#TemanBagus – Widyoseno Estitoyo dan Visinya untuk Teh Indonesia

Mengusung motto “The Finest Indonesian Tea” Havelteh merupakan perusahaan rintisan berbasis di Surabaya yang mencoba untuk mendobrak dominasi teh-teh asing, utamanya yang berkualitas premium, agar teh-teh asli Indonesia sendiri dapat dikenal juga atas kualitasnya yang di atas rata-rata.

Namun sayangnya langkah mewujudkan visi ini tidaklah mudah, banyaknya gempuran teh-teh premium asing seperti Dilmah dan Twinnings menjadikan langkah Havelteh seolah sulit untuk meraih minat pasar.

Dalam sesi #TemanBagus kali ini, menampilkan sosok Widyoseno Estitoyo, founder dari Havelteh dan visinya tentang dunia teh di Indonesia.

#TemanBagus adalah sebuah playlist di Idebagus! yang menampilkan sosok talenta yang memiliki karya inspiratif dan layak untuk dibagikan.

Bagaimana Penggalangan Dana untuk Pak Hadi Bisa Tembus sampai Rp 150 Juta Hanya Dalam Waktu Dua Hari Saja?

Sekitar sebulanan yang lalu saya membuat kampanye penggalangan dana untuk dosen saya di Kitabisa.com. Satu hal yang menarik dari kampanye ini adalah, dalam waktu dua hari saja dana yang terkumpul bisa mencapai lebih dari Rp 150.000.000,- (Baca: Seratus Lima Puluh Juta). Beberapa orang menganggap hal ini karena kehebatan saya dalam membuat kampanye sehingga dana yang terkumpul dapat sebegitu cepatnya. Tapi dibalik itu semua, ada beberapa hal yang melatar belakangi mengapa dana bantuan untuk Pak Hadi cepat sekali terkumpul. Beberapa hal itu antara lain:

(more…)

Example of My MBA Personal Statement (Essay) to The University of Edinburgh Business School

As an undergraduate majoring in International Business, I learned how entrepreneurship works and realize the dream of helping to be the catalyst of positive change in Indonesia. In 2012 i started a journey to create a social venture: TEDxTuguPahlawan (www.tedxtugupahlawan.org), a venture under lisence of TED (www.ted.com) that helps catalyze ideas that have an impact with the purpose of creating a better city and society in Surabaya.

TEDxTuguPahlawan actively organize various activities by inviting a wide range of brilliant experts to share ideas in a forum that is inclusive and inspiring. Along the journey, I managed to invite a wide rage of stakeholders to support the vision of TEDxTuguPahlawan. The Bank of Indonesia, The US Consulate General in Surabaya and Institut Francais d’Indonesie, are a few big names that actively support our activities.

(more…)

I Wish I Could Surprise Myself in 2017

 

Tahun 2016 telah berlalu.. banyak yang patut disyukuri dan banyak pula hal yang harus dijadikan bahan untuk introspeksi diri. Bagi saya pribadi tahun 2016 adalah tahun dengan banyak perjuangan.. mulai dari persiapan untuk kuliah lagi yang banyak memakan waktu dan energi sampai dengan kerjaan dari klien yang datang bertubi-tubi. Oiyah, disamping itu di tahun ini saya juga mendapatkan kesempatan untuk mengajar part-time di kampus alamater saya. Seru juga sih kembali ke dunia kampus dan bertemu dengan junior saya yang penuh dengan semangat dan ide. Dan yang tak kalah penting, di tahun ini saya juga cukup senang karena pada akhirnya saya bisa mengajak ummi saya jalan-jalan ke Malaysia dan Bali.. Walau menurut sebagian orang mungkin ini hal biasa, tapi menurut saya ini sangat penting untuk menciptakan waktu yang berkualitas di antara kami mengingat sejak lulus SMP saya telah hidup jauh dari rumah.

Terima kasih atas momen-monen yang indah di tahun 2016 ya Allah! Saya amat bersyukur menjalani waktu yang saya lalui ini.. Saya pun berharap semoga di tahun 2017 nanti akan ada banyak kejutan yang membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dewasa dan mampu memberika impak yang baik untuk dunia sekitar.

Apapun kejutan yang akan hadir di tahun 2017, ada beberapa resolusi yang ingin saya capai di tahun 2017 ini:

(more…)

George Town, Penang – Spontaneous Travel with A Girl from Instagram

Atraksi Utama Armenian Street

15 Desember kemarin saya memutuskan untuk travelling ke Malaysia bersama salah seorang teman dari TEDxTuguPahlawan. Sebenarnya travelling kali ini sangat dadakan karena persiapannya hanya membutuhkan waktu tiga hari saja; mulai dari membeli tiket pesawat, tukar uang ringgit sampai packing baju, karena memang travelling kali ini bukanlah sebuah perjalanan yang perlu direncanakan dengan matang, mengingat saya sudah cukup sering pergi ke Malaysia, baik untuk urusan kerjaan sampai acara kepemudaan.

Tapi yang membuat saya tetap excited kali ini adalah.. perjalanan ini akan menjadi perjalanan pertama saya ke George Town – sebuah kota di Pulau Penang yang terkenal akan Heritage-nya. Perjalanan ke George Town kali ini juga sebenarnya bukan hanya pekara jalan-jalan saja, tapi juga mengikuti kontes foto maraton yang diadakan oleh Canon.

Setelah mendarat di KLIA 2 pada tengah hari, kami memutuskan untuk rehat sejenak di tempat om teman saya di daerah Selangor, selanjutnya pada tengah malam kami pergi ke George Town menggunakan bus. Perjalanan dengan bus ini kami rasa cukup nyaman mengingat busnya sendiri cukup representatif dan jalan yang kami lalui pun sangat mulus, jadilah perjalanan malam selama 5 jam ini terasa nyaman.

(more…)