membangun pagar rumah dengan ayahnya, Jobs Senior menyarankan agar Steve juga membuat bagian belakang pagar rumahnya seindah bagian depannya. Ketika Steve bertanya mengapa? toh tidak akan ada yang tahu perbedaannya. Mayoritas orang hanya akan melihat bagian depannya saja. Jobs senior berkata, mungkin orang lain tidak akan pernah tahu, tapi kamu sendiri tahu kan?’ Mungkin dari sinilah awal mula sikap perfeksionis Steve Jobs dalam membangun Apple.

“Seorang seniman sejati sangat peduli akan karyanya, bahkan pada bagian-bagian yang tidak terlihat sekalipun.” – Walter Isaacson

(more…)

Gap di Dalam Dunia Pendidikan Indonesia

Tanpa bisa disangkal, guru merupakan sosok yang berperan penting dalam melanjutkan estafet pendidikan di Indonesia. Tapi permasalahannya, banyak guru yang masih terbelenggu dengan masa lalu, padahal anak muda saat ini dipersiapkan untuk hidup di masa yang akan datang.

Digital Immigrants dan Digital Natives

Dalam sebuah artikel yang berjudul Digital Natives, Digital Immigrants karya Marc Prensky salah satu tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini adalah para pengajarnya yang masih terbiasa dengan era analog atau mungkin text book, sedangkan anak didiknya sudah terbiasa berselancar ke ranah maya mencari ilmu-ilmu yang siap diterapkan di masa depan.

(more…)

Apa yang Sebenarnya Membuat Anda Berbeda?

Setelah pada tulisan saya sebelumnya anda telah mengerti mengapa pentingnya sebuah personal branding, mulai detik ini anda harus mengubah pandangan anda mengenai diri anda sendiri. Anda bukanlah “karyawan” Pertamina, anda bukanlah “staf” di Petrokimia, bukan “pekerja” di Semen Indonesia atau “sumber daya manusia” di Bank Indonesia.

Lupakan semua itu! Anda bukanlah bukanlah “milik” perusahaan tertentu sepanjang hidup anda, dan hubungan anda yang terpenting bukanlah pada “fungsi” tertentu. Anda tidak dibatasi oleh jabatan dan tidak pernah dipenjarakan oleh job description anda.

Jika anda masih memandang bahwa peran adalah sebuah bentuk dari struktur jabatan, maka segeralah bakar gambaran ini. Mulai dari sekarang, anda adalah sebuah merek. Walau dalam sebuah organisasi atau perusahaan dengan banyak kolega, anda tetap bisa menonjolkan diri anda daripada rekan yang lainnya dengan cara bekerja lebih cepat, sering memberikan masukan yang membangun atau tidak sungkan untuk melontarkan ide-ide kreatif anda di depan para kolega.

(more…)

You Inc – Merek itu Bernama Anda

Di era ekonomi modern seperti sekarang ini, merek telah mendominasi hidup kita. Lihatlah sepatu Nike yang anda pakai, jam tangan yang anda kenakan, hingga mana yang lebih anda suka, antara menyeduh Nescafe atau nongkrong di Starbucks. Terkadang, semua merek yang melekat pada diri kita menyatakan siapa kita sebenarnya. Inilah waktunya bagi kita untuk mengambil pelajaran dari merek-merek terkenal itu untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi terkenal dan mudah diingat diantara para “komoditi” di dunia ini.

(more…)

Saran Richard Branson dalam Memulai Bisnis

Dalam bukunya yang berjudul “Like a Virgin”, Richard Branson membagikan 5 hal yang membuatnya bisa sukses mengembangkan Virgin Group sampai sebesar sekarang ini. 5 Kunci sukses Richard Branson ini adalah hasil renungannya selama 40 tahun menjalankan bisnis. Dan berikut adalah kelima hal yang membuat Richard Branson sukses menjalankan bisnisnya :

Lakukan Karena Anda Menikmatinya

Butuh kerja keras dan proses yang luar biasa panjang untuk memulai bisnis, jadi sangat dianjurkan anda benar-benar menikmati proses yang panjang ini.

Saat memulai Virgin Group dari lantai bawah di London Barat, taka da rencana hebat atau strategi spesifik yang diterapkan oleh Richard Branson. Tujuan utamanya hanya menciptakan sesuatu yang akan dinikmati saat menggunakannya, bersenang-senang saat mengerjakannya dan akhirnya mampu membayar semua tagihan-tagihannya.

Bagi Richard Branson, membangun bisnis adalah membangun sesuatu yang bisa dibanggakan, mengumpulkan orang-orang berbakat dan menciptakan sesuatu yang dapat mengubah dunia di kemudian hari.

Innovatiflah

Apapun produk, layanan atau brand anda, tak mudah memulai usaha dan bertahan di era yang bergerak semakin simultan ini. Jika anda lihat bisnis-bisnis yang berhasil dalam dua puluh tahun terakhir ini, ambillah contoh Microsoft, Google, Apple dan Facebook semuanya berhasil dengan melakukan hal-hal yang tak pernah dilakukan sebelumnya dan kemudian berinovasi tanpa henti.

Ingat apa yang pernah dikatakan oleh Steve Jobs “Innovasi adalah pembeda antara mereka yang memimpin dengan para pengekor.”

(more…)