Bagaimana Talenta Lahir

Sebagai seorang anak muda yang ingin terus berkembang, beberapa pertanyaan sering mampir di dalam pikiran kita adalah “sebenarnya apa sih bakat saya?” atau “sebenarnya passion saya dimana?”

Gairah untuk menemukan talenta ini sering kali muncul dan acap kali membuat anak muda seperti kita “galau”. Beberapa dari kita ada yang berkonsultasi dengan para psikolog, ada juga yang melakukan test bakat ini-itu, seperti test graphology hingga sidik jari, atau bahkan mungkin juga ada yang lari ke dukun.

Apapun usaha kita untuk mengetahui dan mengembangkan talenta kita, ada baiknya kita berkaca dari beberapa tokoh yang telah dianggap dunia sebagai para pemilik talenta.

Mozart Tidak Terlahir Sebagai Jenius

Pada usia enam tahun, Mozart dan Kakaknya, Anna Maria sudah menjadi bagian dari sosialita Austria yang berkumpul dengan para borjuis Eropa dan mempertontonkan bakatnya : Piano. Melihat pertunjukan Mozart setiap orang pasti berdecak kagum dan mengatakan anak ini pasti berbakat. Tetapi apakah sebenarnya demikian?

Dalam buku Genius Explained karya Michael Howe, dipaparkan bahwa karya awal Mozart sangatlah biasa saja, apalagi jika distandarkan dengan komponis yang sudah dewasa kala itu. Banyak pakar bahkan berargumen bahwa karya awalnya mungkin ditulis oleh ayahnya. Banyak komposisi Mozart di masa kecil seperti tujuh concerto pertamanya untuk piano dan orchestra, diduga merupakan aransemen ulang karya komponis lainnya.  Baru pada usia 21 tahun, karya besar pertamanya muncul. Karya ini baru muncul setelah Mozart bereksperimen dengan berbagai concerto selama lebih dari sepuluh tahun lamanya.

Lantas bagaimana Mozart sudah mampu membawakan concerto-nya dengan bagus ketika ia masih berusia 6 tahun?

(more…)

George Melies – A Trip to The Moon (Voyage Dans La Lune)

Diluncurkan pada tahun 1902, film ini adalah film berwarna pertama di dunia. Tapi satu hal yang perlu ditanyakan, bagaimana di tahun itu orang sudah bisa menciptakan sebuah film berwarna? padahal teknologinya pada saat itu belum ada. Disinilah letak kejeniusan sineasnya George Melies. Warna-warna yang dihasilkan di film tersebut berasal dari tangannya. Yah betul! Ia mengecat filmnya satu per satu.

Selain itu, menurut saya film ini sangat visioner bagi sejarah kehidupan manusia. Kita sendiri tahu bahwa Apollo 11 baru di luncurkan ke bulan pada 20 Juli 1969, tapi visi untuk mendaratkan manusia ke bulan dengan roket telah diawali oleh George Melies pada tahun 1902.

Logic will get you from A to B. Imagination will take you everywhere – Albert Einstein

Apa Saja yang Dilakukan Para Pemimpin Dunia Ketika Mereka Masih 20 Tahunan?

Setelah beberapa waktu yang lalu saya menuliskan tentang “7 Kesalahan yang Harusnya Tidak Dilakukan di Usia 20 Tahunan”, kali ini saya menemukan fakta menarik dari para pemimpin dunia dan apa saja yang mereka lakukan di Usia 20 tahunan. Faktanya yang pertama kali diangkat oleh Policymic ini, menampilkan fakta yang beberapa diantaranya cukup mencengangkan. Berikut kita simak, apa saja yang dilakukan oleh para pemimpin dunia ketika mereka masih berusia 20 Tahunan.

David Cameron – Perdana Menteri Inggris

Setelah lulus dari Brasenose Collage, Oxford dengan gelar kehormatan kelas satu, Cameron menghabiskan lima tahun berikutnya dengan bekerja di departemen penelitian untuk Partai Konservatif. Meskipun ia terkenal sebagai peneliti yang berbakat dan pekerja keras, ketika mahasiswa ia pernah bergabung dengan sebuah klub ekskusif mahasiswa yang terkenal akan pestapora dan hura-hura yang bernama The Bullingdon Club.

