Flashback YSEALI – The Power of Collaboration in Myanmar

For about two days ago in YSEALI chatting group, i knew that Andrew Lang – our camerabuddy in Myanmar – told us that the video documentation about our activity during the conference in Myanmar already finished, so we can start to check it out!

After watching the whole video, suddenly i was remembering back everyday that i spent along this conference. One thing that makes this conference really special was the participants itself. They are a bunch of talented youth from across ASEAN countries who came from so diverse background like engineer, activist, renewable energy consultant, entrepreneur, social enterprise founder and of course student. We were discussing a lot about economic growth, education and social justice in ASEAN especially Myanmar – the host country.

I wish that someday we still have a chance to collaborate together to make something impactful in our region. And i can’t wait when it can be started. Maybe in Ideaction Summit? Hahaha That’s my brand new idea actually dear readers. I’ll share to you later.

Btw credit for the camerabuddy. Thanks for freezing the moment!

Andrew Lang (Left)

I really sorry for my blog readers that i rarely post anything lately. I was busy of finishing my book and preparing my post graduate education. Wish me luck!
I’ll post something inspiring anymore once i get a spare time. Thank you for visiting my blog.

 

“Young people like you have to be the ones who lead us forward.” – U.S. President Barack Obama

5 Pelajaran Kepemimpinan yang Bisa Kita Petik dari Insiden Jatuhnya AirAsia QZ8501

Sudah tepat seminggu sejak peristiwa kecelakaan maut yang terjadi pada pesawat AirAsia tujuan Surabaya – Singapura pada 28 Desember 2014 lalu. Di balik kesuksesan dalam mengidentifikasi letak jatuhnya pesawat di bawah langit selat Karimata, di balik berhasilnya mengevakuasi beberapa korban hingga pujian yang didapat dari dunia internasional atas aksi tanggap ini, kita dapat melihat beberapa pihak yang turut serta berperan aktif dalam menyelesaikan masalah ini. Baik mereka yang merasa bertanggung jawab, maupun mereka yang merasa peduli akan penyelesaian tragedi ini.

Berikut ini adalah opini saya tentang pelajaran leadership ataupun kepemimpinan yang bisa kita petik dari insiden jatuhnya AirAsia QZ8501.

1. Mereka Bukan Pengecut

Ketika pesawat AirAsia QZ8051 hilang pada pukul 06.24 WIB, Tony Fernandes selaku CEO dari Group AirAsia sudah bersiap pasang badan untuk menyelesaikan masalah ini. Alih-alih ia menyalahkan orang lain, Tony Fernandes mengambil keputusan untuk langsung bertolak ke Surabaya demi memberikan keterangan resmi kepada masyarakat luas tentang apa yang sebenarnya terjadi.

(more…)

Makna Tentang Leadership yang Harusnya Kita Ketahui

Apakah anda mengerti makna dari seorang leader atau pemimpin? Jika anda menganggap pemimpin adalah orang semacam atasan anda, anda sepertinya kurang memahami makna dari seorang leader. Nyatanya, leader bukan hanya soal jabatan atau posisi. Jauh lebih dari itu, leadership adalah soal pengaruh. Banyak orang yang memiliki jabatan jauh di atas kita, tapi berapa banyak diantara mereka yang mampu benar-benar mempengaruhi hidup kita?

Pastikan anda memahami beberapa hal berikut ini, untuk membangun potensi leadership anda dengan lebih bermakna.

(more…)

7 Alasan Mengapa Anda Harus Bersyukur Telah Memasuki Usia 20 Tahunan

Anda sudah memasuki usia 20 tahunan sekarang? Artinya anda sudah tidak muda lagi sekarang. Masa-masa kenakalan jaman SMA dan petualangan jaman kuliah telah lewat. Berganti masa adaptasi terhadap tanggung jawab yang lebih besar lagi, seperti pekerjaan kantor atau mungkin keluarga – bagi anda yang sudah mulai membangun kehidupan rumah tangga. Tapi bagaimanapun juga, usia 20 tahunan usia transisi yang patut disyukuri. Karena pada rentan waktu inilah momentum untuk membangun masa depan anda jauh kedepan telah dimulai.

