5 Hal yang Menandakan Sudah Saatnya Anda Keluar dari Pekerjaan Anda

Terlepas dari berapa usia anda saat ini, apa latar belakang anda hingga berbagai macam pencapaian selama anda berkarir, terkadang ada saatnya bagi kita untuk merenung dan berpikir, akan dibawa kemana karir kita di masa yang akan datang. Renungan ini sering kali bermuara pada proses pencarian kita untuk mendapatkan peluang baru yang menurut kita akan jauh lebih prospektif dan menantang.

Tapi sebelum melangkah lebih jauh untuk keluar kerja atau resign dan mendaki tangga karir yang lain, ada baiknya anda memperhatikan hasil sebuah riset psikologis dari Harvard Business Review tentang tanda-tanda yang menunjukkan sudah saatnya anda keluar dari pekerjaan anda saat ini.

1. Tidak Belajar Apa-apa dari Pekerjaan Saat Ini

Jika dalam pekerjaan anda saat ini anda belajar banyak hal, baik itu hard skill, soft skill atau bahkan value-value perusahaan yang akhirnya ikut membentuk karakter anda, maka beruntunglah! Anda berada di tempat yang tepat. Namun jika anda merasa tidak mendapatkan apa-apa selain hanya gaji bulanan saja, maka ini saatnya anda mencari pekerjaan lain. Ingat! Your job is not your career. Untuk mendaki tanda karir yang lebih tinggi lagi dibutukan proses pembelajaran yang berkelanjutan, bukan hanya sekedar gaji bulanan.

(more…)

5 Quotes tentang Leadership dari Para Pemimpin yang Saya Kagumi

Tentang definisi seorang leader

Presiden ke 6 negeri adidaya Amerika Serikat – John Quincy Adams – sangat terkenal akan kutipannya tentang definisi seorang leader. Seperti apa yang ia katakan, saya pribadi sangat setuju bahwa seorang leader adalah mereka yang mampu membuat mereka yang dipimpinnya untuk dapat bermimpi lebih, belajar lebih dan menjadi lebih daripada apa yang mereka bayangkan sebelum anda memimpin mereka.

“If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader.” – John Quincy Adams

Tentang tugas seorang leader

Setiap pemimpin pasti memiliki sebuah visi, lihatlah bagaimana pemilu berlangsung di negeri ini beberapa bulan yang lalu, semua calon pemimpin datang dengan visinya yang kebanyakan terdengar begitu bombastis. Masalahnya, sebuah visi yang diutarakan tanpa usaha untuk merealisasikan bisa dikatakan hanya jargon belaka. Merupakan tugas seorang leader untuk mentransformasukan sebuah visi menjadi aksi nyata.

“Leadership is the capacity to translate vision into reality” – Warren Bennis

(more…)

Tentang Para Extrovert dan Introvert, serta bagaimana cara otak mereka bekerja

Weekend kemarin saya membaca artikel yang sangat menarik di FastCoExist tentang kecenderungan jawaban para extrovert dan introvert apabila mereka dilontarkan pertanyaan “Mana yang lebih anda pilih, antara gunung atau pantai?”

Sebenarnya pertanyaan semacam ini sudah pernah saya temui sebelumnya, namun saya memahaminya hanya sebagai sebuah pertanyaan pancingan untuk mendapatkan alasan yang akhirnya bisa mulai kita analisa.

Sebagai contoh, jika saya tanya “anda lebih suka bertamasya ke gunung atau ke pantai?” saya hanya menganggap pertanyaan ini sebagai pancingan saja dulunya. Lalu ketika anda menjawab “pantai” selanjutnya saya akan bertanya”mengapa?” yang akhirnya akan membawa pada sebuah analisa kepribadian anda.

Misal anda memilih pantai karena “view-nya yang indah dan banyak betebaran cewek cantik berbikini”, dapat saya simpulkan bahwa anda adalah tipikal orang visual. Cara pandang anda, cara bagaimana anda berpikir hingga bagaimana anda tertarik akan suatu permasalahan, banyak dipengaruhi oleh rangsangan visual. Anda selalu ingin tampil sempurna baik dari cara berpakaian maupun berjalan. Dan anda pun lebih tertarik dengan mereka yang memiliki “tampilan visual” yang bagus, ex: cantik, ganteng, keren dan semacamnya.

(more…)

5 Ciri-ciri Mereka yang Memiliki Kepercayaan Diri yang Tinggi

Masih ingatkah dulu, ketika kita masih anak-anak.. hanya dengan kain sarung yang dililitkan di belakang punggung kita, kita seolah telah menjadi superman. Atau dengan membawa raket bulu tangkis dan memetiknya ngawur, kita merasa seolah diri kita adalah Elvis Presley. Bahkan ketika saya dulu masih kecil, saya pribadi tidak merasa malu ketika harus ikut mama saya berbelanja ke swalayan padahal saya baru saja pulang dari acara karnaval sekolah dengan kostum tentara lengkap dengan banyak coretan di wajah.

Banyak di antara kita ketika masih anak-anak memiliki kepercayaan yang tinggi dalam menghadapi apapun, namun pertanyaannya adalah mengapa ketika mulai beranjak dewasa banyak diantara perlahan kehilangan rasa percaya dirinya?

Seringnya menghadapi penolakan, dipermalukan di depan umum hingga ditertawakan oleh orang sekitar adalah sedikit dari banyak alasan mengapa perlahan kita kehilangan rasa percaya diri. Tapi tahukah anda bahwa percaya diri adalah salah satu faktor penting bagi kesuksesan kita di masa yang akan datang? Rasa percaya diri yang saya maksud di sini bukan hanya berarti berani melakukan standup comedy di depan panggung padahal lawakannya tidak lucu sama sekali. Tapi jauh dari itu.. rasa percaya diri disini adalah kemampuan kita untuk terus percaya bahwa kita dilahirkan dengan kapasitas untuk mewujudkan apa yang telah kita cita-citakan.

Berikut ini adalah 5 ciri-ciri mereka yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi:

1. Mereka Memandang Kegagalan sebagai Sebuah Referensi Hidup

Mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi belum tentu kebal terhadap kegagalan, malah sering kali mereka menemui kegagalan dalam perjalanan hidupnya. Tapi bagi mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi, daripada terus menerus larut dalam kegagalan, mereka akan menjadikan kegagalan ini sebagai sebuah referensi hidup agar kelak mereka tidak terperosok di lubang yang sama.

(more…)

Randy Pausch Last Lecture: Achieving Your Childhood Dreams

When i was making some “short research” about graduate program in Carnegie Mellon University – cause i want to go there SERIOUSLY and get my MBA degree from that institution – i found something interesting about this university. It’s not a facility or any kind of program which offered there. It’s about lecturing program that really inspiring, conducting by its professor and probably, this is the best lecturing video as i seen so far.

FYI, The guy who appeared here named Randy Pausch. He was an american professor of computer science, human-computer interaction and design at Carnegie Mellon University. In September 2006, he learned that he had pancreastic cancer and in August 2007 he was given a terminal diagnosis: “3 to 6 months of good health left”. He gave an upbeat lecture titled “The Last Lecture: Really Achieving Your Childhood Dreams” on September 18, 2007, at Carnegie Mellon, which became so popular on Youtube and some mainstream media. You better check the video below to make sure that my words before are not just a bullsh*t :


Sad to be known, Randy Pausch died of complications from pancreatic cancer on July 25, 2008. But i think this video is the best legacy of him to share. Thanks Prof Pausch, your last lecturing inspired me to lead my life on the right way.

Brick walls are there for a reason: they let us prove how badly we want things – Randy Pausch