Fakta Menarik : The Bullingdon Club terkenal akan perilaku buruk anggotanya. Mereka sering kali berbuat onar dan meruka restoran hingga mengencingi kamar mahasiswa. David Cameron seringkali menolak ketika wartawan mewawancarainya tentang The Bullingdon Club.

Angela Merkel – Kanselir Perempuan Pertama di Jerman

Merkel bertemu dengan Ulrich, suami pertamanya, semasa menjadi mahasiswa fisika di Universitas Leipzig pada tahun 1974, ketika ia baru menginjak usia 20 tahun. 3 tahun kemudian mereka menikah dan memutuskan untuk hidup bersama. Pernikahan pertama Merkel berakhir pada tahun 1982, sebelum akhirnya ia menikah lagi pada 1998.

Fakta Menarik : Sambil terus berusia untuk lulus dan mendaptkan gelar, Merkel pernah bekerja sebagai pelayan bar dan tinggal bersama suami pertamanya di kamar apartmen yang sempit seluas 100 meter persegi dengan kamar mandi dan toilet yang menjadi satu.

Bashar Al-Assad – Presiden Syria

Bashar Al-Assad menghabiskan sebagian besar usia 20 tahunannya dengan belajar kedokteran di Universitas Damaskus dan akhirnya lulus pada tahun 1988. Awal karirnya dihabiskan sebagai dokter militer di Damaskus sebelum kemudian pindah ke London.

Fakta Menarik : Bashar Al-Assad sama sekali tidak memiliki ketertarikan di bidang politik awal mulanya. Ketika kakaknya, Bassel, yang digadang-gadang sebagai suksesor ayah mereka – mantan Presiden Suriah Hafez al-Assad –  meninggal secara tragis dalam kecelakaan mobil, Bashar pun mau tak mau harus turun ke dunia politik.

(more…)

10 Orang Sukses yang Membuktikan Prestasi Akademis Bukanlah Segalanya

Pendidikan di Indonesia selalu mengajarkan pada kita bahwa untuk menjadi orang sukses di kemudian hari, kita harus “menurut” dengan sistem yang ada di sekolah dengan banyak matapelajarannya, belajar setekun mungkin dan mendapatkan A untuk semua matapelajaran (itu pun kalau bisa :p).

Alih-alih menemukan sendiri bidang apa yang para siswa cintai dan memperjuangkannya, para siswa seolah selalu didekte dari semenjak kecil tentang gambaran sebuah kesuksesan. Seperti sukses adalah mendapat IPK 4.0, menjadi dokter atau pegawai negeri.

Berikut ini adalah beberapa contoh orang sukses – mulai dari para pemikir dunia, entrepreneur hingga film director –  yang diterinspirasi oleh EliteDaily, yang pernah memiliki masalah dengan nilai akademisnya dan berhasil membuktikan bahwa nilai yang kita dapat disekolah bukanlah penjamin kesuksesan di masa yang akan datang.

 

Winston Churcill

Salah satu pemimpin Inggris paling terkenal sepanjang masa ini adalah peraih skor terburuk dari jajaran anak-anak yang saat itu masuk di SMA-nya. Walaupun ia sangat pandai dalam pelajaran bahasa inggris dan sejarah, ia sangat buruk untuk urusan matapelajaran lainnya, seperti matematika.

“Mereka – para guru di SMA – tidak pernah memintaku untuk melakukan hal-hal yang aku sukai dan berguna. Periode ini adalah salah satu masa paling tidak bahagia dalam hidup saya.”

 

Thomas Alva Edison

Pria dengan julukan Penyihir dari Menlo Park ini adalah salah satu dari pemikir paling inovatif dalam sejarah yang bertanggung jawab atas banyak penemuan yang merubah dunia. Seperti yang banyak diceritakan, saat sekolah dulu, banyak guru yang menganggapnya bodoh karena banyak bertanya dan tidak bisa diam. Demi menghidari rasa frustasinya ini, akhirnya orang tuanya memutuskan untuk mengajarinya sendiri di rumah.

(more…)