Bagaimana Caranya Agar Kita Terbiasa Bangun Pagi? [INFOGRAPHIC]

Saya sendiri adalah pribadi yang terkadang punya masalah dengan bangun pagi. Jika harus dikejar flight pagi, biasanya saya putuskan untuk tidak tidur saja dan menggantinya dengan tidur selama perjalanan di Taksi ataupun di Pesawat. Kondisi ini terkadang menggangu saya, apalagi setelah selesai menempuh perjalanan saya langsung dihadapkan dengan serangkaian meeting dan kerjaan yang menguras pikiran. Bisa-bisa energi saya habis sebelum semua kerjaan saya tuntas.

Berikut ini infographic menarik yang baru saja saya temukan dari website majalah Entrepreneur yang memberikan tips tentang bagaimana agar kita bisa menjadi pribadi yang terbiasa bangun pagi. Check it out!

7 Alasan Mengapa Anda Harus Bersyukur Telah Memasuki Usia 20 Tahunan

Anda sudah memasuki usia 20 tahunan sekarang? Artinya anda sudah tidak muda lagi sekarang. Masa-masa kenakalan jaman SMA dan petualangan jaman kuliah telah lewat. Berganti masa adaptasi terhadap tanggung jawab yang lebih besar lagi, seperti pekerjaan kantor atau mungkin keluarga – bagi anda yang sudah mulai membangun kehidupan rumah tangga. Tapi bagaimanapun juga, usia 20 tahunan usia transisi yang patut disyukuri. Karena pada rentan waktu inilah momentum untuk membangun masa depan anda jauh kedepan telah dimulai.

Berikut ini adalah alasan mengapa anda musti bersyukur sudah memasuki usia 20 tahunan :

1. Mulai memikirkan cita-cita dengan lebih realistis

Sebelum lulus dari bangku kuliah, atau tepatnya di usia sekolahan, sering kali impian masih terlihat abstrak. Mulai dari berkeliling dunia, sukses di usia muda, membuat perusahaan semacam Google hingga menjadi seniman yang paling dikagumi abad ini. Tidak ada salahnya bercita-cita tinggi, yang salah adalah ketidak tahuan kita akan jalan mana yang musti ditempuh untuk mewujudkannya.

Pernah membaca tulisan saya tentang “panduan mendaki gunung” ? Dari situ anda akan tahu bahwa untuk mencapai puncak dari cita-cita yang anda impikan, terdapat beberapa tahap yang harus anda lewati. Tidak ada yang namanya sukses instan. The Beatles saja butuh waktu lebih dari 8 tahun sebelum menginvasi musik industri musik di Amerika, masa anda tidak mau berproses untuk mencapai puncak yang anda impikan?

Di usia 20 tahunan ini, baik emosi ataupun pikiran anda akan menjadi lebih dewasa dalam memandang kehidupan ini. Sehingga anda akan mulai sadar bahwa tidak ada sesuatu yang bisa didapat secara instan.

Ingat! tidak ada jalan pintas menuju surga. Bahkan mereka yang ingin pergi melihat surga sekali pun harus mati terlebih dahulu.

2. Orang lain akan memperhatikan anda dengan lebih serius

Periode usia 20 tahunan akan membawa anda pada tahap kedewasaan, baik secara sikap, emosi, pikiran maupun postur tubuh. Hal inilah yang membuat orang lain memperhatikan anda lebih serius ketika berinteraksi.

Saja jadi ingat akan kisah salah seorang teman saya. Ketika masih berusia 18 tahun dulu, ia pernah berjualan korma ketika bulan puasa dari satu swalayan ke swalayan lainnya. Ia berjualan bukan dalam bentuk satuan atau kardusan, tapi sudah dalam bentuk satuan ton. Beberapa swalayan percaya padanya, beberapa lainnya tidak dan alasannya pun bisa dibilang lucu. Karena ia masih terlihat terlalu muda, pihak swalayan yang mau diajak kerjasama pun ragu. Sekarang, ketika ia sudah menginjak pertengahan 20 tahunan dan terlihat lebih matang, ia pun dapat dengan mudah berinteraksi dan menjalin kerjasama bisnis dengan mereka yang jauh lebih tua dan lebih besar.

