Gap di Dalam Dunia Pendidikan Indonesia

Tanpa bisa disangkal, guru merupakan sosok yang berperan penting dalam melanjutkan estafet pendidikan di Indonesia. Tapi permasalahannya, banyak guru yang masih terbelenggu dengan masa lalu, padahal anak muda saat ini dipersiapkan untuk hidup di masa yang akan datang.

Digital Immigrants dan Digital Natives

Dalam sebuah artikel yang berjudul Digital Natives, Digital Immigrants karya Marc Prensky salah satu tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini adalah para pengajarnya yang masih terbiasa dengan era analog atau mungkin text book, sedangkan anak didiknya sudah terbiasa berselancar ke ranah maya mencari ilmu-ilmu yang siap diterapkan di masa depan.

(more…)

Apa yang Sebenarnya Membuat Anda Berbeda?

Setelah pada tulisan saya sebelumnya anda telah mengerti mengapa pentingnya sebuah personal branding, mulai detik ini anda harus mengubah pandangan anda mengenai diri anda sendiri. Anda bukanlah “karyawan” Pertamina, anda bukanlah “staf” di Petrokimia, bukan “pekerja” di Semen Indonesia atau “sumber daya manusia” di Bank Indonesia.

Lupakan semua itu! Anda bukanlah bukanlah “milik” perusahaan tertentu sepanjang hidup anda, dan hubungan anda yang terpenting bukanlah pada “fungsi” tertentu. Anda tidak dibatasi oleh jabatan dan tidak pernah dipenjarakan oleh job description anda.

Jika anda masih memandang bahwa peran adalah sebuah bentuk dari struktur jabatan, maka segeralah bakar gambaran ini. Mulai dari sekarang, anda adalah sebuah merek. Walau dalam sebuah organisasi atau perusahaan dengan banyak kolega, anda tetap bisa menonjolkan diri anda daripada rekan yang lainnya dengan cara bekerja lebih cepat, sering memberikan masukan yang membangun atau tidak sungkan untuk melontarkan ide-ide kreatif anda di depan para kolega.

(more…)

You Inc – Merek itu Bernama Anda

Di era ekonomi modern seperti sekarang ini, merek telah mendominasi hidup kita. Lihatlah sepatu Nike yang anda pakai, jam tangan yang anda kenakan, hingga mana yang lebih anda suka, antara menyeduh Nescafe atau nongkrong di Starbucks. Terkadang, semua merek yang melekat pada diri kita menyatakan siapa kita sebenarnya. Inilah waktunya bagi kita untuk mengambil pelajaran dari merek-merek terkenal itu untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi terkenal dan mudah diingat diantara para “komoditi” di dunia ini.

(more…)

Saran Richard Branson dalam Memulai Bisnis

Dalam bukunya yang berjudul “Like a Virgin”, Richard Branson membagikan 5 hal yang membuatnya bisa sukses mengembangkan Virgin Group sampai sebesar sekarang ini. 5 Kunci sukses Richard Branson ini adalah hasil renungannya selama 40 tahun menjalankan bisnis. Dan berikut adalah kelima hal yang membuat Richard Branson sukses menjalankan bisnisnya :

Lakukan Karena Anda Menikmatinya

Butuh kerja keras dan proses yang luar biasa panjang untuk memulai bisnis, jadi sangat dianjurkan anda benar-benar menikmati proses yang panjang ini.

Saat memulai Virgin Group dari lantai bawah di London Barat, taka da rencana hebat atau strategi spesifik yang diterapkan oleh Richard Branson. Tujuan utamanya hanya menciptakan sesuatu yang akan dinikmati saat menggunakannya, bersenang-senang saat mengerjakannya dan akhirnya mampu membayar semua tagihan-tagihannya.

Bagi Richard Branson, membangun bisnis adalah membangun sesuatu yang bisa dibanggakan, mengumpulkan orang-orang berbakat dan menciptakan sesuatu yang dapat mengubah dunia di kemudian hari.

Innovatiflah

Apapun produk, layanan atau brand anda, tak mudah memulai usaha dan bertahan di era yang bergerak semakin simultan ini. Jika anda lihat bisnis-bisnis yang berhasil dalam dua puluh tahun terakhir ini, ambillah contoh Microsoft, Google, Apple dan Facebook semuanya berhasil dengan melakukan hal-hal yang tak pernah dilakukan sebelumnya dan kemudian berinovasi tanpa henti.

Ingat apa yang pernah dikatakan oleh Steve Jobs “Innovasi adalah pembeda antara mereka yang memimpin dengan para pengekor.”

(more…)

Beda Sang Pemimpi dengan yang Hanya Bermimpi

Jika anda pernah membaca sebuah rilis fakta tentang Steve Jobs, maka anda tidak akan percaya bagaimana orang sejenius itu ketika masih Sekolah Menengah hanya memiliki IPK 2,65 saja. Kalau anda membaca rilisan fakta ini jauh sebelum Steve Jobs terkenal, maka anda mungkin akan berpendapat bahwa masa depan anak ini pasti akan suram, apalagi didukung dengan kebiasaan buruknya mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Namun, bagaimana dahulu orang-orang hebat seperti Steve Jobs ini mampu bangkit dari keterpurukannya dan berani bermimpi dan berkarya untuk berkontribusi untuk kemajuan umat manusia ini?

Sudah begitu banyak buku, film atau bahkan seminar yang mengajarkan pada kita betapa pentingnya sebuah impian untuk mencapai sebuah kesuksesan. Tapi permasalahannya adalah,  apakah yang kita lakukan ini hanyalah sekedar bermimpi saja ataukah kita adalah Sang Pemimpi yang berani berjuang untuk mewujudkan impian yang selama ini terpendam jauh di dasar hati kita?

Opini saya berikut ini mungkin bisa dijadikan masukan untuk mengetahui, mana Sang Pemimpi dan mana yang hanya sekedar bermimpi saja.

(more…)