5 Quotes tentang Leadership dari Para Pemimpin yang Saya Kagumi

Tentang definisi seorang leader

Presiden ke 6 negeri adidaya Amerika Serikat – John Quincy Adams – sangat terkenal akan kutipannya tentang definisi seorang leader. Seperti apa yang ia katakan, saya pribadi sangat setuju bahwa seorang leader adalah mereka yang mampu membuat mereka yang dipimpinnya untuk dapat bermimpi lebih, belajar lebih dan menjadi lebih daripada apa yang mereka bayangkan sebelum anda memimpin mereka.

“If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader.” – John Quincy Adams

Tentang tugas seorang leader

Setiap pemimpin pasti memiliki sebuah visi, lihatlah bagaimana pemilu berlangsung di negeri ini beberapa bulan yang lalu, semua calon pemimpin datang dengan visinya yang kebanyakan terdengar begitu bombastis. Masalahnya, sebuah visi yang diutarakan tanpa usaha untuk merealisasikan bisa dikatakan hanya jargon belaka. Merupakan tugas seorang leader untuk mentransformasukan sebuah visi menjadi aksi nyata.

“Leadership is the capacity to translate vision into reality” – Warren Bennis

(more…)

Tentang Para Extrovert dan Introvert, serta bagaimana cara otak mereka bekerja

Weekend kemarin saya membaca artikel yang sangat menarik di FastCoExist tentang kecenderungan jawaban para extrovert dan introvert apabila mereka dilontarkan pertanyaan “Mana yang lebih anda pilih, antara gunung atau pantai?”

Sebenarnya pertanyaan semacam ini sudah pernah saya temui sebelumnya, namun saya memahaminya hanya sebagai sebuah pertanyaan pancingan untuk mendapatkan alasan yang akhirnya bisa mulai kita analisa.

Sebagai contoh, jika saya tanya “anda lebih suka bertamasya ke gunung atau ke pantai?” saya hanya menganggap pertanyaan ini sebagai pancingan saja dulunya. Lalu ketika anda menjawab “pantai” selanjutnya saya akan bertanya”mengapa?” yang akhirnya akan membawa pada sebuah analisa kepribadian anda.

Misal anda memilih pantai karena “view-nya yang indah dan banyak betebaran cewek cantik berbikini”, dapat saya simpulkan bahwa anda adalah tipikal orang visual. Cara pandang anda, cara bagaimana anda berpikir hingga bagaimana anda tertarik akan suatu permasalahan, banyak dipengaruhi oleh rangsangan visual. Anda selalu ingin tampil sempurna baik dari cara berpakaian maupun berjalan. Dan anda pun lebih tertarik dengan mereka yang memiliki “tampilan visual” yang bagus, ex: cantik, ganteng, keren dan semacamnya.

(more…)

5 Ciri-ciri Mereka yang Memiliki Kepercayaan Diri yang Tinggi

Masih ingatkah dulu, ketika kita masih anak-anak.. hanya dengan kain sarung yang dililitkan di belakang punggung kita, kita seolah telah menjadi superman. Atau dengan membawa raket bulu tangkis dan memetiknya ngawur, kita merasa seolah diri kita adalah Elvis Presley. Bahkan ketika saya dulu masih kecil, saya pribadi tidak merasa malu ketika harus ikut mama saya berbelanja ke swalayan padahal saya baru saja pulang dari acara karnaval sekolah dengan kostum tentara lengkap dengan banyak coretan di wajah.

Banyak di antara kita ketika masih anak-anak memiliki kepercayaan yang tinggi dalam menghadapi apapun, namun pertanyaannya adalah mengapa ketika mulai beranjak dewasa banyak diantara perlahan kehilangan rasa percaya dirinya?

Seringnya menghadapi penolakan, dipermalukan di depan umum hingga ditertawakan oleh orang sekitar adalah sedikit dari banyak alasan mengapa perlahan kita kehilangan rasa percaya diri. Tapi tahukah anda bahwa percaya diri adalah salah satu faktor penting bagi kesuksesan kita di masa yang akan datang? Rasa percaya diri yang saya maksud di sini bukan hanya berarti berani melakukan standup comedy di depan panggung padahal lawakannya tidak lucu sama sekali. Tapi jauh dari itu.. rasa percaya diri disini adalah kemampuan kita untuk terus percaya bahwa kita dilahirkan dengan kapasitas untuk mewujudkan apa yang telah kita cita-citakan.

