Mereka yang Serius Mengejar Mimpinya, Pasti Melakukan Hal Ini…

Impian di masa kecil akan bisa berdampak pada masa depan, jika anda memiliki kemampuan untuk untuk menemukan “pintu-pintunya” atau dalam bahasa yang sering dipopulerkan oleh Steve Jobs sebagai “connecting the dots”.

Jika anda adalah orang yang serius mengejar impian anda, anda pasti memiliki kebiasaan-kebiasaan tersendiri yang membedakan anda dari kebanyakan orang lainnya. Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan dari mereka yang serius untuk merealisasikan impiannya, yang diambil dari beberapa studi kasus para pemimpi yang berhasil di dunia ini.

1. Menjadikan Kritikan sebagai Sarana untuk Terus Maju

Sebuah penelitian dari Professor Ayelet Fishbach menjelaskan bawa feedback negatif dapat menjadi motivasi terbaik bagi mereka yang berkomitmen tinggi untuk merealisasikan impiannya.

Ketika The Beatles ditolak oleh Decca Record Company pada tahun 1962 setelah musiknya dinilai tidak harmonis oleh jajaran eksekutif. The Beatles merasa terlecut untuk membuktikan bahwa mereka telah menilai The Beatles secara salah. The Beatles pun pergi dan memutuskan untuk memulai rekaman di Abbey Road Studio untuk single-nya yang berjudul “Love Me Do”. Itulah awal mula dunia mengenal The Beatles.Sekalai lagi, mereka yang berkomitmen untuk merealisasikan mimpinya akan menemukan jalan untuk terus maju.

2. Selalu Menemukan Dukungan dari Orang Lain

Sebelum terkenal lewat filmnya yang berjudul “Crouching Tiger, Hidden Dragon” dan juga “Life of Pi”, Ang Lee hanyalah imigran pengangguran yang menggantungkan hidupnya dari sang istri. Sebagai seorang lulusan sekolah perfilman dari University of Illinois, ia dihadapkan kemalangan setelah lebih dari 3o naskahnya di tolak oleh berbagai macam produser yang berbeda.

Di tengah keputusasaannya, ia akhirnya berpikiran bahwa mimpinya membuat film tidak akan pernah terwujud dan memutuskan untuk mendaftarkan diri pada sebuah kursus komputer. Mengetahui hal ini, istrinya menolak keras dan mencoba meyakinkan kembali bahwa bakat dari seorang Ang Lee adalah membuat film, bukan mengotak-atik komputer.

Berkat dukungan dari istrinya inilah akhirnya Ang Lee kembali tergerak untuk menulis naskah dan tidak lama kemudian ia berhasil mendapatkan pendanaan untuk film pertamanya. Tanpa dukungan dari sang istri, Ang Lee tidak mungkin akan memenangkan oscar sebanyak dua kali dari filmnya “Crouching Tiger Hidden Dragon” dan juga “Life of Pi”.

(more…)

Makna Tentang Leadership yang Harusnya Kita Ketahui

Apakah anda mengerti makna dari seorang leader atau pemimpin? Jika anda menganggap pemimpin adalah orang semacam atasan anda, anda sepertinya kurang memahami makna dari seorang leader. Nyatanya, leader bukan hanya soal jabatan atau posisi. Jauh lebih dari itu, leadership adalah soal pengaruh. Banyak orang yang memiliki jabatan jauh di atas kita, tapi berapa banyak diantara mereka yang mampu benar-benar mempengaruhi hidup kita?

Pastikan anda memahami beberapa hal berikut ini, untuk membangun potensi leadership anda dengan lebih bermakna.

(more…)

Bagaimana Caranya Menjadi CEO Sebelum Usia Anda Genap Berumur 30 Tahun?

Secara umum, setidaknya manusia perlu waktu lebih dari 20 tahun untuk mendaki tangga karir agar anda bisa berada di dalam jajaran top level management dalam suatu perusahaan, termasuk salah satunya menjadi seorang CEO. Namun di jaman sekarang ini, anak muda dengan daya kreativitas dan inovasinya berhasil menjadi seorang pemimpin perusahaan atau organisasi besar pada usia mereka yang belum genap 30 tahun. Tengok saja Mark Zuckerberg, dia bahkan sudah menjadi seorang CEO ketika usianya masih beranjak 30 tahun.

