Kebiasaan yang Melekat pada Mereka yang Memiliki Kecerdasan Emosional yang Tinggi

Di artikel sebelumnya, kita telah membicarakan beberapa ciri mereka yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi dan bagaimana hal ini berguna menjadi penunjang kesuksesan kita di masa yang akan datang. Jika kecerdasan intelejensia lebih mengarah pada seberapa dalam potensi isi kepala anda, maka kecerdasan emosional lebih ke arah bagaimana kita memenej kompleksitas kehidupan sosial, mengatur kebiasaan sehari-hari hingga mengambil keputusan yang tepat untuk hasil terbaik di masa yang akan datang. Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang melekat pada mereka yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.

1. Mereka Mengetahui Apa Kelebihan dan Kelemahan Mereka

Mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi mempunyai kebiasaan untuk mengoreksi diri sendiri, sehingga mereka paham bidang apa yang benar-benar mereka kuasai dan di bidang apa biasanya titik lemah mereka. Memiliki kecerdasan emosional tinggi berarti anda harusnya tahu bagaimana fokus menggunakan kelebihan anda semaksimal mungkin untuk meraih pencapaian maksimal anda.

2. Mereka Sering Kali Penasaran dengan Orang di Sekeliling Mereka

Mereka yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, seringkali penasaran dengan berbagaimacam karakter yang dimiliki orang-orang di sekitar mereka. Sebenarnya rasa penasaran ini adalah bentuk dari empati besar yang biasa dimiliki oleh mereka yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Semakin mereka penasaran terhadap seseorang, semakin mereka menaruh perhatian lebih terhadap orang tersebut.

3. Mereka Sangat Pintar Menilai Karakter Seseorang

Kecerdasan emosional sebenarnya dapat dibentuk dari kesadaran sosial akan sekeliling kita, seperti kemampuan membaca pikiran orang lain, memahami perasaan lawan bicaranya, mengerti potensi yang dimiliki oleh rekan kerjanya hingga melihat apakah lawan bicaranya ini sedang bohong atau tidak. Kemampuan seperti inilah yang pada akhirnya membuat mereka yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dinilai sebagai pembaca karakter yang baik.

(more…)

Tentang Para Extrovert dan Introvert, serta bagaimana cara otak mereka bekerja

Weekend kemarin saya membaca artikel yang sangat menarik di FastCoExist tentang kecenderungan jawaban para extrovert dan introvert apabila mereka dilontarkan pertanyaan “Mana yang lebih anda pilih, antara gunung atau pantai?”

Sebenarnya pertanyaan semacam ini sudah pernah saya temui sebelumnya, namun saya memahaminya hanya sebagai sebuah pertanyaan pancingan untuk mendapatkan alasan yang akhirnya bisa mulai kita analisa.

Sebagai contoh, jika saya tanya “anda lebih suka bertamasya ke gunung atau ke pantai?” saya hanya menganggap pertanyaan ini sebagai pancingan saja dulunya. Lalu ketika anda menjawab “pantai” selanjutnya saya akan bertanya”mengapa?” yang akhirnya akan membawa pada sebuah analisa kepribadian anda.

Misal anda memilih pantai karena “view-nya yang indah dan banyak betebaran cewek cantik berbikini”, dapat saya simpulkan bahwa anda adalah tipikal orang visual. Cara pandang anda, cara bagaimana anda berpikir hingga bagaimana anda tertarik akan suatu permasalahan, banyak dipengaruhi oleh rangsangan visual. Anda selalu ingin tampil sempurna baik dari cara berpakaian maupun berjalan. Dan anda pun lebih tertarik dengan mereka yang memiliki “tampilan visual” yang bagus, ex: cantik, ganteng, keren dan semacamnya.

(more…)