#TemanBagus – Widyoseno Estitoyo dan Visinya untuk Teh Indonesia

Mengusung motto “The Finest Indonesian Tea” Havelteh merupakan perusahaan rintisan berbasis di Surabaya yang mencoba untuk mendobrak dominasi teh-teh asing, utamanya yang berkualitas premium, agar teh-teh asli Indonesia sendiri dapat dikenal juga atas kualitasnya yang di atas rata-rata.

Namun sayangnya langkah mewujudkan visi ini tidaklah mudah, banyaknya gempuran teh-teh premium asing seperti Dilmah dan Twinnings menjadikan langkah Havelteh seolah sulit untuk meraih minat pasar.

Dalam sesi #TemanBagus kali ini, menampilkan sosok Widyoseno Estitoyo, founder dari Havelteh dan visinya tentang dunia teh di Indonesia.

#TemanBagus adalah sebuah playlist di Idebagus! yang menampilkan sosok talenta yang memiliki karya inspiratif dan layak untuk dibagikan.

5 Karakter yang Mencerminkan Bahwa Anda Adalah Pemimpin yang Hebat

Dalam dunia organisasi, sering kali kita menemui berbagai macam orang dengan title Leader yang menjadi nahkoda bagi institusi itu. Beberapa orang yang kita temui tersebut ada yang sangat menginpirasi kita, tapi tak sedikit di antara mereka yang kita pandang sebagai bos yang hanya sekedar menyuruh anak buahnya saja dan marah-marah jika anak buahnya melakukan kesalahan. Dari sini banyak orang penasaran seperti apa sosok seorang leader yang hebat itu sehingga kita semua disini dapat mengambil pelajaran yang berguna ketika kita memimpin sebuah perusahaan atau organisasi. Ketauhilah, jika berbagai macam pemimpin hebat itu kita survey, akan ada beberapa kesamaan karakter yang muncul hingga kita dapat mengindikasikan mereka sebagai seorang yang hebat. Beberapa Karakter itu antara lain:

(more…)

Tentang Para Extrovert dan Introvert, serta bagaimana cara otak mereka bekerja

Weekend kemarin saya membaca artikel yang sangat menarik di FastCoExist tentang kecenderungan jawaban para extrovert dan introvert apabila mereka dilontarkan pertanyaan “Mana yang lebih anda pilih, antara gunung atau pantai?”

Sebenarnya pertanyaan semacam ini sudah pernah saya temui sebelumnya, namun saya memahaminya hanya sebagai sebuah pertanyaan pancingan untuk mendapatkan alasan yang akhirnya bisa mulai kita analisa.

Sebagai contoh, jika saya tanya “anda lebih suka bertamasya ke gunung atau ke pantai?” saya hanya menganggap pertanyaan ini sebagai pancingan saja dulunya. Lalu ketika anda menjawab “pantai” selanjutnya saya akan bertanya”mengapa?” yang akhirnya akan membawa pada sebuah analisa kepribadian anda.

Misal anda memilih pantai karena “view-nya yang indah dan banyak betebaran cewek cantik berbikini”, dapat saya simpulkan bahwa anda adalah tipikal orang visual. Cara pandang anda, cara bagaimana anda berpikir hingga bagaimana anda tertarik akan suatu permasalahan, banyak dipengaruhi oleh rangsangan visual. Anda selalu ingin tampil sempurna baik dari cara berpakaian maupun berjalan. Dan anda pun lebih tertarik dengan mereka yang memiliki “tampilan visual” yang bagus, ex: cantik, ganteng, keren dan semacamnya.

(more…)