Mengapa Kita Musti Bersyukur Karena Lahir di Indonesia Hari Ini?

Soekarno pernah berkata, “Berilah aku 10 orang pemuda maka akan kuguncang dunia.” Hal ini mengindikasikan bahwa founding father dari Negara Republik Indonesia ini percaya akan kekuatan di dalam diri para pemuda dalam melakukan banyak hal-hal penting yang mampu merubah dunia.

Hal ini tidaklah berlebihan, lihatlah bagaimana Sumpah Pemuda di tahun 1928 mampu menyatukan perjuangan para gerilyawan nusantara untuk memerdekakan republik ini yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri. Konon, sumpah pemuda ini adalah titik balik dari perjuangan Indonesia agar lebih terarah dalam meraih kemerdekaannya.

Peran pemuda dalam mengawal perubahan tidak hanyak terjadi di ranah politik saja seperti kisah tentang Sumpah Pemuda. Lihatlah bagaimana Malala Yousafzai yang kisahnya dalam menuntut pendidikan lebih merata di Pakistan – yang saat ini banyak di kuasai Taliban – menjadikannya salah satu dari orang berpengaruh di dunia pada tahun 2013 menurut Majalah TIME. Lihatlah juga Severn Cullis-Suzuki yang pada tahun 1992 di Rio de Janairo berhasil menghipnotis dunia selama 8 menit dalam sebuah pidatonya yang bercerita tentang lingkungan hidup di hadapan para petinggi PBB hingga bagaimana Mark Zuckerberg mengubah cara kita bersosialisasi dengan facebooknya.

Kemauan yang kuat, ide serta daya inovasi adalah modal utama para pemuda dalam membuat banyak perubahan-perubahan di dunia ini. Memang perubahan belum tentu menjadikan sesuatu lebih baik, tapi tanpa perubahan tidak akan ada pembaharuan dan tanpa pembaharuan, tidak akan pernah ada kemajuan.

Angkatan Muda Indonesia Saat Ini

Menurut data Badan Pusat Statistik, saat ini usia rata-rata penduduk Indonesia adalah 27,5 tahun, dimana 35 persennya berusia dalam rentang umur 15 sampai 34 tahun. Menurut anda, apa yang menarik dari data fakta ini?

Dahulu, sebelum Jepang maju seperti sekarang ini – tepatnya pada periode tahun 1950-an – Jepang pernah mengalami jumlah angkatan muda yang gemuk seperti yang dialami oleh Indonesia sekarang ini. Saat itu, usia rata-rata penduduk Jepang sebagian besar berkisar 17 sampai 32 tahun. Momen ini dimanfaatkan betul oleh Jepang dengan memperbaiki sistem pendidikan mereka dan mempersiapkan generasi mudanya agar siap membangun Jepang menjadi Negara Super Power di masa yang akan datang.

Momen yang sama seperti ini juga terjadi di Korea Selatan dan juga Cina. Korea Selatan mengalaminya di tahun 1970-an sedangkan Cina mengalaminya di tahun 1990-an. Satu hal yang menarik di sini adalah keberhasilan Negara-negara ini dalam memanfaatkan jumlah angkatan mudanya yang gemuk dalam menggalang banyak perubahan yang berarti demi kemajuan bangsanya. Kemampuan anak muda yang lebih cepat adaptif terhadap perubahan serta daya inovasinya yang tinggi inilah yang akhirnya membantu Jepang, Korea Selatan dan Cina menjadi Negara Super Power yang baru di era ini.

Bagaimana dengan Indonesia? Mampukah kita memanfaatkan momen ini dengan baik?

 

“Anak muda tidak pernah menjanjikan masa lalu, karena ia hidup di masa depan” – Anies Baswedan

Menjawab Prediksi Masa Depan

Menurut prediksi dari Price Waterhouse Coopers dan juga Standard Chartered Bank, pada tahun 2030 Indonesia akan menjadi Negara dengan ekonomi paling kuat nomor 7 di dunia, menurut prediksi McKinsey & Company di tahun yang sama kita akan menjadi Negara dengan ekonomi paling kuat nomor 6 di dunia dan bahkan menurut Goldman Sachs dan HSBC, Indonesia akan menjadi Negara dengan kekuatan ekonomi paling besar nomor 4 di dunia pada tahun 2050.  Jangan sampai prediksi ini hanya menjadi ramalan bohong belaka karena kita sebagai generasi muda tidak mampu memanfaatkan momen ini dengan baik.

Kita musti sadar bahwa jumlah angkatan muda yang gemuk ini akan menjadi motor penggerak yang mutakir demi kemajuan bangsa apabila angkatan mudanya paham akan kesempatan ini dan memiliki kemampuan yang tepat untuk menjawabnya.

Mulai sekarang mulailah berusaha, berinovasilah dan ciptakan karya yang memiliki impek untuk pembangunan Indonesia, hingga pada akhirnya prediksi-prediksi yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga di atas tadi menjadi kenyataan sehingga kita sebagai generasi muda akan bangga di kemudian hari dan merasa bersyukur karena di lahirkan di Indonesia di hari ini – di momen yang tepat.

 

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” – Ar Ra’d ayat 11

Comments

comments