Setinggi Apa Kita Harus Menggantungkan Mimpi?

Ketika kita masih kecil jika ditanya apa cita-cita kita ketika besar nanti, sebagian besar dari kita akan menjawab menjadi seorang dokter, polisi, tentara, pegawai negeri hingga menjadi bupati.

Ketika ada salah seorang dari teman kita yang nyeletuk ingin menjadi musisi kelas dunia atau bermain sepak bola di eropa. Serempak teman sekelas kita akan berkata “mimpi ya…”, “mimpi loo….”, atau bisa juga “mana mungkin…”.

Cita-cita menjadi musisi kelas dunia, bermain sepak bola di eropa atau membangun perusahaan yang masuk dalam jajaran Fortune Global 500 seakan-akan masih mimpi belaka bagi sebagian besar bagi anak muda Indonesia.

Pekerjaan seperti dokter, pegawai pemerintahan hingga polisi masih mendominasi mimpi kita sejak kecil. Memang hal ini tidak dapat di salahkan sepenuhnya karena toh guru-guru kita yang mengajari kita di sekolah dulu adalah mereka yang dibesarkan di era Industri, dimana di era ini pekerjaan yang nyaman adalah pekerjaan yang menghasilkan income tetap bulanan. Sehingga kita bisa hidup tenang setiap harinya.

Jaman yang Berubah

Di saat ini, berkat kemajuan teknologi dan perubahan dunia pekerjaan-pekerjaan baru pun bermunculan. Pekerjaan yang dahulu tidak ada di era industri sekarang mulai muncul di era yang lebih mengandalkan kreativitas ini.

Sebut saja pekerjaan seperti copywriter, art director, social media strategist hingga interior designer. Pekerjaan-pekerjaan ini beberapa diantaranya kurang lazim terdengar di telinga orang tua kita. Bahkan 10 tahun yang lalu, pekerjaan ini mungkin belum eksis di Indonesia.

Ketika masih kuliah, sekitar 2 tahun yang lalu, saya mempunyai teman yang bekerja sebagai seorang konsultan untuk sebuah studio fotografi di Kanada. Pekerjaannya cukup seru, yakni bagaimana dia meriset kepuasan pelanggan studio photography kliennya yang ada di Kanada dan membantu mengambil keputusan agar studio photografinya ini lebih maju kedepannya.

Suatu saat orang tuanya mengetahui hal ini, di balik kebanggaan orang tuanya, terbersit satu pertanyaan “Nak, gimana caranya kamu bisa melayani klien yang begitu jauhnya? Dan bagaimana dia bisa percaya sama kamu?”.

Memang bagi generasi Industrial hal ini mungkin sulit dinalar, tapi bagi generasi Google, hal ini sangatlah mungkin. Hanya lewat freelancer.com pekerjaan yang ditawarkan oleh klien dari berbagai Negara sangatlah mungkin untuk kita kerjakan. Internet memberikan bentuk ekonomi baru yang dalam buku “The Icarus Deception” Karya Seth Godin disebut sebagai The Connection Economy.”

Bagi generasi Google seperti kita sekarang ini, menjual barang dengan tidak langsung bertemu dengan pembelinya sangatlah biasa. Website-website e-commerce seperti tokopedia dan tokobagus telah mengubah cara berbisnis kita.

Sekitar 3 bulan yang lalu, saya pernah bertemu dengan mantan vice presiden dari Alibaba.com – Porter Erisman di kampus saya. Dari sekedar perkenalan singkat, kami banyak berbicara tentang iklim startup di Indonesia, Cina maupun Silicon Valley.

Satu pendapatnya yang sangat menarik saat itu adalah ….

“You only need a laptop and internet connection to serve the world, so creating global company is not as hard as before”

 

Sayap Icarus

Dari jaman yang telah berubah hari ini, coba kita flash back kembali ke jaman Yunani kuno. Jaman dimana awal persepsi yang salah telah mendarah daging di era kita saat ini.

Di selatan Yunani, terdapat laut yang bernama Laut Icarian yang menyimpan legenda tentang seorang pemuda yang ingin menggapai matahari yang bernama Icarus.

Icarus dan ayahnya yang bernama Daedalus dipenjarakan oleh Raja Minos disebuah pulau di tengah samudra. Daedalus yang seorang ahli perkakas saat itu mempunyai rencana yang menarik untuk melarikan anaknya dari penjara itu. Dengan keahliannya, ia akan membuatkan sayap buatan untuk Icarus yang akan ditempelkan dengan menggunakan lilin paraffin di punggung Icarus.

Ketika sayapnya sudah jadi dan mulai ditempelkan pada punggung Icarus, Daedalus berpesan :

“Nak, jangan terbang terlalu tinggi mendekati matahari. Karena lilin paraffin ini bisa leleh dan kamu akan jatuh ke laut.”

Icarus pun mengiyakan pesan ayahnya dan memutuskan untuk pergi meninggalkan penjara tengah samudra dengan sayap buatan ayahnya.

Berada di atas memang membawa kesenangan tersendiri. Selain bisa menari-nari di atas awan, Icarus juga bisa berkawan dengan elang.

Saking asiknya Icarus berada di udara, ia lupa pesan Ayahnya untuk jangan terbang terlalu tinggi mendekati matahari. Ia pun terbang tinggi dan semakin tinggi mendekati matahari. Hingga akhirnya paraffin di sayapnya meleleh dan ia pun terjatuh ke laut.

 

Moral yang Berkembang

Akibat dari kisah ini, orang Yunani kuno sering berpesan kepada anaknya jangan pernah terbang atau mendaki terlalu tinggi, karena kalau jatuh akan berakibat fatal. Dan di kalangan orang tua kita, moral ini akhirnya berkembang menjadi “Cita-cita itu ngga usah tinggi-tinggi, karena kalau jatuh akan sakit.”

Maka dari pendapat orang tua kita inilah akhirnya kita memutuskan untuk memilih profesi yang membuat kita nyaman dengan income bulanan yang tetap.

 

The Untold Story

Satu hal yang tidak banyak diketahui oleh orang dari cerita Icarus tersebut bahwa sebenarnya Daedalus juga berpesan bahwa jangan terbang terlalu pendek mendekati lautan. Jika terbang terlalu pendek, peluang Icarus untuk segera mati akan lebih cepat. Banyaknya bahaya seperti angin laut dan ombak dirasa Daedalus lebih berbahaya daripada sayapnya yang leleh.

Sering kali bagi kita yang memilih untuk hidup dalam profesi yang tidak mengajarkan apa-apa, akan terbuai dengan kehidupan nyaman yang justru akan membunuh kreativitas kita kedepannya. Karena hidup yang akan kita lalui ini tidak hanya di masa muda kita sekarang saja, masa usia dua puluhan yang masih begitu powerful dan penuh semangat. Sayang sekali jika di usia yang muda ini kita habiskan hanya untuk terbang rendah di sekitar comfort zone kita. Karena pada akhirnya kita tahu bahwa terbang rendah ternyata lebih berbahaya daripada terbang tinggi. Bercita-cita rendah ternyata lebih berbahaya daripada bercita-cita tinggi.

Seperti yang pernah dikatakan Mark Twain, 20 tahun dari sekarang Anda akan lebih kecewa dengan banyak hal yang tidak Anda lakukan daripada yang telah Anda lakukan. Jelajahi, bermimpi dan temukan siapa sejatinya anda.

 

Let’s see how high we can fly before the sun melts the wax in our wings – Sir Arthur Edington

Comments

comments