Made to Stick – Bagaimana Ide Anda Menempel Dibenak Orang

image5

Hal apa yang pertama kali anda ingat dari Martin Luther King? Mungkin saja “I Have A Dream”. Kalau Apple? Bisa jadi “Think Different”. Bagaimana dengan Donny Iskandar teman kita yang paling pintar di kelas? Adakah hal yang kalian ingat dari dia?

Beberapa ide menempel dibenak orang, lainnya hangus dan terlupakan oleh waktu. Ini bukan masalah keterkenalan orang atau tidak, tapi ini lebih berkaitan dari bagaimana anda menyampaikan ide anda dan membuatnya menempel dalam-dalam dibenak orang.

Ada beberapa tips yang mungkin bisa saya bagikan untuk membuat ide anda lebih menempel dibenak orang. Kuncinya adalah SUCCES. Apa saja itu?

Simplicity

Kebanyakan ide yang berhasil menempel dibenak masyarakat adalah ide sederhana yang langsung menonjolkan pada “core message”-nya. Seperti contohnya Air Asia yang terkenal murah. Atau dari Indonesia kita bisa mengenal D’Cost dengan tagline “Harga kaki lima, rasa bintang lima”.

Menonjolkan core competence juga dapat membuat para penerima massage anda langsung terfokus pada apa yang anda sampaikan.

Unexpected

Kita dapat menangkap perhatian orang dari kejutan yang kita sampaikan. Dan cara terbaik untuk menciptakan kejutan adalah dengan “merusak pola” yang ada dalam suatu cerita.

Ada yang pernah mendengar cerita tentang seorang nenek tua yang mengembalikan dongkrak ke Nordstorm? Jika belum, let me tell about it.

Suatu ketika ada seorang nenek yang pergi ke Nordstorm (Swalayan di Amerika) dengan marah-marah sambil berkata bahwa dongkrak yang baru dibeli oleh cucunya ternyata rusak dan ia meminta kembalian uang. Seorang kasir yang melayani pun beberapa saat berdiskusi dengan managernya dan selanjutnya memutuskan untuk mengganti dongkrak yang dibawa nenek itu dengan fresh money.

Satu hal yang harusnya anda tahu, Nordstorm sebenarnya tidak menjual dongkrak. Dan setelah nenek tadi pulang ke rumah dan menginfokan kejadian tadi ke cucunya. Tak ayal betapa malunya mereka.

Cerita ini telah terjadi sudah lebih dari 10 tahu lalu, namun mengapa masih melekat di benak beberapa orang sampai saat ini?

Hal ini tak lain karena ada sesuatu yang unexpected, yakni ketika kita tahu bahwa sebenarnya Nordstorm tidak menjual dongkrak. Memunculkan sesuatu yang unexpected adalah cara terbaik untuk menarik perhatian orang.

Concrete

Jangan pernah menyampaikan sesuatu yang ambigu kepada lawan bicara anda, seperti “Banyak sekali mahasiswa yang bolos kelas hari ini” hal ini masih dapat menimbulkan pertanyaan, “Banyak” disini jumlahnya berapa?

Sampaikanlah sesuatu dengan lebih konkrit seperti “3 mahasiswa telah bolos di hari senin ini”. Pernyataan seperti ini akan membuat lawan bicara anda mendapatkan pesan dengan lebih jelas dan lebih dimengerti.

Credible

Terkadang, untuk membuat suatu hal lebih bisa diterima oleh orang, harus ada seseorang atau lembaga tertentu yang credible yang mau meng-endorse-nya.

Masih ingat apa pencapaian terbaik masakan khas Padang – Rendang – pada tahun 2011 kemarin?

Menurut CCN Food, Rendang adalah masakan paling enak sedunia mengalahkan berbagai macam masakan dari berbagai penjuru dunia. Coba bayangkan jika yang menyatakan rendang sebagai masakan terenak di dunia adalah Donny Iskandar teman kita yang paling pintar di kelas itu? Akankah banyak diingat orang? Jawabnya pasti tidak. Mengapa? Karena dibandingkan dengan CNN Food, Donny Iskandar bukanlah suatu lembaga/perorangan yang kredibel untuk menilai hal ini.

Emotional

Emosional bukan berarti harus kita artikan sebagai suatu melodrama atau hal romantis lainnya. Emosional disini lebih berkaitan tentang bagaimana membuat orang lebih care terhadap ide kita. Dan satu hal yang harus anda ketahui, kebanyakan manusia lebih mudah disentuh dari sisi emosional daripada rasional.

Ingat bagaimana pidato Martin Luther King yang berjudul “I Have A Dream” dapat mengubah pandangan warga Amerika tentang kesetaraan ras? Hal ini dikarenakan ia banyak menyentuh sisi emosional yang ada dimasyarakat daripada menyampaikan data dan fakta apabila kesetaraan ras tidak segera digalakkan. Karena manusia memanglah makhlus emosional. Mereka lebih mudah di-“drive” dengan emosi daripada dengan rasio.

Story

Berapa banyak dongeng masa kecil yang masih anda ingat? Jika saya suruh anda menyebutkan salah satunya, pastilah anda dapat menceritrakannya dengan baik kepada saya. Seperti kisah si kancil, sangkuriang hingga putri salju.

Tapi, berapa banyak penjelasan mata pelajaran di kelas SD yang masih anda ingat? Saya yakin walaupun saya hanya menyuruh anda untuk menjelaskan salah satunya, anda pasti tetap tidak ingat. Karena pada kenyataannya manusia akan lebih mengingat lebih baik cerita daripada data.

Untuk itu, jika anda ingin menyampaikan ide anda dengan baik kepada orang, mulailah dengan sebuah cerita yang simple, unexpected dan mampu menyentuh sisi emosional lawan bicara anda.

 

*artikel ini terinspirasi dari buku “Made to Stick” karya Chip Heath dan Dan Heath.

Comments

comments