School Kills Creativity by Sir Ken Robinson

I knew Sir Ken Robinson for the first time from his video at TED.com which described about “How the school kills our creativity”. That video really open my eyes that our school actually not only have a role to develop our knowledge, but it might be also kills our creativity and critical thinking. Because when we were at the school, the hierarchy that been developed seems like insist us to study the subject that only useful for the job. Art, music and dance will be at the bottom of the hierarchy because of educator didn’t believe that it’s really useful for our future. Our educator believed that those who expert in academic subject must be the smart one. Conversely with those who expert in non-academic subject, our educator still believe that they will go nowhere.

This short insightful video will explain us the opinion of Sir Ken Robinson about the school and creativity, and how we should see our education system from another perspective. For all educators (including me), it’s a must to watch it!

 

“Imagination is the source of every form of human achievement. And it’s the one thing that I believe we are systematically jeopardizing in the way we educate our children and ourselves.”- Sir Ken Robinson

Persamaan antara Bill Gates dengan The Beatles

Penulis Buku Outliers – Malcolm Gladwell. Photo by Mashable.

Dalam buku karya Malcolm Gladwell yang brilliant berjudul Outliers memuat sebuah pemikiran bahwa keberhasilan dalam melakukan sebuah tugas yang kompleks mensyaratkan adanya jumlah minimum waktu latihan secara berulang-ulang untuk memperoleh keahlian dalam sebuah bidang tertentu. Pemikiran ini bernama teori sepuluh ribu jam – sebuah angka ajaib agar seseorang dapat mencapai peak performance-nya.

Seorang ahli saraf bernama Daniel Levitin menjelaskan dalam tulisannya, “Dalam berbagai penelitian terhadap para seniman, penulis novel fiksi, musisi, olahragawan hingga penjahat kelas kakap, angka sepuluh ribu jam selalu muncul berulang kali. Belum ada seorang pun yang pernah menemuan bahwa seseorang dapat menjadi ahli kelas dunia dengan waktu latihan yang lebih sedikit. Sepertinya otak kita memang membutuhkan waktu sepanjang itu untuk menyerap semua yang dibutuhkan untuk menjadi seorang yang ahli di bidangnya.”

Tetapi bagi Anders Ericsson dan mereka yang memperdebatkan pentingnya bakat, hal ini tidak mengejutkan sama sekali. Tanpa latihan sepuluh ribu jam, tidak mungkin seseorang menguasai keahlian yang dibutuhkan untuk bisa bermain di tingkatan tertinggi. Bahkan Mozart sekalipun – musisi yang dianggap paling jenius sepanjang masa – tidak dapat menciptakan karya-karya original terbaiknya sebelum berlatih keras selama sepuluh ribu jam. Di awal karirnya sebagai musisi, beberapa karya awal Mozart tidaklah luar biasa. Sejumlah karya awalnya mungkin ditulis oleh ayahnya dan mungkin dikembangkan sendiri seiring berjalannya waktu. Bahkan beberapa karyanya ketika masih kecil merupakan aransemen ulang karya komponis lainnya. Dari beberapa concerto yang diciptakan sendiri oleh Mozart, karya paling awal yang kini dinilai sebagai karya bersarnya baru diciptakannya pada saat berusia dua puluh tahun: pada saat itu Mozart sudah berlatih menciptakan berbagai macam concerto selama sepuluh tahun lamanya.

Latihan bukanlah hal yang dilakukan setelah kita menjadi hebat. Latihan adalah hal yang membuat kita hebat. Bakat diawal saja tidak cukup tanpa adanya latihan yang cukup. Itulah yang pada akhirnya membedakan mengapa ada anak berbakat yang sukses dengan yang gagal.

(more…)

5 Ciri-ciri Mereka yang Memiliki Kepercayaan Diri yang Tinggi

Masih ingatkah dulu, ketika kita masih anak-anak.. hanya dengan kain sarung yang dililitkan di belakang punggung kita, kita seolah telah menjadi superman. Atau dengan membawa raket bulu tangkis dan memetiknya ngawur, kita merasa seolah diri kita adalah Elvis Presley. Bahkan ketika saya dulu masih kecil, saya pribadi tidak merasa malu ketika harus ikut mama saya berbelanja ke swalayan padahal saya baru saja pulang dari acara karnaval sekolah dengan kostum tentara lengkap dengan banyak coretan di wajah.

Banyak di antara kita ketika masih anak-anak memiliki kepercayaan yang tinggi dalam menghadapi apapun, namun pertanyaannya adalah mengapa ketika mulai beranjak dewasa banyak diantara perlahan kehilangan rasa percaya dirinya?

Seringnya menghadapi penolakan, dipermalukan di depan umum hingga ditertawakan oleh orang sekitar adalah sedikit dari banyak alasan mengapa perlahan kita kehilangan rasa percaya diri. Tapi tahukah anda bahwa percaya diri adalah salah satu faktor penting bagi kesuksesan kita di masa yang akan datang? Rasa percaya diri yang saya maksud di sini bukan hanya berarti berani melakukan standup comedy di depan panggung padahal lawakannya tidak lucu sama sekali. Tapi jauh dari itu.. rasa percaya diri disini adalah kemampuan kita untuk terus percaya bahwa kita dilahirkan dengan kapasitas untuk mewujudkan apa yang telah kita cita-citakan.

Berikut ini adalah 5 ciri-ciri mereka yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi:

1. Mereka Memandang Kegagalan sebagai Sebuah Referensi Hidup

Mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi belum tentu kebal terhadap kegagalan, malah sering kali mereka menemui kegagalan dalam perjalanan hidupnya. Tapi bagi mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi, daripada terus menerus larut dalam kegagalan, mereka akan menjadikan kegagalan ini sebagai sebuah referensi hidup agar kelak mereka tidak terperosok di lubang yang sama.

(more…)