Berikut ini adalah alasan mengapa anda musti bersyukur sudah memasuki usia 20 tahunan :

1. Mulai memikirkan cita-cita dengan lebih realistis

Sebelum lulus dari bangku kuliah, atau tepatnya di usia sekolahan, sering kali impian masih terlihat abstrak. Mulai dari berkeliling dunia, sukses di usia muda, membuat perusahaan semacam Google hingga menjadi seniman yang paling dikagumi abad ini. Tidak ada salahnya bercita-cita tinggi, yang salah adalah ketidak tahuan kita akan jalan mana yang musti ditempuh untuk mewujudkannya.

Pernah membaca tulisan saya tentang “panduan mendaki gunung” ? Dari situ anda akan tahu bahwa untuk mencapai puncak dari cita-cita yang anda impikan, terdapat beberapa tahap yang harus anda lewati. Tidak ada yang namanya sukses instan. The Beatles saja butuh waktu lebih dari 8 tahun sebelum menginvasi musik industri musik di Amerika, masa anda tidak mau berproses untuk mencapai puncak yang anda impikan?

Di usia 20 tahunan ini, baik emosi ataupun pikiran anda akan menjadi lebih dewasa dalam memandang kehidupan ini. Sehingga anda akan mulai sadar bahwa tidak ada sesuatu yang bisa didapat secara instan.

Ingat! tidak ada jalan pintas menuju surga. Bahkan mereka yang ingin pergi melihat surga sekali pun harus mati terlebih dahulu.

2. Orang lain akan memperhatikan anda dengan lebih serius

Periode usia 20 tahunan akan membawa anda pada tahap kedewasaan, baik secara sikap, emosi, pikiran maupun postur tubuh. Hal inilah yang membuat orang lain memperhatikan anda lebih serius ketika berinteraksi.

Saja jadi ingat akan kisah salah seorang teman saya. Ketika masih berusia 18 tahun dulu, ia pernah berjualan korma ketika bulan puasa dari satu swalayan ke swalayan lainnya. Ia berjualan bukan dalam bentuk satuan atau kardusan, tapi sudah dalam bentuk satuan ton. Beberapa swalayan percaya padanya, beberapa lainnya tidak dan alasannya pun bisa dibilang lucu. Karena ia masih terlihat terlalu muda, pihak swalayan yang mau diajak kerjasama pun ragu. Sekarang, ketika ia sudah menginjak pertengahan 20 tahunan dan terlihat lebih matang, ia pun dapat dengan mudah berinteraksi dan menjalin kerjasama bisnis dengan mereka yang jauh lebih tua dan lebih besar.

(more…)

Bagaimana Membedakan Jenius dengan Pengekor

Dari pengalamannya menulis biografi beberapa jenius dunia seperti Steve Jobs, Benjamin Franklin  hingga Albert Einstein, Walter Isaacson mendapatkan insert bahwa mereka yang jenius memiliki setidaknya 5 ciri-ciri yang membedakan mereka dengan orang pada umumnya :

1. Mereka memiliki passion untuk sebuah kesempurnaan

Menurut Walter Isaacson, seorang jenius cenderung memiliki sikap yang perfeksionis, ambillah contoh Steve Jobs. Untuk menjelaskan ini, Walter Isaacson mengutip kisah Steve Jobs di masa muda yang ia tulis dalam bukunya. ‘Ketika Steve Jobs membangun pagar rumah dengan ayahnya, Jobs Senior menyarankan agar Steve juga membuat bagian belakang pagar rumahnya seindah bagian depannya. Ketika Steve bertanya mengapa? toh tidak akan ada yang tahu perbedaannya. Mayoritas orang hanya akan melihat bagian depannya saja. Jobs senior berkata, mungkin orang lain tidak akan pernah tahu, tapi kamu sendiri tahu kan?’ Mungkin dari sinilah awal mula sikap perfeksionis Steve Jobs dalam membangun Apple.

“Seorang seniman sejati sangat peduli akan karyanya, bahkan pada bagian-bagian yang tidak terlihat sekalipun.” – Walter Isaacson

(more…)