Berikut ini adalah 5 ciri-ciri mereka yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi:

1. Mereka Memandang Kegagalan sebagai Sebuah Referensi Hidup

Mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi belum tentu kebal terhadap kegagalan, malah sering kali mereka menemui kegagalan dalam perjalanan hidupnya. Tapi bagi mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi, daripada terus menerus larut dalam kegagalan, mereka akan menjadikan kegagalan ini sebagai sebuah referensi hidup agar kelak mereka tidak terperosok di lubang yang sama.

(more…)

Randy Pausch Last Lecture: Achieving Your Childhood Dreams

When i was making some “short research” about graduate program in Carnegie Mellon University – cause i want to go there SERIOUSLY and get my MBA degree from that institution – i found something interesting about this university. It’s not a facility or any kind of program which offered there. It’s about lecturing program that really inspiring, conducting by its professor and probably, this is the best lecturing video as i seen so far.

FYI, The guy who appeared here named Randy Pausch. He was an american professor of computer science, human-computer interaction and design at Carnegie Mellon University. In September 2006, he learned that he had pancreastic cancer and in August 2007 he was given a terminal diagnosis: “3 to 6 months of good health left”. He gave an upbeat lecture titled “The Last Lecture: Really Achieving Your Childhood Dreams” on September 18, 2007, at Carnegie Mellon, which became so popular on Youtube and some mainstream media. You better check the video below to make sure that my words before are not just a bullsh*t :


Sad to be known, Randy Pausch died of complications from pancreatic cancer on July 25, 2008. But i think this video is the best legacy of him to share. Thanks Prof Pausch, your last lecturing inspired me to lead my life on the right way.

Brick walls are there for a reason: they let us prove how badly we want things – Randy Pausch

Mereka yang Serius Mengejar Mimpinya, Pasti Melakukan Hal Ini…

Impian di masa kecil akan bisa berdampak pada masa depan, jika anda memiliki kemampuan untuk untuk menemukan “pintu-pintunya” atau dalam bahasa yang sering dipopulerkan oleh Steve Jobs sebagai “connecting the dots”.

Jika anda adalah orang yang serius mengejar impian anda, anda pasti memiliki kebiasaan-kebiasaan tersendiri yang membedakan anda dari kebanyakan orang lainnya. Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan dari mereka yang serius untuk merealisasikan impiannya, yang diambil dari beberapa studi kasus para pemimpi yang berhasil di dunia ini.

1. Menjadikan Kritikan sebagai Sarana untuk Terus Maju

Sebuah penelitian dari Professor Ayelet Fishbach menjelaskan bawa feedback negatif dapat menjadi motivasi terbaik bagi mereka yang berkomitmen tinggi untuk merealisasikan impiannya.

Ketika The Beatles ditolak oleh Decca Record Company pada tahun 1962 setelah musiknya dinilai tidak harmonis oleh jajaran eksekutif. The Beatles merasa terlecut untuk membuktikan bahwa mereka telah menilai The Beatles secara salah. The Beatles pun pergi dan memutuskan untuk memulai rekaman di Abbey Road Studio untuk single-nya yang berjudul “Love Me Do”. Itulah awal mula dunia mengenal The Beatles.Sekalai lagi, mereka yang berkomitmen untuk merealisasikan mimpinya akan menemukan jalan untuk terus maju.

2. Selalu Menemukan Dukungan dari Orang Lain

Sebelum terkenal lewat filmnya yang berjudul “Crouching Tiger, Hidden Dragon” dan juga “Life of Pi”, Ang Lee hanyalah imigran pengangguran yang menggantungkan hidupnya dari sang istri. Sebagai seorang lulusan sekolah perfilman dari University of Illinois, ia dihadapkan kemalangan setelah lebih dari 3o naskahnya di tolak oleh berbagai macam produser yang berbeda.

Di tengah keputusasaannya, ia akhirnya berpikiran bahwa mimpinya membuat film tidak akan pernah terwujud dan memutuskan untuk mendaftarkan diri pada sebuah kursus komputer. Mengetahui hal ini, istrinya menolak keras dan mencoba meyakinkan kembali bahwa bakat dari seorang Ang Lee adalah membuat film, bukan mengotak-atik komputer.

Berkat dukungan dari istrinya inilah akhirnya Ang Lee kembali tergerak untuk menulis naskah dan tidak lama kemudian ia berhasil mendapatkan pendanaan untuk film pertamanya. Tanpa dukungan dari sang istri, Ang Lee tidak mungkin akan memenangkan oscar sebanyak dua kali dari filmnya “Crouching Tiger Hidden Dragon” dan juga “Life of Pi”.

(more…)