(more…)

7 Ciri-ciri Mereka yang Mempunyai Kecerdasan Emosional yang Tinggi

Akhir-akhir ini, kita semakin sadar bahwa kecerdasan emosional ini sangat penting bagi tiap individu dalam menunjang kesuksesan dan kebahagiaan mereka, baik di tempat kerja, pergaulan hingga kehidupan keluarga. Memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan membantu anda dalam bersikap praktis ketika di hadapkan pada suatu permasalahan. Untuk itu, kali ini saya akan sharingkan apa saja ciri-ciri mereka yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi. Harapannya, hal ini akan menjadi referensi kita bersama untuk kehidupan kita yang lebih bermanfaat dan bahagia kedepannya.

1. Fokus pada Hal-hal yang Positif

Mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi sadar bahwa percuma saja berlarut-larut dengan masalah. Fokus pada masalah tidak akan pernah membawa solusi, sebaliknya bersikap positif dalam menyikapi masalah akan membawa anda pada solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan anda.

2. Mereka yang Berpikiran Positif akan Berkumpul dengan Mereka yang Berpikir Positif Pula

Orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak akan menghabiskan banyak waktu dengan berkumpul bersama mereka yang suka mengeluh dan mengumpat. Mendengarkan keluh kesah dari mereka yang suka berpikir negatif hanya akan membawa menghabiskan energi kita pada hal yang percuma. Sebaliknya, berkumpul dengan orang yang memiliki pikiran positif dan penuh semangat akan membuat kita tertular juga. Dan inilah yang pada akhirnya akan meningkatkan kecerdasan emosional anda juga.

3. Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi selalu Assertive

Assertive adalah sebuah sikap tegas dalam mengemukakan suatu pendapat, tanpa harus melukai perasaan lawan bicaranya. Orang yang assertive sangat tahu betul kapan mereka harus bicara, kapan mereka harus mengemukakan suatu pendapat dan bagaimana cara yang tepat untuk memberikan sebuah solusi tanpa harus menggurui. Dan yang pasti mereka yang memiliki sikap assertive selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bicara.

(more…)

7 Hal yang Harusnya Disadari Ketika Berusia 20 Tahunan

Kita semua sudah tahu bahwa usia 20 tahunan ini adalah periode paling penting dalam menentukan masa depan kita. Apa saja yang kita pilih atau putuskan hari ini, akan berdampak jauh ke masa depan kita. Sebelumnya kita pernah belajar tentang hal-hal yang harusnya mulai dilakukan dan kesalahan yang harusnya tidak dilakukan di usia 20 tahunan.

Kali ini kita akan membahas apa saja yang harus kita sadari ketika kita mulai menginjakkan kaki di usia 20 tahunan agar usia 20 tahunan kita menjadi masa yang monumental bagi perkembangan karir kita di masa yang akan datang.

(more…)

Bagaimana Membedakan Jenius dengan Pengekor

Dari pengalamannya menulis biografi beberapa jenius dunia seperti Steve Jobs, Benjamin Franklin  hingga Albert Einstein, Walter Isaacson mendapatkan insert bahwa mereka yang jenius memiliki setidaknya 5 ciri-ciri yang membedakan mereka dengan orang pada umumnya :

1. Mereka memiliki passion untuk sebuah kesempurnaan

Menurut Walter Isaacson, seorang jenius cenderung memiliki sikap yang perfeksionis, ambillah contoh Steve Jobs. Untuk menjelaskan ini, Walter Isaacson mengutip kisah Steve Jobs di masa muda yang ia tulis dalam bukunya. ‘Ketika Steve Jobs membangun pagar rumah dengan ayahnya, Jobs Senior menyarankan agar Steve juga membuat bagian belakang pagar rumahnya seindah bagian depannya. Ketika Steve bertanya mengapa? toh tidak akan ada yang tahu perbedaannya. Mayoritas orang hanya akan melihat bagian depannya saja. Jobs senior berkata, mungkin orang lain tidak akan pernah tahu, tapi kamu sendiri tahu kan?’ Mungkin dari sinilah awal mula sikap perfeksionis Steve Jobs dalam membangun Apple.

“Seorang seniman sejati sangat peduli akan karyanya, bahkan pada bagian-bagian yang tidak terlihat sekalipun.” – Walter Isaacson

(more…)