Mereka yang telah menjadi pemimpin di usia yang belum genap 30 tahun kebanyakan adalah seorang entrepreneur yang tidak hanya ingin mendaki tangga karir tradisional yang terlalu panjang dan lama. Alih-alih mereka mendaki tangga karir, mereka yang menjadi CEO di usia yang belum genap 30 tahun seakan membangun eskalator mereka sendiri hingga mereka mampu melaju lebih cepat daripada mereka yang mendaki tangga karir tradisional.

Tetapi mendapat titel CEO saja tidak cukup, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan agar organisasi atau perusahaan yang anda pimpin menjadi sebuah organisasi yang punya kredibilitas dan anda pun dikagumi sebagai seorang pemimpin. Berikut ini adalah 3 hal yang harus anda perhatikan agar anda dapat menjadi CEO bahkan sebelum usia anda genap berumur 30 tahun.

(more…)

Anda Ingin Mengatur Sebuah Perusahaan/Organisasi? Mulailah dari Mengatur Diri Anda Sendiri

Dalam salah satu tulisannya yang paling terkenal berjudul “Managing Oneself” yang selanjutnya dimuat di Harvard Business Review pada bulan Maret 1999, bapak manajemen modern – almarhum Peter Drucker, pernah menjelaskan bahwa semua orang hebat di dunia ini – seperti Napoleon Bonaparte, Da vinci, Mozart, John F Kennedy hingga Steve Jobs – mampu mencapai titik puncak kesuksesannya karena kemampuan mereka dalam mengatur dirinya sendiri. Tulisan yang selanjutnya terpilih masuk kedalam “10 Must-Read Articles of HBR”, terbutan khusus On-Point Winter 2009 ini memuat 5 poin penting agar kita dapat mengatur diri kita sebaik mungkin. Berikut ini adalah 5 poin yang akan membuat anda lebih pandai mengatur diri anda sendiri :

1. What Are My Strength?

Sadar atau tidak, sering kali kita salah dalam menganalisa diri kita sendiri. Menurut Peter Drucker, satu-satunya cara yang benar adalah saat kita mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu yang besar, kita musti mencatat dengan betul apa harapan dari tindakan tersebut, lalu bandingkan dengan hasil dari kejadian yang sebenarnya pada nantinya. Selama proses anda musti berani untuk menganalisa setiap tindakan yang anda lakukan dari mintalah feedback dari beberapa kolega terdekat anda. Pengulangan demikian secara berturut-turut dalam waktu 2 atau 3 tahun, akan membuat kita paham apa saja yang menjadi kelebihan kita dan dimana kekuatan kita sebenarnya. Peter Drucker sendiri mengakui terkadang ia pribadi sering salah dalam menganalisis dan hanya “feedback analysis” sajalah yang mempu membantunya untuk melihat kelebihannya dengan tepat.

Dari proses ini, anda nantinya akan paham apa saja skill set terbaik yang terdapat pada diri anda. Apakah itu kemampuan teknis? persuasi? mengatur anak buah? mempengaruhi orang lain? negosiasi? networking? dan lain sebagainya. Konsentrasikan diri anda pada kelebihan anda, lebih pertajam kekuatan anda dan berhati-hatilah dalam mengambil keputusan atau tindakan pada keputusan-keputusan dimana anda kurang mampu.

2. How Do I Work?

Anda harus sadar bahwa tiap-tiap dari anda memiliki cara bekerja yang berbeda. Ada yang lebih mudah belajar melalui membaca, anda yang lebih memilih jadi pendengar saja atau bahkan ada yang lebih nyaman kita ia diberi contoh terlebih dahulu. Semua itu tidak salah, yang perlu anda sadari adalah bagaimana cara anda bekerja dan metode mana yang paling efektif.

Tiap orang berbeda dalam keadaan lingkungan yang berbeda. Kita harus memaksimalkan lingkungan kita agar mampu menunjang pencapaian terbaik yang cocok dengan cara kita bekerja. Sebagai contoh ada yang sangat senang ketika bekerja dalam kelompok, tetapi ada yang lebih nyaman untuk bekerja sendiri. Ada yang mejanya kacau dan suka bekerja hingga larut malam, ada yang hanya bisa bekerja nine to five dan harus duduk rapi di kantor. Tidak ada yang salah dari setiap metode atau cara yang anda gunakan. Satu yang pasti, setiap orang memiliki cara yang berbeda dan anda harus tahu dengan pasti mana cara kerja anda yang paling efektif.

(more…)